image

Menanti Hattrcik Adrianza di Kejurnas Slalom

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 28 June 2018

SPORTKU.COM

Menghadapi putaran ketiga Kejurnas Slalom, Adrianza berharap doa yang terbaik untuk mempertahankan singgasananya.

Dua putaran berlalu, Adrianza Yunial peslalom Toyota Team Indonesia masih kokoh di puncak klasemen kelas F dengan perolehan 50 poin. Kedigdayaan Anza (sapaan akrabnya) selama dua seri sebelumnya yang berlangsung di Bandung dan Tegal, patut diperhitungkan. Pasalnya, peslalom yang juga tercatat sebagai lawyer ini telah mengantisipasi mengenai lintasan aspal Mandala Krida, Jogjakarta yang terkenal cukup tricky.

Dalam bincang-bincangnya bersama SPORTKU, Anza, mengatakan ada beberapa hal yang menjadi konsentrasi di pertarungannya nanti. "Ya mudah-mudahan saya bisa berikan yang terbaik, mohon doanya saja," buka Anza dalam sambungan teleponnya.

"Jogja cukup tricky juga, saya belum lihat juga aspalnya kaya gimana. Karena saya melakukan latihan di Maguwo, sedangkan untuk Mandala Krida belum kelihatan, kalau zaman dulu kan di beberapa sesi ada aspal yang banyak pasirnya. Nah kalau begitu kan harus benar-benar hati-hati, kalau kekencengan bisa overshoot, dan kalau kelambatan juga terlalu hati-hati kalah waktu," tambah Anza.

Baca juga
Tantangan Berat di Kejurnas Slalom Jogja

Salah satu yang menjadi strategi Anza untuk mempertahankan singgasananya adalah dengan melihat yang terjadi di heat pertama dan heat kedua. Karena menurutnya, dengan memperhatikan kesalahan yang dibuat oleh lawan maupun dirinya di heat pertama dan kedua, bukan tidak mungkin menjadi pembelajaran baginya untuk tampil maksimal di heat final.

"Kalau melihat dari soal, standar kejurnas kan seperti ini. Tinggal kesiapan pebalap dan mobilnya aja. Antisipasinya adalah biasanya saya membaca kondisi dulu di heat satu dan heat dua, dengan melihat lawan atau saya yang melakukan kesalahan, nah itu bisa jadi kuncian untuk final. Kita pelajarin kesalahan di heat satu dan heat dua," tambah Anza.

Sementara itu, untuk mempertahankan puncak klasemen, Anza harus beradu strategi dengan rekan satu timnya sendiri, yakni Demas Agil dan Anjasara Wahyu yang menempati posisi kedua dan ketiga di klasemen sementara kelas F.

"Kalau antara peta persaingan, semuanya berat. Baru seri ketiga, poin juga masih sangat mepet-mepet satu dengan yang lainnya. Di bawah saya ada Demas dengan 40 poin, dan di bawahnya Demas ada Anjas," imbuhnya.

Baca juga
Silang Pendapat Perihal Soal Gymkhana

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 28 June 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company