image Kiper berambut kribo tersebut membuat Jerman frustasi di Rusia Penampilan heroik Ochoa di Piala Dunia 2014

Ochoa, Kiper Spesialis Piala Dunia

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Dedi Hermawan | 9 July 2018

uploads/news/2018/07/ochoa-kiper-spesialis-piala-17246d22a261fb5.jpg

Ochoa, Kiper Spesialis Piala Dunia

guillermo-ochoa-478346766666f89
guillermo-ochoa-6751724b8702d7f
SPORTKU.COM

Nama Guillermo Ochoa kembali dikenal publik saat Piala Dunia 2018 berlangsung, padahal sebelumnya ia seolah dilupakan karena kariernya yang tenggelam.

Ochoa merupakan kiper utama Timnas Meksiko saat ini, performanya sepanjang Piala Dunia 2018 tidak perlu diragukan lagi. Tercatat, ia sukses membuat 25 penyelamatan di Rusia, catatan tersebut membuatnya sampai saat ini menjadi kiper dengan jumlah save terbanyak.

Selain itu, saat Meksiko menghadapi Jerman di fase grup, Ochoa juga melakukan sembilan penyelamatan gemilang. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak di satu pertandingan, dan hanya ada tiga kiper yang menyamainya, yakni Igor Akinfeev (Rusia) dan Thibaut Courtois (Belgia).

Kepiawaian Ochoa di bawah mistar gawang sebenarnya tidak hanya terjadi di Piala Dunia 2018 saja, tapi saat Piala Dunia 2014 lalu, aksinya membuat banyak orang berdecak kagum. Saat itu, ia berhasil membuat lini depan Brasil tampil mandul dengan enam penyelamatan luar biasa yang memaksa hasil imbang tanpa gol.

Baca Juga:
Jonathan Rea Tak Terkalahkan

Namun, kehebatan Ochoa sebagai kiper ternyata terjadi hanya di turnamen besar Piala Dunia saja. Karena di level klub, penampilan Ochoa terbilang biasa saja. Ia tidak pernah membela klub besar sepanjang kariernya. 

Sempat ada kabar memang yang membuat namanya melambung usai Piala Dunia 2014. Saat itu, dirinya dikaitkan dengan beberapa klub besar, salah satunya Manchester United. Namun, dirinya justru bergabung ke klub La Liga, Malaga, yang notabene klub papan tengah. 

Bersama Malaga performanya justru turun drastis dan sering membuat blunder hingga pada akhirnya semusim berselang ia dipinjamkan ke Granada. Bersama Granada, kondisi belum berubah. Penampilannya klub yang buruk membuat dirinya seolah berjuang seorang diri, hal itu terbukti karena meski kebobolan 82 gol ia terpilih sebagai pemain terbaik versi suporter Granada.

Barulah di musim panas 2017 lalu, mimpi buruk kiper berusia 32 tahun di tanah Spanyol berakhir setelah datang tawaran dari klub Belgia, Standard Liege. Meski bukan klub top di tanah Eropa, performanya yang semakin apik membuat posisi kiper utama Meksiko menjadi miliknya di Rusia.

Bukan tidak mungkin setelah Piala Dunia 2018 berakhir kariernya bisa terus menanjak tidak seperti 2014 lalu, sehingga pada akhirnya ia bisa membela klub besar. Tentu menjadi ironi tersendiri karena salah satu kiper terbaik di dua edisi Piala Dunia kariernya justru melempem di level klub.

Baca Juga:
Inggris Menang, Apakah Ibrahimovic Memenuhi Tantangan Beckham?

Baca Juga:
Kesuksesan Inggris Diiringi Banyak Rekor

 

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Dedi Hermawan | 9 July 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company