image Aldio Oekon, pebalap ETCC 2000 kelas Pro Mobil BMW E36 miliknya harus berganti mesin menjadi enam silinder Mobil BMW E36 milik Aldio Oekon Sebelumnya, Aldio menggunakan mesin empat silinder

Perbedaan Spesifikasi Mesin, Aldio Oekon Pasrah

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 30 April 2018

uploads/news/2018/04/spesifikasi-mesin-pupuskan-harapan-987171e0f8ecb29.png

Spesifikasi Mesin Pupuskan Harapan Dio

issom-seri-2-2018-604407516d89ed5
issom-seri-2-2018-871965932bb297e
issom-seri-2-2018-3885309eb162ada
issom-seri-2-2018-7238287182a15f3
SPORTKU.COM

Karena terlalu memacu mobil balapnya saat sesi pengetesan suspensi, Aldio Oekon harus menerima imbas buruknya.

Akibatnya, mesin empat silinder yang biasa menemani Aldio Oekon untuk meraih podium, kini harus ditanggalkan lantaran mengalami kerusakan serius. Beruntung tim mekanik yang dikepalai oleh Andre Timothy, masih memiliki mesin cadangan. Namun sayang, mesin tersebut memiliki perbedaan mencolok, yakni mesin segaris enam silinder. Sedangkan mesin yang biasa digunakan oleh Dio adalah mesin segaris empat silinder.

"Sekarang pakai enam silinder, menggantikan mesin empat silinder saya yang jebol. Begitu ganti enam silinder, seharusnya enggak masalah. Cuma harus latihan lagi di sisa waktu yang ada. Hanya ada satu hari, yaitu Jumat untuk memaksimalkan performa mesin mobil ini," buka Dio kepada SPORTKU. Perbedaan spesifikasi mesinnya tersebut juga berdampak pada gaya balapnya, dengan kata lain Dio juga harus melakukan adaptasi lagi.

Baca juga:
DAFTAR DRAMA DI GRAND PRIX BAKU 2018

"Poin pentingnya adalah saya ingat-ingat kembali aja, dulu punya mobil dengan enam silinder, jadi mirip-mirip karakter mesinnya. Kalau suspensi kan bisa kita adjust lagi. Jumat latihan, sabtu kualifikasi dapat posisi lima di kelas dan begitu sore kita coba lagi meskipun belum maksimal. Sampai akhirnya tim memutuskan untuk mempersiapkan lagi segala sesuatunya di Minggu pagi," tambah Dio.

Pebalap yang tengah menempuh jalur pendidikan di salah satu universitas di Bandung ini, sempat merasa pesimis lantaran rival-rivalnya menggunakan mesin dengan spesifikasi empat silinder.

"Hampir saya berpikir enggak bisa ngapa-ngapain dengan mobil ini karena semua lawan saya empat silinder, dan saya enam silinder sendiri. Di sini saya menanamkan mental saya. Meskipun masuknya safety car, tetap tidak membantu meningkatkan posisi saya di balapan," paparnya.

Baca juga:
GEORGE RUSSELL NAIK PODIUM DI BALAPAN KEDUA F2 BAKU 2018

Ujian lainnya pun kembali harus dilewati oleh Dio. Saat balapan berjalan enam putaran, mobil dengan nomor start 142 ini mengalami satu masalah lagi. "Jadi setelah enam lap mobil saya trouble karena mounting gardan pecah, jadi saya berpikir kalau mau di push bisa sebenarnya, akan tapi kalau gak finish, lebih berbahaya lagi buat poin saya di klasemen," imbuh putera Donny M Oekon ini.

Langkah tersebut diambil karena berdasarkan catatan klasemen, saat ini Aldio Oekon berada di posisi kedua. Sedangkan pebalap BJB Pertamax Turbo GRT, Romy Tahrizi, kokoh di puncak klasemen ETCC 2000 Pro.

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 30 April 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company