image

UCI Bakal Larang Penggunaan Tramadol

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : UCI | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: Velonews | 26 June 2018

SPORTKU.COM

Federasi bersepeda internasional UCI berencana untuk melarang penggunaan tramadol di kalangan atlet balap sepeda.

Aturan tersebut rencananya akan diberlakukan pada ajang Kejuaraan Dunia jalan raya (road), track dan MTB.

Hal itu dijabarkan dalam “rencana strategis untuk empat tahun ke depan” UCI, setelah menggelar rapat Komite Manajemen di Perancis beberapa waktu lalu. Langkah yang disebut dengan "Agenda 2022" itu merinci sejumlah tujuan jangka panjang dari lembaga tersebut, termasuk rencana untuk melarang tramadol - obat kontroversial dalam persaingan - dan mendorong kesetaraan yang lebih besar dalam balapan wanita serta event Kejuaraan Dunia gabungan dari beberapa disiplin atau nomor.

Tramadol opioid, yang saat ini masih tergolong legal, adalah obat penghilang rasa sakit yang ampuh. Namun, zat ini memiliki efek samping yang kuat, termasuk rasa kantuk yang serius. Dengan banyaknya atlet yang mengalami efek samping tersebut membuat banyak orang yang terlibat dalam olahraga menyerukan larangan penggunaan obat tersebut.

Baca juga:
PERJUANGAN TIMNAS XC DI KEJUARAAN MTB ASIA 2018

Sebuah tim, yang menjadi bagian dari MPCC, sudah melarang penggunaan tramadol. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan tramadol masih populer dalam peloton profesional.

"Proses (pelarangan) ini kini sedang berlangsung dan dalam jangka pendek akan mengarah terintegrasi ke dalam Peraturan Medis UCI untuk melarang tramadol." Agenda tersebut juga termasuk larangan penggunaan glukokortikoid di peloton.

Menurut pengumuman di situs UCI, para ahli internasional akan diberi tugas untuk mendefinisikan "tes” mana yang harus dilakukan sebelum kompetisi untuk mendeteksi kemungkinan kekurangan adrenal yang akan menjadi kontraindikasi medis pada kompetisi.

Langkah-langkah baru itu ditargetkan berlaku 1 Januari 2019 mendatang.

Sedangkan dalam hal kesetaraan gender, UCI juga akan melakukan beberapa perubahan yang diterapkan di berbagai disiplin dalam waktu dekat.

"Persetujuan UCI" akan diperlukan untuk "semua jenis pakaian yang dikenakan oleh host dan hostes, atau representasi yang setara dari dua jenis kelamin" di Kejuaraan Dunia, dimulai pada Kejuaraan Dunia jalan raya 2018 di Innsbruck.

Selanjutnya, Komite Manajemen juga menyetujui tentang hadiah uang yang setara untuk pria dan wanita, pada event Piala Dunia Cyclocross. Komite tersebut juga akan menambahkan kategori junior wanita pada seri balapan tersebut, mulai tahun 2020.

Sedangkan terkait Kejuaraan Dunia gabungan dari beberapa disiplin, UCI akan menggelar setiap empat tahun.

"Dokumen ini juga mengandung konsep yang sama sekali baru: satu acara menyatukan beberapa Kejuaraan Dunia di tempat yang sama, pada saat yang sama, sebagai bagian dari festival bersepeda yang sudah terdengar fantastis," kata Presiden UCI David Lappartient dalam situs UCI.

“Dunia yang telah terkonsolidasi akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia jalan raya, sepeda gunung, trek, BMX dan acara lainnya, dan akan berlangsung selama dua setengah minggu, berjalan di setiap tahun sebelum Olimpiade, mulai tahun 2023,” tutup pernyataan tersebut.

Baca juga:
SOAL GYMKHANA PUTARAN KETIGA JOGJAKARTA 2018

Presiden UCI David Lappartient
david-lappartient-6316629937aba86.jpg

 

Text : Adi Supriyatna | Photo / Video : UCI | Editor: Andi Wahyudi | Media Source : Velonews | 26 June 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company