Minus Atlet Nasional, Persaingan IDH Seri 1 Makin Terbuka

Text : Adi Supriyatna | 22 April 2018

Persaingan IDH Seri 1 Terbuka

SPORTKU.COM

Persaingan IDH Seri 1 di Bukit Hijau Bike Park, Yogyakarata diprediksi akan terbuka. Hal itu disebabkan absennya sejumlah pebalap nasional.

Nama-nama seperti Popo Ariyo Sejati, Khoiful Mukhib, dan Hildan Afosma Katana yang kerap memuncaki podium absen dalam akhir pekan ini. Popo, Mukhib, dan Afos, yang tergabung dalam pelatnas MTB Asian Games 2018, saat ini sedang berada di Australia, bersama Nining Purwaningsih, untuk menjalani pemusatan latihan.

Namun demikian Direktur Indonesian Downhill, Parama Nugroho, melihat bahwa absennya para atlet nasional tidak akan mengurangi serunya kompetisi di Bukit Hijau Bike Park.

“Absennya atlet pelatnas justru membuka peluang untuk atlet lain (untuk) naik podium. Saya mengharapkan ada kejutan dari pebalap lain karena mereka punya kesempatan untuk menjadi yang tercepat,” ujar pria yang akrab disapa Nunung itu, Sabtu (21/4).

Prediksi Nunung memang tidak meleset. Saat Seeding Run (pengambilan waktu terbaik untuk penentuan posisi start) Pahraz Salman Alparisi, yang turun di kelas Men’s Junior justru mencatat waktu tercepat secara keseluruhan, dengan waktu dua menit 16,205 detik. Catatan waktu itu bahkan lebih cepat daripada catatan waktu tercepat di kelas Men’s Elite A milik Robert Agung Wahyudi.

Pahraz mampu melibas trek Bukit Hijau yang memiliki karakter sulit dan elevasi yang terjal dengan mulus. Catatan waktu miliknya lebih cepat 31 detik dari pesaing terdekat di kelasnya, Abdul Muhaimin.

Baca juga:
HASIL TOUR ALPEN 2018

Baca juga:
HASIL SEMENTARA PUTARAN KEDUA KEJURNAS SPRINT RALLY 2018


Di kelas Men’s Elite, Robert yang turun membela tim Garuda FJC Team ISSI Blora melibas trek dalam waktu dua menit 17,991 detik. Sementara Mulyadi Ateng dari tim Gopad berada di urutan kedua dengan waktu dua menit 19,134 detik.

Ateng mengaku bermasalah dengan pemilihan racing line (jalur) sehingga dia kehilangan banyak waktu.

“Tadi saya pilih jalur B. Jadi kehilangan momentum ke bawahnya, tepat sebelum jembatan. Insya Allah, besok saya bisa memperbaiki waktu dan tampil lebih cepat,” katanya usai Seeding Run.

Sementara itu, di kelas Master Expert A, yang dihuni oleh mantan atlet nasional, juga terjadi persaingan ketat. Nur Warsito, yang seharusnya turun di kelas Master Expert B, malah naik ke kelas Master Expert A, agar bisa bersaing dengan pebalap yang lebih muda.

Hasilnya, juara PON 2012 ini mencatat waktu tercepat dua menit 39,339 detik, disusul peraih medali emas SEA Games 2011, Pornomo, yang finish 4,5 detik lebih lambat. Chrisdian Mardianto di urutan ketiga dengan waktu dua menit 47,774 detik.

“Tadi di berm terakhir, saya ambil jalur luar. Jadi punya daya lebih untuk memacu sepeda. Ternyata bisa lebih cepat,” ujar Nur Warsito membuka resepnya menaklukkan trek.

Mereka yang mencatat waktu tercepat akan mendapat giliran start terakhir pada Final Run, yang berlangsung Minggu (22/4).

Pahraz Salman Alparisi melibas trek Bukit Hijau Bike Park, Imogori, Bantul, saat Seeding Run, yang berlangsung Sabtu (21/4). (Foto: PB ISSI)
idh-2018-seri-691212292f8146d.jpg

 

Text : Adi Supriyatna | 22 April 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Downhill Porda Jabar 2018

Downhill Porda Jabar 2018

DOWNHILL
Downhill Porda Jawa Barat 2018

Downhill Porda Jawa Barat 2018

DOWNHILL
Perlengkapan MTB Enduro

Perlengkapan MTB Enduro

ENDURO
BART Raih Podium Pertama

BART Raih Podium Pertama

DOWNHILL

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company