image

Nafas Berat Delvintor di Kejurnas Powertrack Dieng 2018

Text : Suhartono | Photo / Video : Instagram Delvintor | Editor: Andi Wahyudi | 26 July 2018

SPORTKU.COM

Seri 2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Powertrack 2018 menyuguhkan persaingan yang ketat dan tantangan bagi para crosser.

Sirkuit Sikidang Dieng, Jawa Tengah menjadi lokasi digelarnya Seri 2 Kejurnas Powertrack 2018. Penampilan para crosser dari berbagai wilayah di Indonesia mendapat tantangan berat. Bukan hanya persaingan antar pebalap yang menjadi ancaman mereka, namun kondisi cuaca di kawasan Sirkuit Sikidang yang cukup dingin juga menambah drama tersendiri.

Seri 2 Kejurnas Powertrack 2018 kali ini memang memberikan tantangan tersendiri bagi para crosser karena letak geografis yang berada pada dataran tinggi. Sehingga hal tersebut membuat suhu menjadi relatif rendah dan oksigen yang minim. Kondisi itu cukup menjadi tantangan berat bagi sebagian besar para pebalap motocross yang berlaga.

Hal yang sama dirasakan oleh Muhamad Delvintor Alfarizi. Meski menjadi crosser terbaik di Kelas MX2, namun tak mudah bagi pebalap asal Jawa Barat ini untuk mencapai garis finish. Crosser Djagung Dunlop Husqvarna VMX Pertamax Racing Daniel Tangka Team ini berada di peringkat teratas dengan total poin 45.

"Di Race 1 saya berhasil menduduki posisi terdepan, kalau dari hasil keseluruhan di Kelas MX2 dan MX1 saya menempati peringkat 3. Di Race 2 saya juga finish di posisi yang sama. Untuk hasil keseluruhan Kelas MX2 saya di peringkat teratas," ungkap Delvintor yang akrab disapa Adel.

Baca Juga
Puluhan Tahun Malaysia Gelar MotoGP, Indonesia Kapan?

Balapan yang sulit juga diakui oleh Adel. Dimana pada dia mengatakan jika dirinya melakukan start yang kurang bagus. "Apalagi yang Race 1, saya sempat nyangkut di tikungan kedua karena ada pebalap yang jatuh, jadi harus ngejar dari belakang," sambung Adel.

Tantangan lain yang juga menguras tenaga adalah kondisi sirkuit dan cuaca. Sirkuit Sikidang yang memiliki panjang sekitar 1,2 kilometer memang cukup menguras tenaga. Apalagi balapan dilakukan selama beberapa lap dengan minimnya oksigen. Bukan hanya fisik, kondisi motor juga harus terus dilakukan setting.

"Karena Dieng berada di dataran tinggi, jadi oksigennya tipis, ke fisik pengaruhnya lumayan. Nafas jadi rada berat, sama ke motor juga tenaganya jadi berkurang. Jadi kemarin dari latihan awal sampai Race 2 kita terus melakukan ubahan settingan."

"Untuk motor setting kita fokus ke bagian mesin. Semua sektor dimaksimali, tapi yang lebih difokuskan dari tenaga tengah ke atas. Kalau untuk sirkuitnya bagus, tanahnya rada gembur lebih mirip ke Eropa," pungkas Adel yang musim ini juga balapan di MX European Championship.

Baca Juga
Bekal Dimas Ekky Hadapi CEV Moto2 Aragon
Mbappe Rayu Kante Untuk Gabung PSG

Text : Suhartono | Photo / Video : Instagram Delvintor | Editor: Andi Wahyudi | 26 July 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company