image

Penantian Berharga Eko Yuli Irawan

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Unilever Indonesia | Editor: Andi Wahyudi | 26 August 2018

SPORTKU.COM

Inilah emas perdana Eko Yuli Irawan sebagai lifter di ajang Asian Games sejak debut pada tahun 2010 silam.

Tua-tua keladi, pribahasa ini nampaknya layak disematkan kepada lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan. Di usianya yang kini mencapai 29 tahun, dirinya berhasil meraih prestasi tertinggi di karirnya sebagai atlet angkat besi dengan meraih emas di Asian Games 2018.

Eko yang turun di cabang angkat besi putra 62 kg berhasil meraih menjadi juara umum setelah sukses mengangkat total beban sebesar 311kg dengan rincian 141kg di snatch dan 170kg di clean & jerk.

Raihan medali emas yang didapat Eko saat ini terbilang istimewa. Selain berhasil merebut di kandang sendiri lantaran ajang Asian Games 2018 kali ini digelar di dua kota di Indonesia, inilah emas pertama dirinya di ajang olah raga tertinggi di Asia ini.

Eko senditi tercatat mengawali debut di cabang olah raga angkat besi mewakili Indonesia di ajang Asian Games 2010. Di turnamen olah raga empat tahunan yang digelar di Guangzhou, China tersebut, ia sukses meraih perunggu.

Kemudian, prestasi serupa juga berhasil ditorehkan pemain kelahiran Lampung, 24 Juli 1989 itu di Asian Games 2014 Incheon dengan meraih medali perunggu.

Pria yang tercatat memenangkan empat medali emas di ajang SEA Games itu sempat mengejutkan dunia lantaran mampu meraih medali perak di ajang Olimpiade 2016 yang berlangsung di Rio, Brasil. Sebelumnya di Olimpiade sendiri dirinya hanya mampu memenangkan perunggu sebanyak dua kali, tepanya di Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012.

Baca juga
Unifikasi Korea Akhirnya Raih Medali

Berbau Keberuntungan?

Meski banyak yang memuji Eko yang berhasil meraih emas di cabor angkat besi, namun banyak yang mengatakan bahwa dirinya beruntung lantaran negara-negara kuat macam Cina dan Kazakhstan dilarang ikut serta lantaran terkena sanksi dari OCA karena atletnya terbukti melakukan doping.

Meski demikian, hal tersebut tentu tak sepenuhnya benar. Pasalnya, di ajang Asian Games 2018 kali ini, Eko sejatinya memiliki lawan tangguh yakni lifter asal Vietnam, Van Vinh Trinh.

Pada ajang Asian Games 2018 kali ini, Vinh Trinh Trinh hanya mampu mengangkat beban sebesar 299kg dengan rincian 133kg di snatch dan 166kg. Hasil ini membuat atlet Vietnam itu membawa pulang medali perak.

Meski demikian, sosok atlet asal Vietnam itu merupakan orang yang sama yang mengalahkan Eko di SEA Games 2017 silam dimana hal tersebut mematahkan rekor Eko yang sebelumnya sukses meraih emas di 2009, 2011, 2013, dan 2015.

Pada akhirnya, faktor keberuntungan memang menaungi Eko, namun bukan hal dominan. Persiapan mental dan latihan yang dilakukan dirinya sejauh ini menjadi hal yang lebih masuk akal sebagai penyebab mengapa dirinya bisa meraih emas perdana setelah delapan tahun berkarir di ajan Asian Games.

Tentunya emas menjadi kado berharga tak hanya bagi Eko yang tengah menantikan anak keduanya lahir, tetapi juga bagi Indonesia untuk menunjukan bangsa kita sebagai bangsa petarung yang tak kenal menyerah meski harus melakukan penantian cukup lama.

Baca juga
Lima Jebolan Ajax Amsterdam yang Fenomenal

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Unilever Indonesia | Editor: Andi Wahyudi | 26 August 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company