image Australia gagal mengulang prestasi di Piala Dunia 2006 saat lolos ke 16 besar Meski sukses kandaskan Jerman, Korea Selatan harus pulang lebih dulu Iran tersungkur di grup B

Benua Asia Belum Bisa Berbicara Banyak di Piala Dunia 2018

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 5 July 2018

uploads/news/2018/07/benua-asia-kembali-gigit-21576a3d2e5f864.JPG

Benua Asia Kembali Gigit Jari!

negara-asia-di-pildun-24229611d0c423e
negara-asia-di-pildun-97603d40958ef3e
negara-asia-di-pildun-16419269c739949
SPORTKU.COM

Sebagai benua terluas di dunia, ternyata Asia belum bisa berbicara banyak di Piala Dunia 2018.

Meloloskan lima wakil ke Piala Dunia 2018, namun hingga memasuki perempat final saat ini, tidak ada satupun benua Asia yang tersisa di Rusia. Tercatat dari Arab Saudi, Iran, Australia, Korea Selatan, dan Jepang, hanya nama terakhir yang bisa lolos ke 16 besar, karena sisanya terhenti di fase grup.

Padahal, jika melihat dari cara bermain wakil Asia di Piala Dunia kali ini tidaklah buruk-buruk amat. Hal itu bisa dilihat dari Korea Selatan yang bisa menjungkalkan jawara 2014, Jerman 2-0. Kemudian ada Jepang yang luar biasa lolos ke 16 besar sebelum disingkirkan secara menyakitkan oleh Belgia.

Jika melihat catatan hal di atas, sebenarnya kualitas Asia tidak terlalu tertinggal jauh, terutama untuk dua tim Asia Timur, Jepang dan Korea Selatan. Dua tim Asia yang selalu langganan tampil di putaran final Piala Dunia. 

Baca Juga:
Vinales Optimis Hadapi Sisa Musim

Tercatat, negeri ginseng sudah 10 kali merasakan Piala Dunia dan menjadi negara Asia yang paling banyak tampil. Kemudian di posisi kedua ada Jepang, Iran, Arab Saudi, dan Australia yang sama-sama sudah lima kali bermain di turnamen Jules Rimet. 

Untuk pencapaian terbaik pun, Korea masih memimpin. Taeguk Warrios sukses mencapai semifinal pada Piala Dunia 2002 lalu ketika menjadi tuan rumah. Namun, setelahnya tidak ada lagi wakil Asia yang berbicara banyak di Piala Dunia karena selalu mentok di babak 16 besar. 

Jika melihat dari cara bermain, Jepang sebenarnya yang dianggap bisa mendekati level tim dari Eropa. Hal itu terlihat jelas saat menghadapi Belgia, karena sempat unggul dua gol lebih dulu. Namun, sebuah kesalahan kecil di menit akhir akhirnya mengubur impian mereka. 

Kesalahan kecil inilah sepertinya yang menjadi masalah negara Asia. Secara kedisiplinan bermain, harus diakui memang Eropa dan Amerika Selatan masih lebih baik, inilah yang harus dibenahi pada Piala Dunia 2022 mendatang di Qatar. Karena jika hal itu dibenahi bukan tidak mungkin, negara Asia bisa berbicara banyak di Qatar yang notabene dilangsungkan di Asia. 

Karena menjadi ironi tersendiri mengingat Asia merupakan benua terluas di dunia dibanding Eropa atau Amerika Selatan yang selama ini selalu mendominasi. Memang di Piala Dunia 2018 ini negeri benua kuning belum bisa memberikan prestasi, namun siapa tahu empat tahun mendatang semuanya bisa berubah, kita tunggu saja bersama ya.

Baca Juga:
Pemain Termahal Piala Dunia 2018

Baca Juga:
Sanggupkah Kroasia Ulangi Momen 1998?

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 5 July 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company