image

Apakah Luis Milla Layak Dipertahankan Indonesia?

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 5 September 2018

SPORTKU.COM

Apakah Luis Milla layak dipertahankan Indonesia? Mari kita bicara menggunakan data.

Luis Milla dipastikan gagal memenuhi target dari PSSI yang ingin agar Timnas Indonesia U-23 yang berlaga di Asian Games 2018 itu menebus babak semifinal. Pelatih asal Spanyol itu hanya sanggup membawa Rezaldi Hehanusa dkk mentok di babak 16 besar setelah kalah adu penalti dari Uni Emirat Arab beberapa waktu lalu.

Meski demikian, status Milla bersama Timnas Indonesia kini menjadi simpang siur kendati Ketua PSSI, Edy Rahmayadi mengaku dirinya tetap ingin agar mantan punggawa Real Madrid dan Barcelona itu tetap melatih tim berjuluk Merah Putih lebih lama, tepatnya untuk membimbing hingga selesai gelaran Piala AFF 2018 yang akan berlangsung pada November-Desember 2018 mendatang.

Sementara Milla sendiri belum memberikan jawaban pasti soal kesediaan dirinya untuk menandatangi kontrak baru bersama PSSI. Kondisi simpang siur ini tentu bukan hal baik bagi Indonesia yang akan mempersiapkan diri menghadapi turnamen sebesar Piala AFF.

Di luar soal di atas bila kita berbicara statistik, sesungguhnya apa yang dilakukan Milla dalam setahun belakangan tepatnya sejak dirinya ditunjuk menukangi Timnas Indonesia dan Timnas Indonesia U-23 sejak Januari 2017 lalu rekornya cukup baik.

Dikutip dari penyedia statistik sepak bola, Lab Bola. Milla tercatat telah berhasil mengantarkan Indonesia menang sebanyak 14 pertandingan, sembilan imbang, dan 11 kali kalah hasil kombinasi Timnas Indonesia senior maupun U-23.

Dari sisi prestasi, Milla memang belum memberikan apa-apa. Namun, ia mampu menunjukan penaikan kualitas. Di ajang SEA Games 2017 tempat pertama dirinya melatih di sebuah turnamen berhasil mengantarkan Indonesia meraih medali perunggu.

Baca juga
Alasan Harry Maguire Tolak Pinangan Manchester United

Statistik Indonesia di ajang ini juga cukup baik, mampu mencetak 10 gol dan hanya kebobolan tiga gol.

Kemudian, di dua turnamen persahabatan, yakni Aceh World Solidarity Cup 2017 dan PSSI Anniversary Cup 2018, Timnas Indonesia di bawah kendali Milla juga mampu bermain baik meski gagal menjadi juara.

Di Aceh World Solidarity Cup, Indonesia hanya kalah dari Kyrgyzstan sehingga harus puas menempati posisi kedua di klasemen meski sukses mengalahkan Mongolia dan Brunei.

Sementara di PSSI Anniversary Cup, Indonesia juga menunjukan disiplin tinggi dengan hanya kebobolan satu gol dan menempati urutan ketiga di klasemen akhir.

Di ajang Asian Games 2018 yang menjadi puncak pencapain Milla, Indonesia mampu mencetak 13 gol dan kemasukan lima gol. Secara total, Indonesia di bawah asuhan Milla mampu mencetak 53 gol, kemasukan 32 gol, dan mencatatkan 16 pertandingan dengan catatan cleansheet.

Secara garis besar dengan statistik ini Milla layak dipertahankan, setidaknya sampai Piala AFF 2018 selesai kendati bayarannya cukup tinggi, yakni sebesar 160 ribu dollar atau sekitar Rp2,4 Miliar setiap bulannya.

Baca juga
Red Bull Ingin Tinggalkan F1

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 5 September 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company