image Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU) semakin dekat dengan misinya untuk mencapai Puncak Gunung Everest Dua Pendaki Perempuan Indonesia Selesaikan Rangkaian Aklimatisasi

Dua Pendaki Perempuan Indonesia Selesaikan Rangkaian Aklimatisasi

Text : Suhartono | Photo / Video : WISSEMU | 7 May 2018

uploads/news/2018/05/pendaki-indonesia-selesaikan-rangkaian-326255c5ae3ab5a.jpg

Pendaki Indonesia Selesaikan Rangkaian Aklimatisasi

dua-pendaki-perempuan-indonesia-20462d4ef3981d1
dua-pendaki-perempuan-indonesia-3917718545473d8
SPORTKU.COM

Tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU) semakin dekat dengan misinya untuk mencapai Puncak Gunung Everest.

Dua perempuan pendaki asal Indonesia, Fransiska Dimitri Inkiriwang (Deedee) dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda) kembali berada di Everest Base Camp (EBC) Tibet di ketinggian 5.150meter di atas permukaan laut (mdpl). Keduanya baru saja menyelesaikan rangkaian proses aklimatisasi -adaptasi di ketinggian baru- panjang yang menjadi fokus selama sebulan lebih mereka di Nepal. Proses aklimatisasi ini sendiri telah membawa Deedee dan Hilda ke ketinggian di atas 7.000 mdpl di mana kadar oksigen hanya sepertiga dibanding normal.

Proses aklimatisasi tahap akhir Tim WISSEMU dimulai dari EBC pada tanggal 26 April lalu. Dari situ rencananya mereka akan pergi hingga ketinggian 7.400 mdpl sebelum kembali lagi ke EBC untuk memaksimalkan proses aklimtisasi ini. Hari pertama tim bergerak menuju Intermediate Camp (IR) di ketinggian 5.800 mdpl, lama perjalanan kurang lebih 7 jam.

Setelah sampai di sana tim memutuskan untuk menginap semalam sebelum paginya, 27 April, mereka melanjutkan perjalanan menuju Advanced Base Camp (ABC) yang berada pada ketinggian 6.400 mdpl. Untuk mencapai ABC sendiri, perjalanan sepanjang kurang lebih 7 jam perjalanan harus dilalui.

ABC di jalur utara menyajikan rute pendakian paling spektakuler di Himalaya karena melewati Sungai Es Morain dan pemandangan balok-balok es besar di sisi jalur pendakian. Langit-langit dikelilingi awan tebal dengan suhu mencapai -11 derajat celcius menemani Hilda dan Deedee selama berada di sana.

Baca Juga
Dua Pendaki Perempuan Indonesia Mulai Dekati Gunung Everest

Mereka menyesuaikan diri dengan menginap di ketinggian baru ini selama 3 malam sampai tanggal 30 April. Bukan cuma indah, di titik ini juga ada satu hal penting bagi para pendaki. Malam pertama di ABC adalah kali pertama mereka tidur di atas 6.000 mdpl. Sekadar catatan saja menipisnya kadar oksigen di ketinggian ini memaksa kedua pendaki juga harus tidur dengan bantuan tabung oksigen.

Tiga malam melakukan adaptasi di ABC (6.400 mdpl), 1 Mei tiba saatnya Hilda dan Deedee berpapasan dengan North Col di ketinggian 7.020 mdpl. Tempat ini juga menjadi spesial, karena merupakan titik ketinggian yang belum pernah dicapai Deedee dan Hilda. North Col merupakan punggungan tebing es sebelum puncak Everest yang dikenal sebagai jalur berbahaya, karena dari sini pendaki harus melewati jurang es dengan tangga dan jalur fix rope di kemiringan 60 derajat.

Titik terdekat untuk menginap dari North Col adalah Camp 1. Total mereka berjalan kurang lebih 8 jam untuk tiba di Camp 1 di ketinggian 7.030 mdpl. Suhu di sana mencapai sekitar -19 derajat celcius dengan tiupan angin cukup kencang ditemani hujan salju. Di sini mereka menginap di Camp 1 selama semalam.

Keesokan paginya, proses aklimatisasi mencapai puncaknya kala mereka berjalan ke daerah di ketinggian 7.400 mdpl, setengah perjalanan menuju Camp 2, sebelum kembali lagi ke EBC untuk memaksimalkan proses aklimatisasi, kembali ke ketinggian yang lebih rendah setelah mencapai titik tertentu perlu dilakukan agar proses aklimatisasi berjalan dengan maksimal. Selain itu persiapan logistik akhir, pemeriksaan kondisi tubuh untuk summit attempt juga dilakukan di EBC.

"Sekarang kita sudah sampai di Everest Base Camp, sudah bisa ngasih kabar kabar lagi. Semua proses aklimatisasinya berjalan lancar. Walau sempet kena cuaca buruk tapi semua anggota tim sehat semua. Gak nyangka sekarang sudah pernah sampai ke ketinggian 7000an mdpl,” tutur Hilda lewat sambungan telepon satelit.

Sementara itu, pendakian menuju Puncak Gunung Everest ini akan menggenapi rangakaian ekspedisi Seven Summits yang telah dimulai sejak tahun 2014.

Baca Juga
Podium Iannone di Jerez Sebuah Keberuntungan
Gerry Salim Jadi Juru Kunci di Seri 1 Red Bull MotoGP Rookies Cup 2018

Text : Suhartono | Photo / Video : WISSEMU | 7 May 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company