image D'Aversa sosok kunci kesuksesan Parma Suporter Parma tetap setia mendukung tim kesayangannya Pemain merayakan keberhasilan promosi ke Serie A

Parma Memang Pantas di Serie A

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Parma Calcio 1913 | 29 May 2018

uploads/news/2018/05/parma-pantas-di-serie-811053d17e7f52c.jpg

Parma Memang Pantas di Serie-A

parma-calcio-1913-27744e78bcafbdf
parma-calcio-1913-742684ed29829cc
parma-calcio-1913-948851ad13f1e93
SPORTKU.COM

Parma Calcio 1913 atau yang dikenal AC Parma secara sensasional berhasil kembali ke Serie A mulai musim 2018/2019.

Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil, itu mungkin kata yang tepat untuk Parma Calcio 1913. Secara luar biasa, mereka berhasil merangkak naik dari Serie D ke Serie A hanya dalam kurun waktu tiga musim.

Semua orang tentu tahu pada akhir musim 2014/2015 lalu klub yang bermarkasi di Ennio Tardini harus terdegradasi dari Serie A. Nahasnya, saat itu pula Parma dinyatakan bangkrut dan dilarang berkompetisi di Serie B, melainkan harus memulai dari Serie D yang terkategori sebagai kompetisi semi profesional di Italia.

Dengan keputusan tersebut, Parma bisa dibilang menjadi salah satu klub dengan nasib paling sial di Italia. Bagaimana tidak, Anda penggemar Serie A pasti sangat mengenal Parma terutama di era 90-an.

Kala itu, Parma menjadi salah satu tim yang sangat ditakuti baik di Italia maupun Eropa. Dengan sokongan sponsor dari pabrik susu lokal, Parmalat, mereka memiliki skuat mentereng, seperti Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Lilian Thuram, Gianfranco Zola, Enrico Chiesa, hingga Juan Sebastian Veron.

Tidak tanggung-tanggung, kompetisi Eropa sempat mereka kuasai. Meski levelnya hanya Piala UEFA (sekarang Liga Europa) yang berada di bawah Liga Champions. Parma berhasil memenangi Piala UEFA dua kali pada musim 1994/1995 dan 1998/1999.

Memang sejak awal berdiri, klub yang berjuluk Gialloblu belum pernah merasakah gelar Serie A. Namun, kesuksesan yang sudah diraih jelas tidak bisa dipandang sebelah mata.

Hingga nasib sial mulai dialami Parma memasuki era 2000-an. Bangkrutnya sponsor utama mereka membuat klub mulai menjual pemain bintang mereka. Sebut saja Buffon yang dilepas ke Juventus, Cannavaro menyeberang ke Inter Milan, serta Hernan Crespo ke Lazio.

Kemudian setelahnya bisa ditebak, imbas dari dilepasnya pemain bintang membuat prestasi Parma merosot tajam. Mereka harus terdegradasi ke Serie B pada musim 2007/2008. Meski semusim setelahnya mereka mampu kembali tapi tetap saja tidak bisa mengulang masa kejayaan era 90-an.

Puncaknya, di akhir musim 2014/2015 Parma dinyatakan bangkrut setelah mereka tidak bisa melunasi hutang dan membayar gaji pemain sehingga pengadilan memutuskan mereka harus berlaga dari Serie D.

Baca Juga:
Ohlins Indonesia Berbagi di Bulan Ramadan

  • INTRO
  • 1

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Parma Calcio 1913 | 29 May 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company