image

Petrucci Minta Marquez Dijatuhi Penalti

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | Editor: Andi Wahyudi | 6 June 2018

SPORTKU.COM

Danilo Petrucci merasa peluangnya untuk tampil apik di MotoGP Italia hancur ketika didorong keluar oleh Marc Marquez pada lap pertama.

Pebalap satelit Alma Pramac Ducati tersebut memang hanya bisa finish di posisi 7. Danilo Petrucci keluar dari tikungan pertama saat dia menduduki tempat ketiga setelah Marc Marquez melaju melebar. Petrucci kembali dipaksa keluar jalur ketika pebalap Repsol Honda itu menukik ke dalam di tikungan kedua.

Insiden dengan Marquez membuat Petrucci harus melorot jauh ke belakang. Selama balapan 23 lap, Petrucci terus berusaha untuk bisa merangsek kedepan. Akan tetapi semua usaha dan strateginya tak berjalan mulus hingga akhirnya Petrucci harus puas finish ke-7.

Bukan hanya karena ulah Marquez, namun penampilan buruk Petrucci juga diakibatkan dari masalah ban. Petrucci juga harus berjuang keras dengan kondisi ban selama balapan di Sirkuit Mugello. Memulai balapan dari grid 5, pebalap Italia ini seharusnya berpeluang untuk kembali finish di peringkat yang sama.

"Saya sedang berpikir, ok, saya bukan pebalap yang bagus, tapi saya melakukan start pada setiap latihan bebas, untuk bekerja pada titik lemah saya. Dan itu berhasil. Tapi kemudian Marquez melebar di tikungan pertama, dan kemudian di tikungan kedua dia melebar lagi. Saya beruntung bahwa runoff area bukan kerikil, tapi saya hanya berada di aspal sekitar satu sentimeter," jelas Petrucci.

"Saya kehilangan enam atau tujuh posisi. Saya mungkin berada di posisi kesembilan atau kesepuluh pada lap pertama. Kemudian saya mencoba melewati Crutchlow, Rins, Iannone, Rossi, Zarco. Saya mendorong sangat keras, tetapi itu tidak ada dalam rencana saya. Rencana saya adalah tetap tenang di bagian pertama perlombaan untuk mencoba menghemat ban untuk bagian kedua, tetapi pada lima lap pertama saya menghabiskan banyak ban, dan sangat sulit untuk mempertahankan laju Rossi dan Iannone."

"Kemudian motor sulit dikendalikan, kami mendapat masalah kecil dengan pompa bahan bakar, jadi saya tidak memiliki kekuatan yang sama dari awal balapan. Jadi sangat sulit untuk dikelola. Sayangnya kami kehilangan dari lima besar. Setengah dari lomba hancur di lap pertama. Ketika Anda ketiga di tikungan pertama dan di putaran kedua Anda kesepuluh, semua pekerjaan yang Anda lakukan di kualifikasi terbuang."

Baca Juga
Ini Sosok Pebalap Pertama Juara Dunia WSBK

Atas hasil yang dicapai tersebut, Petrucci juga sangat kesal dengan Marquez. Di mana finish ke-7 adalah mimpi buruk bagi Petrucci yang seharusnya tak terjadi ketika balapan kandang di depan fans rumah. Soal ulah Marquez, Petrucci berharap ada hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

"Saya tidak tahu (apakah Marquez harus diberi penalti). Saya bukan Race Director, tapi saya pikir Race Director harus melakukan sesuatu. Di Safety Commission saat di Austin, kami mengatakan bahwa jika seorang pebalap melakukan ulah menurunkan posisi pebalap lain, ia harus dihukum," ungkap Petrucci.

"Saya ketiga, dan kemudian kesepuluh di tikungan berikutnya. Dia menempatkan saya keluar dari trek, dan saya cukup beruntung bahwa runoff area adalah aspal, karena jika itu adalah tikungan kemudian saya berada di kerikil dan mungkin saya akan jatuh."

Petrucci juga merasa dirugikan karena kritik yang dia terima saat melakukan kontak dengan Aleix Espargaro di Argentina, yang menyebabkan pebalap Aprilia itu melebar. "Yang saya lakukan bukan hal yang sama, karena Espargaro tidak keluar dari jalur di Argentina, dan saya disebut sebagai seorang 'pembunuh'."

"Saya mencoba untuk mendorong banyak di dua lap pertama karena Jorge dan para pebalap dengan ban lembut ada di sana. Pada tikungan ke-2 ada tiga motor bersama-sama dan saya tidak tahu apakah sepeda di sebelah saya adalah pebalap Yamaha atau Suzuki dan saya menyadari bahwa Petrucci masuk dengan sangat cepat dan saya hampir menyentuh dia dari belakang, jika itu terjadi kami akan jatuh," tutup Marqauez yang ikut memberikan komentarnya mengenai insiden dengan Petrucci.

Baca Juga
Baksos HOG Anak Elang Jakarta dengan Nuansa Berbeda
Ini Rekrutan Pertama Arsenal di Era Unai Emery

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | Editor: Andi Wahyudi | 6 June 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company