image

Ini Alasan Mengapa Serie A Musim 2018/2019 Wajib Ditonton

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Nike Official | Editor: Andi Wahyudi | 25 July 2018

SPORTKU.COM

Serie A musim 2018/2019 kali ini bisa dikatakan akan menjadi tontonan bola yang memikat, mengapa? Ini alasannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, penggemar sepak bola mengalihkan perhatian mereka dari Serie A lantaran liga tertinggi sepak bola Italia itu banyak hanya dihuni oleh pemain tua dan pemain buangan dari liga-liga besar Eropa lainnya.

Selain itu dominasi Juventus dalam tujuh musim terakhir membuat Serie A menjadi tak menarik lantaran persaingan di sana dianggap kurang greget bila dibandingkan dengan liga-liga top Eropa lainya.

Meski demikian, nampaknya Serie A musim 2018/2019 ini akan mengubah citra mereka tersebut bila menilik dari aktivitas bursa transfer klub-klub kontestan, terutama klub-klub besar di sana sebagai upaya untuk menghentikan dominasi Juventus.

Runner-up musim lalu, Napoli memang kehilangan Maurizio Sarri yang telah berhasil membuat tim asal Naples sebagai pesaing kuat Juventus dalam tiga musim terakhir. Meski demikian, mereka kedatangan pelatih kaya pengalaman dan prestasi, Carlo Ancelotti .

Dengan bermodalkan warisan skuat milik Sarri, Napoli asuhan Ancelotti diprediksi akan menjadi calon kuat juara Serie A musim ini, terlebih mereka sukses mendatangkan pemain seperti Simone Verdi dan Alex Meret serta dipertahankannya motor serangan mereka, Marek Hamsik dan Dries Mertens.

Di tangan Ancelotti, Napoli musim diprediksi ini akan menjadi tim yang lebih matang dan lebih lapar untuk bisa memenangkan gelar.

Pesaing scudetto Juventus lainnya, Roma kini semakin menunjukan bahwa klub mereka bukan lagi sebagai klub tempat belanja pemain, melainkan sebagai tim yang gemar belanja pemain. Tercatat, tim berjuluk Giallorosi itu telah mengeluarkan dana sebesar 133 juta euro atau sektiar Rp2 triliun untuk mendatangkan 13 pemain baru.

Adapun pemain yang sukses direkrut Roma antara lain Javier Pastore (Paris saint-Germain), Justin Kluivert (Ajax), Gregoire Dafrel (Sassuolo), Davide Santon (Inter Milan) Robin Olsen (FC Copenhagen), Ante Coric (Dinamo Zagreb), Bryan Cristante (Atalanta) dll.

Kesuksesan mereka merekrut pemain berkualitas, misalnya saja Justin Kluivert yang hanya dibeli dengan harga 17 juta Euro atau sekitar Rp288 miliar dari Ajax, sebuah harga yang murah bila menilik dari reputasinya sebagai salah satu pemain masa depan Timnas Belanda yang berhasil didapat Roma setelah sebelumnya harus bersaing dengan Manchester United dan Barcelona.

Semua ini berkat Direktur Olahraga AS Roma, Monchi yang memang dikenal cerdas dalam negoisasi pemain dan merekrut pemain muda potensial yang bisa menjadi bintang di masa depan.

Roma memang kehilangan Alisson Becker ke Liverpool dan Radja Nainggolan ke Inter Milan. Namun, mereka sudah berhasil datangkan Olsen dan Coric yang dianggap memiliki kemampuan yang tak jauh beda dan bayaran serta harga sang pemain yang tak terlalu besar.

Baca juga
Rekor Baru Di Sirkuit Portugal

Bisa dibilang, Roma benar-benar serius menghadapi musim ini setelah sebelumnya hanya menjadi bayang-bayang Juventus. Meski mengeluarkan biaya besar, namun tim berjuluk Giallorossi itu terbukti melakukan aktivitas belanja yang tepat lantaran mereka sukses mengambil untung sebesar 123 juta euro dari penjualan pemainnya di musim ini sehingga neraca keuangan mereka tetap stabil.

Inter Milan yang sukses kembali bermain di Liga Champions musim ini lantaran menduduki posisi keempat di klasemen akhir Serie A juga melakukan perombakan besar-besaran pada skuatnya demi bersaing di musim depan.

Dilatih oleh Luciano Spaletti. Inter berhasil mendatangkan Nainggolan, pemain kunci Roma yang memiliki stat paling baik di Serie A dalam beberapa musim terakhir. Tak hanya itu, mereka juga berhasil mendatangkan wonderkids dari Argentina, Lautaro Martinez dan bek tangguh asal Lazio, Steven de Vrij.

Kehadiran punggawa baru bagi Inter tentunya diharapkan agar mereka tak lagi bergantung pada Mauro Icardi, kapten sekaligus striker Nerazzurri yang menjadi sosok sentral alias one man team dalam permainan tim.

Terakhir, Juventus sebagai penguasa Serie A tentu tak ingin kehilangan mahkota mereka. Bahkan mereka semaki berambisi tak hanya berprestasi di Italia, tetapi juga di Eropa dengan mengincar liga Champions.

Keseriusan mereka terlihat dengan mendatangkan Cristiano Ronaldo, sosok penting di balik kesuksesan Real Madrid menangkan Liga Champion sebanyak empat kali—tiga kali dilakukan secara buruntun.

Selain Ronaldo, Juventus juga sukses merekrut Joao Cancelo, Emre Can, dan Mattia Perin. Belum lagi saat ini mereka sudah memiliki deretan pemain hebat macam Gonzalo Higuain, Paulo Dybala, Mario Mandzukic, Douglas Costa, Juan Cuadrado dan Federico Bernardeschi.

Menilik dari perekrutan pemain yang dilakukan di bursa transfer musim panas kali ini, diprediksi persaingan dalam merebut titel Serie A akan terjadi kejutan entah itu lahirnya juara baru atau pengukuhan Juventus sebagai tim paling dominan. Tentu menarik untuk ditunggu siapa yang akan meraih scudetto di akhir musim nanti.

Baca juga
Stefer Rahardian bertarung di Filipina

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Nike Official | Editor: Andi Wahyudi | 25 July 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company