image Papu Gomez dan Ban Kapten Modifikasinya (Twitter)

Pemberontakan Para Kapten di Serie A Soal Aturan Ban Kapten

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Footy Headlines | Editor: Andi Wahyudi | 8 September 2018

uploads/news/2018/09/aturan-ban-kapten-dan-4189059861be383.jpg

Pemberontakan Para Kapten Serie A

ban-kapten-serie-a-40360847b3b5358
SPORTKU.COM

Para pemain yang menjabat kapten di klub-klub Serie A merasa keberatan dengan pembatasan ekspresi terkait gambar di ban kapten mereka.

Dalam dua musim terakhir, ada sebuah tradisi unik di Serie A dimana kapten dari sebuah tim diperbolehkan menggunakan ban kapten yang bentuknya telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga kerap menampilkan pesan yang ingin disampaikan oleh pengguna.

Adapun pemain yang mengawali tradisi ini adalah kapten Atalanta, Alejandro "Papu" Gomez. Nyaris setiap pekan, pemain berkebangsaan Argentina itu mengubah-ubah tampilan ban kapten yang ia kenakan.

Hal yang paling mencolok adalah ketika Papu menggunakan ban kapten menggunakan foto anaknya yang disandingkan dengan tokoh film frozen. Selain itu, ia juga pernah menggunakan ban kapten gambar Tsubasa Ozora.

Kegiatan nyentrik inilah pada akhirnya diikuti oleh kapten-kapten tim lainnya di Serie A—dan pada akhirnya menjelma sebagai sebuah tradisi unik di kompetisi elit nomor satu di tanah Italia tersebut.

Meski demikian, tak semua pihak nampaknya senang dengan hal tersebut. salah satunya phak Liga Serie A. Mereka pun membuat aturan yang melarang memodifikasi ban kapten sehingga seluruh wajib menggunakan ban kapten dengan logo standar yakni berwarna putih dengan logo Serie A dan tulisan Capitano dalam huruf besar.

“Setiap pelanggaran atas keputusan akan diperhitungkan oleh badan di atas, mulai dari putaran berikutnya Kejuaraan Tim Serie A.” bunyi pernyataan pihak Liga Serie A.

Aturan penggunaan logo standar di Serie A pada ban kapten sendiri sejatinya sudah diterapkan sejak pekan perdana. Namun, tak semua kapten menuruti aturan tersebut.

Kapten AS Roma, Daniele De Rossi pun masih juga menggunakan ban kapten bertuliskan chant dari Curva Sud. Lalu, Kapten Fiorentina, German Pezzella juga tetap menggunakan ban kapten bertuliskan DA13 yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Davide Astori yang meninggal pada awal tahun 2018 lalu.

Pezzella sendiri mengaku bahwa dirinya siap dihukum lantaran mengabaikan aturan yang dibuat oleh Liga Serie A tersebut.

Baca juga
Alba Tegaskan Kesetiaan bersama Barcelona

Papu Gomez dan Ban Kapten Modifikasinya (Twitter)
ban-kapten-serie-a-40360847b3b5358.jpg

“Ban kapten Fiorentina kami dedikasikan untuk Davide Astori yang selama ini mewakili kami dan itu tak akan bisa diganti dan kami tak akan berunding soal itu. Jika pihak Liga (Serie A) memutuskan untuk mendenda kami, kami akan membayarnya,” ujar Pezella seperti dikutip dari Football Italia.

Papu selaku pencipta tradisi modifikasi ban kapten pun menolak menggunakan ban kapten standar. Di pekan perdana ia menggunakan ban kapten loreng bertulisan “57”. Melalui media sosial Instagram miliknya, dirinya pun mengeluhkan aturan yang dianggapnya membatasi permainan sepak bola yang seharusnya menyenangkan.

“Hari ini saya sangat menyesal karena saya menerima pernyataan Liga Serie A dimana mereka menjelaskan bahwa pada tahun ini, tidak ada pemain yang dapat menyesuaikan ban kaptennya sendiri," tulis Papu.

"Dua tahun yang lalu, ketika tidak ada yang pernah memperhatikan tampilan ban kapten, saya memiliki ide bagus untuk membuat gambar yang mewakili saya sebagai kapten, setiap permainan berbeda dan selalu tampil dengan rasa hormat. Tapi sayangnya di sepakbola hari ini, para pemain semakin tidak dihargai,” sambungnya.

Sementara itu, legenda sepak bola Italia, Damiano Tomassi mengambil jalan tengah. Ia tetap mengharapkan agar para pemain, khususnya kapten-kapten tim Serie A menghormati aturan Liga Serie A.

Namun, mantan pemain AS Roma itu pun mendorong kepada Liga Serie A untuk memperjelas peraturan yang dianggapnya membingungkan banyak pihak.

“Aturan yang dibuat liga sebenarnya tak membuat para pemain untuk menngunakan ban kapten tertentu. Aturan tersebut hanya menyebutkan bahwa para pemain harus menggunakan ban kapten yang sudah diverifikasi oleh pihak liga,” kata Tomassi dikutip dari Football Italia.

“Saya paham apabila para kapten menolak untuk mengikuti aturan dari pihak liga. Saya juga kaget karena aturan tersebut sudah diberlakukan tanpa adanya sosialiasi terlebih dahulu. Saya juga belum tahu apakah pihak liga akan memberikan verifikasi mengenai ban kapten yang telah dimodifikasi atau mereka akan lebih memilih untuk menggunakan desain milik liga," ungkapnya.

Baca juga
Cedera, Juara Bertahan Nadal Usai

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Footy Headlines | Editor: Andi Wahyudi | 8 September 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company