Sang Ayah Tak Sehebat Rossi

Text : Suhartono | Photo / Video : Motosan | Editor: Andi Wahyudi | 27 July 2018

SPORTKU.COM

Banyak hal menyenangkan jika menelusuri dunia balap MotoGP. Seperti sisi lain dari seorang pebalap MotoGP yang bisa menjadi pembahasan menarik.

Salah satu pebalap yang memiliki banyak fans di dunia adalah MotoGP. Kiranya pas jika menggambarkan sosok Rossi sebagai flamboyan MotoGP satu dari sekian banyak pebalap yang ada. Apapun terkait tentang Rossi pasti akan menjadi booming.

Nama Rossi mulai dikenal di ajang balap Grand Prix (GP) sejak tahun 1996 ketika dirinya mulai terjun di Kelas 125cc. Tahun 1998 dia naik ke Kelas 250cc dan tahun 2000 ke 500cc dan kini masih tetap bertahan di kelas premier MotoGP.

Hingga kini Rossi menjadi salah satu pebalap dengan jumlah gelar juara dunia terbanyak. Totalnya, pebalap bernomor 46 ini telah mengantongi 9 kali gelar juara dunia di semua kelas (GP125 1 kali, GP250 1 kali, GP500 1 kali dan MotoGP 6 kali).

Menyinggung nama Rossi tentu tak lepas dari sang ayah Graziano Rossi. Valentino Rossi memang dilahirkan untuk menjadi pebalap. Dia tumbuh di lingkungan yang sangat mendukung kariernya. Perlu diketahui jika ayah Rossi juga merupakan seorang pebalap besar di era ’70-an.

Otomatis ia besar di lingkungan yang kental dengan atmosfer balap. Ketika anak-anak seusianya asyik dengan mainannya, Rossi bermain dengan motor balap sungguhan di tengah paddock pebalap ternama Luca Cadalora ataupun Loris Reggiani.

Baca Juga
Reinkarnasi Gold Star Racing Team (Video)

Graziano sendiri merupakan pria kelahiran Pesaro, Italia pada 14 Maret 1954 silam. Pada tahun 1977, Graziano turun balap untuk pertama kalinya di Kejuaraan Dunia. Saat itu turun bersama tim Suzuki dan finish di peringkat 13.

Pada tahun 1978, Graziano masih balapan di GP500 dan juga masih dengan motor balap Suzuki. Di musim tersebut dia hanya hanya turun balap 2 kali di Perancis finish ke-6 dan di Finlandia yang hanya bisa bertengger di peringkat 9.

Graziano memiliki tahun terbaiknya pada musim balap 1979 ketika ia meraih tiga kemenangan dan lima podium. Namun hasil tersebut dia torehkan bukan di Kelas GP500, melainkan di Kelas 250 dengan motor balap Morbidelli. Musim balap 1979 Graziano mengakhiri musim di posisi 3 besar.

Sementara di Kelas GP500 tahun 1979, Graziano hanya bisa kemas 2 poin dan membawanya ke posisi 31 di klasemen akhir. Pada tahun 1980 dan 1981, Graziano masih menjadi seorang pebalap di Kelas GP500. Sebelum akhirnya di tahun 1982 hengkang ke Yamaha. Sekaligus itu menjadi tahun terakhirnya di Kejuaraan Dunia.

Jika dibandingkan sama sepak terjang sang anak, Graziano memang tak ada apa-apanya dengan Rossi. Selama balapan, Graziano telah melakukan 20 kali start. Di mana dia hanya bisa 3 kali menang, 7 kali podium, 1 kali posisi pole dan total hanya kemas 114 poin.

Baca Juga
5 Pebalap Motor Indonesia Go International di Musim 2018
Rekam Jejak Karier Papa Crutchlow, dari Sepakbola Hingga MotoGP

Text : Suhartono | Photo / Video : Motosan | Editor: Andi Wahyudi | 27 July 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Galeri DragBike Moge 402Meter

Galeri DragBike Moge 402Meter

DRAG BIKE
Penyesalan Dalam Karier Balap Rossi

Penyesalan Dalam Karier Balap Rossi

MOTOGP
Pebalap Indonesia Tembus Podium Teratas

Pebalap Indonesia Tembus Podium Teratas

ROAD RACE
Pirelli Berjaya di Kejurnas Motoprix

Pirelli Berjaya di Kejurnas Motoprix

ROAD RACE

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company