image Lin Jarvis - Foto: MCN Gigi Dall'Igna - Foto: Red Bull Fausto Gresini - Foto: Aprilia Davide Brivio - Foto: MCN Alberto Puig -  Foto: MCN

5 Bos Tim Pabrikan MotoGP

Text : Suhartono | Photo / Video : Ultimate Motorcycling | Editor: Andi Wahyudi | 16 May 2018

uploads/news/2018/05/5-bos-tim-pabrikan-918471e4e9bc8cd.jpg

5 Bos Tim Pabrikan MotoGP

5-bos-tim-pabrikan-55168d315368d4c
5-bos-tim-pabrikan-115562aacfd470a
5-bos-tim-pabrikan-926620188376167
5-bos-tim-pabrikan-71470e8c960d9d1
5-bos-tim-pabrikan-6363928c0d051ab

4. Gigi Dall'Igna di Ducati

Gigi Dall'Igna meninggalkan karier yang sukses di Aprilia untuk menjadi General Manager Ducati Corse dan menempatkan proyek Desmosedici di ajang MotoGP. Ducati yang menjalankan mesin Desmosedici di ajang MotoGP juga menjadi proyek ambisius Dall'Igna.

Sebelum dengan Ducati, Dall'Igna bergabung dengan Aprilia pada 16 Januari 1992. Aprilia Racing adalah sebuah perusahaan kecil pada saat itu, dan Dall'Igna bertanggung jawab atas pengembangan mesin, yang semuanya adalah dua stroke. Itu adalah era besar Aprilia di Kelas 125cc dan 250cc.

Dall'Igna segera dipromosikan menjadi Head of Engine Technology dan bertanggung jawab untuk pengembangan mesin sampai tahun 1999. Ini termasuk superbike dua silinder, yang dimulai pada tahun 1997 bekerja sama dengan Rotax dan Cosworth.

Kemudian, pada tahun 1999, ia mengambil alih tanggung jawab untuk semua motor Aprilia di Grand Prix Kelas 125, 250, dan 500, sementara Giuseppe Bernicchia menangani superbikes. Ini berlanjut hingga akhir tahun 2002, ketika Aprilia menang untuk pertama kalinya dalam sejarah untuk gelar pebalap dan konstruktor dalam kelas 125 dan 250. Setelah sukses besar ini, Dall'Igna fokus pada pengembangan motor MotoGP, Cube. Proyek itu telah dimulai pada tahun 2002 tanpa keterlibatannya, tetapi selama tahun 2003 Dall'Igna berkonsentrasi pada proyek ini.

Hasil buruk dan masalah keuangan yang parah di Aprilia membuat frustrasi Dall'Igna. Lalu dia pindah di Derbi, perusahaan Spanyol yang mempertahankan departemen balap untuk kelas 125cc. Di sana ia bertemu Jorge Lorenzo muda, yang menjadi partnernya pada tahun 2004 dan 2005.

Ketika Piaggio membeli Aprilia pada tahun 2005 dan memutuskan untuk memusatkan departemen balap Derbi, Gilera, dan Aprilia yang berbeda di bawah satu atap di Noale, Dall'Igna masuk dalam nominasi sebagai Technical Director of Aprilia Racing.

Pada waktu itu ia mengembangkan Aprilia 125 dan 250 RSA. Pada tahun 2005, pengembangan superbike juga dimulai. Pada saat itu Dall'Igna adalah Direktur Aprilia Racing serta Direktur Olahraga. Dua tahun kemudian, pada tahun 2011, ia juga bertanggung jawab atas inovasi semua sepeda motor di seluruh Piaggio Group.

Karir cemerlang Gigi Dall'Igna dengan Aprilia berakhir pada tahun 2013 ketika ia menerima tawaran Ducati. Sejak saat itu Dall'Igna menjadi sosok penting di bagi tim pabrikan asal Italia di ajang MotoGP.

Ducati Corse mengumumkan bahwa Luigi (Gigi) Dall'Igna sebagai General Manager baru pada tahun 2013. Dall'Igna secara resmi mengambil posisi tersebut pada 11 November. Dall'Igna menggantikan Bernhard Gobmeier yang kembali ke Jerman bersama Volkswagen Group.

Ducati membuat debut MotoGP pada tahun 2003, melanjutkan untuk merebut gelar dunia dengan Casey Stoner dari Australia pada tahun 2007.

Baca Juga
5 Persamaan Rossi dan Lorenzo, Nomor 5 Bikin Galau

Text : Suhartono | Photo / Video : Ultimate Motorcycling | Editor: Andi Wahyudi | 16 May 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company