image

Indonesia Mendominasi, Pencak Silat Terancam Gagal ke Olimpiade?

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Muhamad Dahroji | Editor: Andi Wahyudi | 31 August 2018

SPORTKU.COM

Dominasi Indonesia di cabang pencak silat menghadirkan sejumlah kontroversi. Kehadiran pencak silat di Olimpiade kian dipertanyakan. 

Pencak silat, olahraga khas Indonesia yang baru pertama kali dipertandingkan di Asian Games 2018. Untuk itu, ekspektasi besar diarahkan kepada pesilat Indonesia yang akan turun untuk mendulang medali emas.

Pada akhirnya, hal tersebut terbukti karena secara luar biasa Indonesia berhasil memborong medali emas dengan raihan 14 medali dari 16 nomor yang dipertandingkan. Sangat luar biasa karena di awal, PB IPSI hanya menargetkan empat medali emas saja.

Kesuksesan ini pun menjadi hal yang sangat baik tentunya bagi Indonesia seandainya pencak silat bisa dipertandingkan di Olimpiade 2020 mendatang. "Atlet-atlet kami, anak-anak kami bisa berprestasi dengan baik, bisa mengangkat nama negara tentu kami bangga dengan mereka," jelas Ketua PB IPSI, Prabowo Subianto.

"Harapan kami tentu saja pencak silat bisa masuk di Olimpiade," lanjutnya.

Namun, kesuksesan Indonesia di pencak silat menemui masalah karena mendapat sejumlah kritik dari negara lain, seperti yang disampaikan Ketua Olimpiade Nasional Iran (NOC), Reza Salehi Amiri. Menurutnya, pencak silat merupakan hadiah bagi Indonesia sebagai tuan rumah di Asian Games 2018.

"Tindakan OCA yang mengakui pencak silat dan perolehan medali dari cabang olahraga tersebut di klasemen akhir Asian Games tidak dapat dibenarkan, tidak masuk akal dan sama sekali tidak adil," ungkap Salehi seperti dikutip dari situs Mehr.

Selain Iran, ada Singapura, dan Malaysia yang turut melakukan protes keras karena menilai wasit tidak adil. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Federasi Pencak Silat Asia (APSIF), Sheik Alauddin Yacoob Marican.

Ia berpendapat bahwa pada juri melakukan penilaian yang tidak sesuai. "Saya bicara soal nomor seninya saja. Ini olahraga profesional, saya lihat jarak nilai yang diberikan mencapai 20, ini gila," jelas Yacoob.

Baca Juga:
Tebak Bibir Chikakeyy dan Denchil

Ia pun menilai jika sistemnya terus seperti ini, maka kehadiran pencak silat di Asian Games selanjutnya akan sulit.

"Saya kecewa karena kalau begini Cina pasti berpikir kenapa mau memasukkan pencak silat di sana, sedangkan mereka tidak bisa menang. Seharusnya bisa dipikirkan masa depan dari olahraga ini," sambung pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kontingan Singapura itu

Bahkan menurutnya, dominasi Indonesia membuat pencak silat sulit masuk ke Olimpiade. Seperti diketahui, upaya Federasi Pencak Silat Asia belum menemui hasil membawa cabang ini bisa ditampilkan di Olimpiade

"Kalau sistemnya seperti ini pasti sulit. Masuk Olimpiade tidak mudah. Harus ada 40 negara yang berasal dari tiga zona berbeda yang punya NOC. Federasi juga harus transparan, sistem harus rapi juga," tandasnya.

Menanggapi keluhan seperti ini, Indonesia pun tidak mau ambil pusing. Menurutnya, kesuksesan Indonesia merajai pencak silat karena kualitas yang mumpuni dari para atletnya tanpa adanya bantuan juri.

"Juri ada dari beberapa negara. Tidak mungkin kami mengaturnya. Kecuali, jurinya dari Indonesia. Kalau mau berbuat curang, mungkin sejak awal saja menyusun jadwal pertandingan," ujar Ketua Harian PB IPSI, Edhy Prabowo.

"Ada rekam digital sehingga kita bicara kualitas saja. Kami dapat medali emas karena punya kualitas. Saya tidak berpikir Indonesia terlalu mendominasi silat sehingga olahraga ini akan dihapus. Kami main fair play di Asian Games 2018 dan pencak silat dan ini hanya batu loncatan agar bisa dipertandingkan di Olimpiade nantinya," paparnya.

Memang berkat pencak silat, Indonesia kini sukses bertengger di peringkat keempat perolehan medali di Asian Games 2018. Rinciannya adalah 30 medali emas, 23 perak, dan 38 perunggu.

Tentu saja hal itu menjadi prestasi yang membanggakan karena kontingen Indonesia bisa melampaui target dari pemerintah yang awalnya hanya mematok 16 medali emas.

Terlepas dari protes yang datang dari negara lain, kita sangat bangga dengan para pesilat Indonesia yang tampil luar biasa. Sekarang, kita hanya bisa berharap bahwa olahraga khas Indonesia ini bisa tampil di pesta olahraga terbesar dunia, yakni Olimpiade.

Baca Juga:
Hasil Undian Liga Champions 2018/2019

Baca Juga:
Kegelisahan Pesilat Putri Indonesia

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Muhamad Dahroji | Editor: Andi Wahyudi | 31 August 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company