Alasan Indonesia Berpeluang Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Hubwav | Editor: Andi Wahyudi | 17 April 2018

SPORTKU.COM

Inilah beberapa alasan mengapa Indonesia bisa menjadi tuan rumah di gelaran Piala Dunia tahun 2034 mendatang.

Sepanjang sejarah Indonesia berdaulat sebagai sebuah negara, tim sepak bola negara ini tak pernah bisa tampil di Piala Dunia. Tercatat, terakhir kali mereka tercatat predikat nyaris lolos adalah pada Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Harapan Indonesia untuk bisa bermain di Piala Dunia edisi ketiga belas itu pupus lantaran kalah sebanyak dua kali oleh Korea Selatan di pra Piala Dunia 1986 dengan skor agregat 1-6 dimana Indonesia kalah dua kali dengan rincian 0-2 di Seoul dan 1-4 di Jakarta. Setelah itu, penampilan Indonesia di babak kualifikasi Piala Dunia selalu melempem.

Meski demikian, Indonesia pun pernah mengukir catatan sebagai negara pertama dari Asia yang sukses lolos ke Piala Dunia, tepatnya Piala Dunia 1938. Saat itu Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Keikutsertaan mereka saat itu adalah tim undangan.

Perjalanan Hindia Belanda di turnamen itu pun dibilang buruk. Tampil perdana melawan Hungaria, mereka kalah dengan skor 0-6.

Kini, di era modern. Indonesia pun masih memendam keinginan untuk tampil di Piala Dunia. Ada cara singkat untuk bisa lolos tanpa harus melalui babak kualifikasi, yakni dengan mencalonkan diri sebagai tuan rumah.

Indonesia sendiri telah mendeklarasikan akan menjadi calon tuan rumah di Piala Dunia 2034 mendatang. Inilah beberapa alasan mengapa Indonesia bisa berpelung untuk keluar sebagai pemenang dalam bidding.

Tuan Rumah Bersama Thailand

Sabtu, 23 September 2017 dapat dikatakan sebagai tonggak sejarah bagi sepak bola Indonesia. Dalam pertemuan antar delegasi federasi sepak bola se-Asean (AFF) memutuskan bahwa Indonesia dan Thailand selaku anggota AFF dideklarasikan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 mendatang.

Perlu diketahui bahwa Piala Dunia 2034 mendatang sudah dipastikan akan menggunakan format 48 tim. Sehingga, format tuan rumah bersama juga memiliki peluang untuk diterima oleh FIFA. Apalagi, dalam proses bidding Piala Dunia 2026 dan 2030, sudah mulai banyak negara yang mengajukan diri bersama-sama. Contoh Amerika, Meksiko, dan Kanada di Piala Dunia 2026 dan Argentina-Urugay di Piala Dunia 2030.

Peluang Indonesia untuk jadi tuan rumah Piala Dunia dibilang lantaran peraturan FIFA yang memberikan jatah antar benua untuk menjadi tuan rumah. Bila Piala Dunia 2018 akan dilaksanakan di Eropa, maka sebagai gantinya Piala Dunia 2022 di Asia.

Nah, bila Piala Dunia 2026 di Afrika atau di benua Amerika, maka Piala Dunia 2030 bisa di Amerika Selatan atau kembali ke Eropa. Hal ini membuat Piala Dunia 2034 bisa jatuh kembali ke Asia dan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk jadi tuan rumah.

Baca juga
Intip Model Baru BMW Motorad 2018

Stadion Kelas Dunia

Indonesia saat ini sudah memiliki banyak stadion yang tak hanya bagus, tetapi juga sudah memiliki standar AFC/FIFA yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari ujung Aceh sampai di tanah Papua.

Stadion Utama Gelora Bung Karno, Pakansari, Patriot Bekasi, Stadion Wibawa Mukti Cikarang dan Si Jalak Harupat Bandung merupakan empat stadion terbaik Indonesia saat ini yang baru direnovasi demi kepentingan Asian Games 2018 pada Agustus 2018 mendatang.

Di luar stadion tersebut banyak sudah stadion di Indonesia yang juga memiliki standar kelas dunia. Dan ini bisa menjadi modal berharga untuk menyelenggarakan Piala Dunia, tentunya dengan penyempurnaan fasilitas dan sedikit renovasi.

Bila ditotal, setidaknya sudah ada sebanyak 10 stadion bagus di Indonesia yang layak untuk menyelenggarakan Piala Dunia 2034 mendatang. Belum lagi ditambah dengan proyek stadion baru seperti Papua Bangkit yang tengah dibangun tahun ini.

Gila Sepak Bola

Sepak bola Indonesia meski tak memiliki prestasi yang membanggakan, namun jangan ditanya soal loyalitas suporternya. Hal ini yang menjadikan Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu negara gila sepak bola.

Sepak bola Indonesia saat ini tengah dipantau oleh dunia, setidaknya untuk regional Asia lantaran di tahun 2018 ini banyak turnamen besar diselenggarakan. Mulai dari Piala Asia U-19, Asian Games dan ditutup oleh Piala AFF di akhir tahun.

Bila semua ajang berjalan sukses dan bahkan disesaki oleh banyak penonton yang memadati stadion bisa menjadi modal berharga bagi PSSI untuk melakukan proses bidding ke FIFA.

Perkembangan Sepak Bola Indonesia Secara Umum

Sepak bola Indonesia meski masih diisi oleh berbagai macam carut-marut. Namun, sedikit-demi sedikit sudah mulai banyak perubahan. Misalnya, sudah mulai muncul pemain asli Indonesia yang diikat oleh klub Eropa.

Hal ini menjadi sinyal positif bahwa pembinaan pemain muda di Indonesia sudah berjalan cukup baik mengingat banyak bermunculan pemain muda berbakat yang menghuni tim nasional mulai dari level kategori usia sampai senior yang mengubah citra timnas yang sebelumnya hanya diisi oleh pemain yang itu-itu saja.

Meski kerap berubah-ubah jadwal, namun kompetisi liga baik dari amatir hingga profesional sudah bergulir konsisten dan PSSI pun sudah mulai menjalankan roda organisasi dengan memiliki road map yang jelas.

Adapun road map yang dimaksudkan adalah filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia) yang bertujuan untuk mengembangkan potensi besar sepakbola di Indonesia. Mulai dari pembinaan pemain, pelatih sampai stakeholder sepak bola di tanah air dengan target jangka panjang yakni tampil di Olimpiade 2024 dan lolos ke Piala Dunia di tahun 2046.

Peran Pemerintah

Bagaimana pun jadi tidaknya penyelenggaraan Piala Dunia di Indonesia harus ada ikut andil pemerintah Indonesia sebagai fasilitator. Gelaran Piala Dunia sendiri memiliki banyak manfaat. Misalnya pembangunan infrastruktur yang merata, lalu banyaknya wisatawan asing yang datang dan mengenal Indonesia.

Dan yang paling penting adalah soal pembangunan manusia di mana Piala Dunia bisa menginspirasi anak-anak Indonesia untuk berkarir sebagai pesepak bola dan di kemudian hari bisa berprestasi di kancah internasional dengan membawa harus nama bangsa di masa depan.

Baca juga
Inilah Jadwal PSSI Anniversary Cup 2018

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Hubwav | Editor: Andi Wahyudi | 17 April 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Hadapi Iran, Indonesia Siap Tempur

Hadapi Iran, Indonesia Siap Tempur

FOOTBALL
Pelatih Valencia Beberkan Curhat Ronaldo

Pelatih Valencia Beberkan Curhat Ronaldo

FOOTBALL
Mourinho Prediksi Karir Diogo Dalot

Mourinho Prediksi Karir Diogo Dalot

FOOTBALL
Lamela: Harry Kane Bukan Mesin

Lamela: Harry Kane Bukan Mesin

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company