image

Asian Games 2018 Dongkrak Produk Nasional

Text : Suhartono | Photo / Video : Inasgoc | Editor: Andi Wahyudi | 15 June 2018

SPORTKU.COM

Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus hingga 2 September mendatang.

Ini merupakan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games setelah Asian Games IV yang diadakan di Jakarta pada tahun 1962. Sebagian fasilitas yang dibangun untuk Asian Games IV akan kembali digunakan dalam Asian Games XVIII ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Asian Games akan diadakan di dua kota sekaligus, yaitu di Jakarta dan Palembang.

Bappenas memperkirakan total dampak ekonomi langsung penyelenggaraan Asian Games 2018, baik dari sisi pengeluaran pengunjung, investasi infrastruktur pendukung dan operasionalisasi acara adalah sebesar Rp45,1 triliun terhitung sejak 2015 hingga 2018, yaitu sejak persiapan sampai dengan acara berlangsung.

Pengeluaran pengunjung diharapkan juga termasuk pembelian merchandise resmi Asian Games 2018. Sebagai salah satu upaya memberikan dampak ekonomi yang besar, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 berkomitmen untuk memajukan produk dalam negeri melalui penyediaan merchandise resmi Asian Games 2018.

Mochtar Sarman, Direktur Merchandise Panitia Pelaksana Asian Games 2018 mengatakan bahwa Panitia selalu mendahulukan perusahaan dan UMKM nasional untuk menjadi pemegang lisensi merchandise resmi, hal ini merupakan upaya dalam mempromosikan produk dalam negeri kepada dunia.

Baca Juga
Penyesalan Hector Barbera Setelah Dipecat Pons Racing

“Kami yakin dengan mengedepankan perusahaan dan UMKM nasional dalam menyediakan merchandise resmi Asian Games akan memberikan warisan yang positif untuk kedepannya,” ungkap Mochtar.

Panitia Pelaksana Asian Games 2018 telah memilih 17 perusahaan dan UMKM nasional sebagai pemegang lisensi untuk memproduksi dan menjual merchandise resmi Asian Games 2018. Pemilihan pemegang lisensi tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel. Sistem kerjasama bisnis antara pemegang lisensi dengan panitia adalah sistem bagi hasil, dimana bagian untuk panitia dari hasil penjualan merchandise akan diserahkan ke negara.

Dari sisi desain merchandise, Ketua Pelaksana Asian Games Erick Thohir menjelaskan bahwa keseluruhan produk adalah karya anak bangsa Indonesia. “Melalui Asian Games, kita berupaya agar produsen dan desainer Indonesia naik kelas secara global," jelas Erick.

Menariknya lagi, Erick menjelaskan bahwa tidak ada dana APBN yang digunakan untuk produksi merchandise, karena produksi dilakukan oleh para mitra dengan skema bagi hasil. “Sebelumnya skema ini belum pernah diterapkan untuk event dengan skala sebesar ini di Indonesia. Saya bahkan kalau mau punya merchandise, ya beli sendiri," ujar Erick.

Sementara itu, Ketua KADIN Rosan P. Roeslani menjelaskan bahwa Asian Games 2018 sangat mendukung perkembangan iklim usaha di Indonesia. “Semua terlibat, mulai dari perusahaan kecil sampai besar. Hal ini mendorong daya beli atau konsumsi di masyarakat Indonesia dan akan berdampak sangat signifikan di pertumbuhan ekonomi kita. Selain itu, Asian Games juga mendorong banyak terciptanya lapangan kerja baru,” jelas Rosan.

Baca Juga
Bali MX Tampil Spesial di Kejurnas Powertrack 2018 (Video)
Transformasi Bola Piala Dunia

Text : Suhartono | Photo / Video : Inasgoc | Editor: Andi Wahyudi | 15 June 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company