image

Minim Prestasi, Aprilia Ditinggalkan Kepala Kru ke KTM

Text : Suhartono | Photo / Video : Twitter Speedweek | Editor: Andi Wahyudi | 25 June 2018

SPORTKU.COM

Aprilia dirundung duka. Bukan hanya karena tampil buruk di paruh pertama musim balap 2018.

MotoGP 2018 juga belum usai. Namun berbagai informasi penting telah menyebar luas. Termasuk hengkangnya kepala kru Aprilia Marcus Eschenbacher yang memutuskan untuk pindah ke KTM bersama Johann Zarco. Kepindahan Eschenbacher ditengarai karena performa buruk Aprilia yang tak sesuai target.

Masuki tahun keempat di MotoGP, Aprilia masih berada dalam penampilan buruknya. Meski tim pabrik asal Italia ini juga telah melakukan berbagai strategi, salah satunya bongkar pasang pebalap. Namun toh hal itu tak memberikan dampak positif yang signifikan.

Dalam pernyataannya, Aprilia beberapa kali mengutarakan jika pihaknya membidik posisi 5 klasemen MotoGP. Tapi hasilnya selalu di bawah target. Bahkan Roberto Colaninno, Ketua Piaggio Group, yang juga memiliki Aprilia, yakin tentang musim MotoGP 2018.

"Kami menemukan bakat muda dengan antusias. Direktur perlombaan kami Romano Albesiano telah mengumpulkan tim yang hebat. Kami berharap tim ini akan mewujudkan impian kami. Apa yang ingin kita lakukan? Tentu saja, kami tidak ingin menempati tempat terakhir," ungkapnya.

"Pada saat yang sama, saya tidak bisa mengatakan bahwa kami ingin menjadi yang nomor satu. Itu akan menjadi sombong. Tetapi di Aprilia kami memiliki 80 insinyur muda yang mengejar kesuksesan setiap hari. Kami terus berkembang," imbuh Colaninno.

Baca Juga
3 Promotor Balap Motor Lintas Negara

Sejauh ini, harapan Colaninno belum terpenuhi. Setelah 7 dari 19 balapan, Aprilia masih tertinggal jauh di klasemen sementara MotoGP 2018. Aprilia hanya menduduki peringkat 18 dengan Aleix Espargaro yang kemas 13 poin. Sedangkan Scott Redding yang mulai 2019 akan digantikan oleh Andrea Iannone tertinggal di peringkat 20 dengan 9 poin.

Aprilia terus mengalami kemunduran sejak ditinggalkan oleh Gigi Dall'Igna ke Ducati. Aprilia telah memenangkan 54 gelar dunia dalam sejarahnya. Setelah kepergian Dall'Igna, Aprilia hanya menambah gelar di World Superbike (WSBK) pada tahun 2014 dengan Sylvain Guintoli menjadi juara umum.

Karier cemerlang Dall'Igna dengan Aprilia berakhir pada tahun 2013 ketika ia menerima tawaran Ducati. Padahal banyak torehan prestasi yang dibukukan bersama Aprilia. Sejak kepergian Dall'Igna, banyak teknisi terkemuka lainnya yang mengikuti jejaknya.

Pada Mei 2017, Direktur Proyek MotoGP Marco Bertolatti bergabung dengan KTM. Setelah musim 2016, Kepala kru Diego Gubellini juga memilih hengkang ke Marc VDS. Sedangkan Andrea Bonassoli pindah ke Pata Yamaha untuk ajang WSBK. Pengurangan staf Aprilia belum berakhir.

Kegagalan Aprilia dalam menjaga keutuhan 'rumah tangganya' juga diberitakan karena minimnya sumber keuangan yang diperlukan untuk bersaing dengan lima produser lainnya. Selain itu, tak banyak sponsor yang tertarik dengan proyek Aprilia di MotoGP.

Baca Juga
Tanpa Sponsor, Andre Sondakh Turun di MXGP Pangkal Pinang
Piala Dunia Jadi Turnamen Favorit James Rodriguez

Text : Suhartono | Photo / Video : Twitter Speedweek | Editor: Andi Wahyudi | 25 June 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company