Jangan Sampai Terbawa Emosi Saat Balapan

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 4 May 2018

SPORTKU.COM

Kemampuan berkendara yang baik belum tentu mulus menghantarkan meraih kesuksesan. Emosi juga memiliki peranan penting di setiap balapan.

Tingkat emosi seseorang memang tidak sama, ada yang biasa saja, atau ada juga yang bisa langsung naik emosi ketika mobilnya disusul oleh lawan bebuyutannya. Menanggapi hal tersebut, Alvin Bahar, pebalap Honda Racing Indonesia yang sudah mengantongi gelar tujuh kali Juara ITCC 1.600 Max, sedikit berbagi cara mengatur emosi dalam balapan.

Hal terpenting menurut Alvin adalah personality pebalap tersebut bukan tipikal orang yang emosian. Alasannya adalah agar setiap keputusan yang dilakukan, bukan ditengarai oleh emosi sesaat.

"Orangnya atau personality tidak boleh emosional. Kalau dia banyak pengalaman, tapi kalau dia emosional, tetap saja dia mengambil keputusannya by emosional, bukan berdasarkan pengalaman yang ia miliki," buka Alvin.

Baca juga:
FUN ADVENTURE BIKE MAJALENGKA KA 2

Dengan begitu, pebalap tersebut mengabaikan pengalamannya karena dia merasa terpancing oleh emosi tersebut. "Jadi dia ngejudge atau mengambil keputusannya berdasarkan emosi, yang penting adalah dia mesti lebih sabar dan tidak emosional di atas lintasan," tambah Alvin kepada SPORTKU.

Untuk bisa mengatur emosi saat balapan, rupanya juga harus diimbangi dengan ilmu pengetahuan seputar balap. Bagi Alvin, hal tersebut sangat berpengaruh ketika pebalap tersebut tengah dalam posisi duel dengan lawan terberatnya. Karena, dengan ilmu pengetahuan, Alvin merasa emosi bisa lebih dikendalikan agar tidak salah langkah.

"Kedua adalah dibekali dengan pengalaman dan ilmu pengetahuan seputar balapan. Ilmu pengetahuan itu seperti membaca racing line yang paling cepat itu seperti apa. Pas balapan kan semua pebalap ingin melakukan yang tercepat, jangan sampai begitu pas melakukan racing line dengan posisi tercepat, dan tiba-tiba di sebelah musuh, dia coba ngepush lagi. Itu kan dia lupa berarti, sama saja dia kebawa emosi karena dia tahu, sebelum diintimidasi lawan, posisi tersebut merupakan racing line yang paling cepat," beber ayah Avila Bahar.

Baca juga:
PERAN DRIFT CAMP BANGUN GENERASI MUDA DRIFTING DI INDONESIA

Menurut Alvin, ketika kondisi tersebut dan pebalap terpancing, maka bukan tidak mungkin racing line dan lap time yang dicatatkan oleh pebalap tersebut jadi berantakan karena mengandalkan emosi. "Jangan sampai begitu lawannya melewati, terus kita lebihin lagi, yang ada nanti malah berantakan. Racing line berantakan dan lap timenya jadi ngedrop.

Di penghujung wawancara, Alvin, hanya berpesan bahwa pebalap harus tahu apa yang akan ia lakukan di lintasan merupakan hal yang sudah maksimal. "Cuma itu saja, yang penting dia harus tahu bahwa yang dia lakukan itu sudah maksimal. Jangan mengikuti lawan kita melakukan titik pengereman yang bersamaan dengan lawan tersebut," pungkas Alvin.

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 4 May 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Masalah Sensor Menghantui Denny Rommel

Masalah Sensor Menghantui Denny Rommel

TOURING
Perkara Karbu, Tjandra Gagal Podium

Perkara Karbu, Tjandra Gagal Podium

TOURING
13 Pegokart Indonesia Menuju Italia

13 Pegokart Indonesia Menuju Italia

GOKART
Komunitas Sokong Industri Balap

Komunitas Sokong Industri Balap

TOURING

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company