image Volunteer Asian Games 2018 Para volunteer dengan setia melayani penonton

Curhatan Volunteer Selama Asian Games 2018

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 5 September 2018

uploads/news/2018/09/keluh-kesah-volunteer-asian-396111dcaeab98e.JPG

Curhatan Volunteer Asian Games

opening-asian-games-2018-504941436355c00
opening-asian-games-2018-5785028cd0a1ece
SPORTKU.COM

Pesta akbar olahraga terbesar se-Asia memang sudah berakhir, namun banyak cerita di dalamnya yang menarik, salah satunya dari para volunteer.

Gelaran Asian Games 2018 ini tentunya tidak akan terlaksana dengan baik tanpa kehadiran para volunteer yang setia bertugas selama event berlangsung. Diperkirakan untuk Asian Games ini, terdapat 13 ribu volunteer, baik yang bertugas di Jakarta maupun Palembang. 

Ya, kerja keras para volunteer memang patut diapresiasi karena mereka siap bertugas untuk membantu para atlet, penonton, maupun awak media yang meliput. Pastinya banyak suka duka selama Asian Games yang berlangsung kurang lebih dua pekan, kesedihan pun terpancar dari beberapa volunteer usai Closing Ceremony Minggu (2/9).

Di satu sisi mereka pasti senang karena tugas sudah selesai, namun di sisi lain mereka juga bersedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang selama Asian Games selalu bersama. 

“Akhirnya, alhamdulillah selesai, saya senang banget selama dua minggu ini bisa jadi volunteer. Ketemu banyak orang, banyak atlet dari beberapa negara. Kita juga senang, karena kebetulan di bagian media jadi bisa ketemu banyak wartawan, lihat kerja mereka, benar-benar kaya mimpi,” ujar Silfi salah satu volunteer.

“Kalau sedih mungkin ke rasa kehilangan ya karena selama dua minggu ini kita bareng-bareng setiap hari. Tapi berakhirnya Asian Games bukan berarti akhir dari pertemanan kita. Kita masih bisa kontak dan ketemu pastinya,” tambah Eki. 

Menjadi seorang relawan tentunya harus siap bertemu dengan karakter banyak orang. Apalagi, ajang seperti Asian Games yang diikuti banyak negara, hal kurang mengenakkan juga pernah dihadapi oleh para volunteer ini.

“Paling hal ngga enak saat mereka kalah, ada atlet yang ngga mau diwawancara, hal itu sangat sulit ya untuk saya di bagian media yang harus memenuhi keinginan jurnalis untuk wawancara. Yang ngga enak saat saya bertugas di voli dan saat itu tim putra Cina sedang bertanding, kalau mereka kalah, pelatihnya susah banget buat ngomong, mukanya juga jutek. Tapi kalau menang baru dia ngobrol panjang sama wartawan. Selain itu banyak atlet juga yang ngga bisa bahasa Inggris ya,” beber Silfi, mahasiswi di salah satu kampus negeri Jakarta.

Namun, selain momen yang tidak tak enak, ada pula cerita bahagia dari para volunteer. “Yang senang tuh kalau media asing puas dengan kinerja kita dan dia bilang thank you you’re the best, disitu kita kaya seneng dan bangga bisa membuat orang lain senang,” tutup Eki.

Ya itulah sekelumit cerita dari para volunteer Asian Games 2018. Memang hingga saat ini, semua yang berkaitan dengan event empat tahunan itu masih sulit dilupakan.

Baca Juga:
Menilik Masa Depan Real Valladolid

Baca Juga:
26 Pebasket Muda Mulai Disaring Lewat IBL Rookie Combine

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Suhartono | Editor: Andi Wahyudi | 5 September 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company