Hadiah Prancis Terbuka Meningkat, Brexit Hantam Wimbledon

Text : Maya Soeparwoto | Photo / Video : Istimewa | 26 May 2018

SPORTKU.COM

Berita baik. Perancis Terbuka bulan ini akan menyuguhkan hadiah uang terbesar pada turnamen Grand Slam tahun ini.

Prancis Terbuka memanfaatkan hantaman Brexit pada dompet pengeluaran Wimbledon. Ia juga menyingkirkan reputasi lama sebagai salah satu penyelenggara Grand Slam yang selama ini dianggap paling miskin dari empat turnamen besar.

Grand Slam lapangan tanah liat tahun ini akan memberikan hadiah uang senilai 39.20 juta euro ($ 45,73 juta). Itu mengalahkan rekor hadiah Australia Terbuka dan Wimbledon. Meskipun hampir dipastikan akan terlempar dari posisi teratas oleh AS Terbuka.

Selama satu tahun di mana Roger Federer mengatakan dia “bosan” karena harus mendorong Grand Slam untuk meningkatkan level hadiah uang, Federasi Tenis Prancis (FFT) meningkatkan besaran hadiah uang secara keseluruhan sebesar 8 persen pada tahun 2017.

Bagi petenis yang kalah putaran pertama akan mendapat kenaikan terbesar 14,3 persen dan membawa pulang 40.000 euro. Pemenang kelas tunggal putra dan putri masing-masing akan menerima cek sebesar 2,2 juta euro. Kenaikan ini hanyalah sedikit dari peningkatan lima persen.

Meskipun demikian, FFT mengakui akan sulit dalam perjuangan meningkatkan besaran hadiah yang sangat melelahkan untuk mempertahankan peningkatan dua digit dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga:
Jalan Mudah Nadal di Prancis-Terbuka

Roland Garros telah membuktikan pembaharuan. Terbukti dengan lapangan baru dengan atap yang bisa dibuka. Tekhnologi canggih ini menyedot biaya hingga 400 juta yang dibiayai hanya oleh pihak federasi.

"Kami memiliki beban utang. Jadi kami tidak dapat terus meningkatkan hadiah uang pada tahun-tahun sebelumnya," kata ketua FFT Bernard Giudicelli.

Dia menambahkan bahwa Prancis Terbuka memimpin jalan dalam mempersempit kesenjangan hadiah uang bagi para petenis yang kalah di awal putran dan hadiah untuk juara.

"Kami senang melihat Grand Slam lainnya mengikuti contoh kami dalam mengurangi rasio kemenangan antara juara dan yang kalah pada putaran pertama," sambung Giudicelli.

Persaingan Sengit

Sebagaimna yang telah terjadi, kompetisi pada turnamen Grand Slam sarat akan persaingan. Terlihat dari dari jumlah penonton hingga teknologi tinggi pada atap lapangan hingga melejitnya persaingan rating televisi. Tapi tetap saja bahwa hadiah uang adalah hal yang persaingannya paling sulit diperjuangkan.

Sebagai tempat penyelenggara terkecil dari empat Grand Slam, Roland Garros menjadi turnamen dengan pendapatan penonton terendah dan juga penghasilan paling sedikit. Sebuah kebuntuan yang berlangsung selama satu dasawarsa atas rencana ekspansi, membuatnya tertinggal dari rekan-rekannya.

Pada tahun 2015, AS Terbuka di Flushing Meadows mengalahkan Wimbledon sebagai acara Grand Slam yang paling menguntungkan, dengan Perancis Terbuka tertinggal jauh sebagai yang paling buncit.

Baca Juga:
Upaya Balas Dendam Sharapova di Prancis Terbuka

Namun, hasil pemungutan suara Inggris pada tahun 2016 untuk keluar dari Uni Eropa sangat mempengaruhi nilai mata uang poundsterling dan menghapus sekitar 12 persen dalam dolar AS. Dua tahun kemudian, pound masih di bawah tekanan. Wimbledon kini membuntuti Prancis Terbuka, dan juga hampir pasti AS Terbuka, dalam perlombaan besaran hadiah uang.

Pada tahun ini, besaran hadiah pada Australia Terbuka naik 10 persen menjadi $ 55 juta dari sebelumnya $ 41,50 juta. Sementara Wimbledon yang merupakan Grand Slam tertua, memiliki dana hadiah sebesar 34 juta pound, sebelumnya $ 45,27. Mengalami kenaikan sebesar 7,6 persen dari tahun lalu.

AS Terbuka, Grand Slam terakhir tahun ini dimulai pada bulan Agustus, belum mengumumkan besaran hadiah uang. Tahun lalu, ia menjadi turnamen pertama yang mencapai nilai hadiah sebear $ 50 juta setelah peningkatan sembilan persen.

All England Lawn Tennis Club, penyelenggara Wimbledon, mengatakan, “Nilai poundsterling selalu menjadi salah satu faktor yang kami perhitungkan saat menetapkan hadiah uang dan tahun ini tidak berbeda. Kami merasa penawaran tahun ini mencerminkan posisi kompetitif kami"

Baca Juga:
Status Non Unggulan Serena Williams Menuai Kritikan

Text : Maya Soeparwoto | Photo / Video : Istimewa | 26 May 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Serena Diganjar Sejumlah Hukuman Denda

Serena Diganjar Sejumlah Hukuman Denda

TENNIS
Pegunungan Alpen, Kunci Sukses Djokovic?

Pegunungan Alpen, Kunci Sukses Djokovic?

TENNIS
Dongeng AS-Terbuka Djokovic Berakhir Bahagia

Dongeng AS-Terbuka Djokovic Berakhir Bahagia

TENNIS
Jepang Rayakan Kemenangan Osaka

Jepang Rayakan Kemenangan Osaka

TENNIS

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company