image

Segudang masalah Tim Asia Jelang Piala Dunia 2018

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Ghanasoccernet | Editor: Andi Wahyudi | 20 April 2018

SPORTKU.COM

Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2018, beberapa negara Asia yang lolos ke putaran final justru diselimuti segudang masalah, mengapa?

Di Piala Dunia 2018 kali ini menjadi tonggak sejarah bagi Asia lantaran untuk pertama kalinya ada lima negara yang menjadi wakil AFC di turnamen akbar sepak bola yang digelar dalam empat tahun sekali tersebut.

Meski demikian, menjelang Piala Dunia 2018 bergulir, segudang masalah menghampiri kelima kontestan asal Asia tersebut. Yang pertama adalah Arab Saudi. Mereka memilih untuk merekrut dua pelatih berbeda dalam jangka waktu cukup singkat, yakni Eduardo Bauza dan kemudian digantikan Juan Antonio Pizzi sebagai pelatih dengan melepas Bert van Marwijk.

Padahal Van Marwijk berperan besar atas kesuksesan Arab Saudi lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 2006 lalu. Adapun alasan pelatih asal Belanda itu dilengserkan lantaran dirinya tak terima karena staffnya banyak yang dilengserkan, selain itu mandegnya negoisasi kontrak dirinya menjadikan ia lebih memilih untuk dipecat. Singkatnya, mantan pelatih Tiimnas Belanda itu merasa bahwa ia terlalu didikte oleh otoritas sepak bola Arab Saudi (SAFF).

Baca juga
Peugeot Rilis Sepeda Neo Retro

Senada dengan Arab Saudi, Australia yang resmi menjadi anggota AFC pada tahun 2006 silam itu justru ditinggal oleh Ange Postecoglou meski pelatih asal Australia keturunan Yunani itu sukses mengantarkan Socceroos lolos ke putaran final Piala Dunia yang akan bergulir di Rusia pada 14 Juni 2018 mendatang.

Adapun alasan Postecoglou mundur sendiri tak diketahui. Namun, diduga lantaran besarnya tekanan yang ia terima saat menukangi Timnas Austrlia dan dan juga diduga adanya intervensi yang berlebih dari pihak otoritas sepak bola Australia (FFA) membuat dirinya memilh mundur. Sebagai gantinya, Van Marwijk yang dipecat Arab Saudi kini berstatus sebagai pelatih Australia.

Soal pecat memecat pelatih juga dilakukan oleh duo Asia Timur, Jepang dan Korea Selatan. Jepang memilih untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan pealtih asal Bosnia dan Herzegovina, Vahid Halilhodzic meski mengantarkan Tim Samurai Biru lolos ke Piala Dunia dengan supoerio, yakni sebagai juara grup B kualifikasi Piala Dunia zona AFC. Posisinya digantikan oleh mantan pemain Timnas Jepang yang kini menjadi pelatih, Akira Nishino.

Sementara Korea Selatan sendiri sejatinya sudah sejak tahun 2017 lalu mereka memecat pelatihnya, Uli Stielike. Pelatih asal Jerman itu ditendang lantaran kalah dari Qatar dalam pertandingan lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia Grup A. Kekalahan itu mengancam peluang Korsel untuk lolos ke putaran final Piala Dunia Rusia.

Untunglah, penggantinya, Shin Tae-yong, sukses membawa tim negeri Gingseng itu lolos ke putaran final Piala Dunia meski sempat terseok-seok.

Baca juga
Insiden Rossi-Marquez Berbuntut Panjang

Bisa dibilang, hanya Carlos Queiroz yang posisinya masih aman dalam menukangi Timnas Iran. Tak heran lantaran di bawah kendali pelatih asal Portugal itu, Iran menjelma menjadi kekuatan menakutkan di Asia dengan catatan tak terkalahkan.

Dampak Pergantian Pelatih

Keputusan untuk mengganti pelatih menjelang gelaran Piala Dunia bisa dibilang harus dibayar mahal. Dalam pertandingan uji coba internasional. Keempat tim tersebut mendapatkan hasil yang dapat dikatakan buruk.

Arab Saudi bisa dibilang paling parah. Di bawah kendali Pizzi, mereka sempat menahan imbang Ukrania 1-1. Namun, ketika bertemu tim kontestan Piala Dunia lainnya asal Eropa, Belgia. Mereka dibantai dengan skor 4-0.

Australia juga mengalami hal serupa. Debut Van Marwijk sebagai pelaltih Australia harus tercoreng dengan kelahan mencolok dari Norwegia dengan skor 1-4. Padahal, negara tersebut tak lolos ke Piala Dunia tahun ini.

Jepang dan Korea pun mendapatkan pil pahit atas keputusan mereka mengganti pelatih. Jepang hanya imbang melawan Mali dengan skor 1-1 dan kalah dari Ukrania lewat skor akhir 2-1. Sementara, Korsel pun tak jauh berbeda kondisinya dengan dikalahkan sebanyak dua kali oleh dua negara Eropa berbeda, 2-1 dari Irlandia Utara dan 3-2 dari Polandia.

Harapan Asia satu-satunya hanya pada Iran yang kini menempati peringkat 36 ranking FIFA. Namun, mereka akan menghadapi lawan berat di putaran final Piala Dunia dengan menghadapi juara Eropa, Portugal dan tim kuat asal Afrika, Maroko di fase grup.

Meski demikian, dengan segala keruwetan yang terjadi, tentunya sebagai warga Asia, kita dituntut untuk tetap optimis dan berharap bahwa kelima negara wakil AFC bisa melakukan keajaiban di Piala Dunia kali ini.

Baca juga
Lima Klub Sepak bola Tertua di Dunia

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Ghanasoccernet | Editor: Andi Wahyudi | 20 April 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company