image

Waktunya Mourinho Angkat Kaki Dari Man. United

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Skysports | 9 September 2018

SPORTKU.COM

Jose Mourinho saat ini dalam sorotan tajam usai performa Manchester United yang terseok-seok di awal musim.

Penampilan klub yang bermarkas di Old Trafford tersebut di empat pekan awal Premier League memang mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, dari empat laga United hanya menang dua kali dan dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan.

Yang pertama saat ditaklukkan Brighton & Hove Albion dan berikutnya dari Tottenham Hotspur. Parahnya, saat menghadapi Spurs, mereka kalah tiga gol tanpa balas di kandang sendiri.

Hal tersebut jelas menjadi tamparan keras bagi penggemar The Red Devils. Untuk itu, saat ini masa depan Mourinho sebagai manajer pun dipertanyakan.

Sebenarnya bukan hal baru bagi Mourinho mengalami nasib buruk ketika melatih sebuah klub saat memasuki musim ketiga. Hal ini pun pernah terjadi saat dirinya menangani Chelsea.

Kala itu, dia kembali menangani Chelsea di awal musim 2013/2014. Kemudian, di musim perdananya ia memang belum berhasil membawa Chelsea menjadi juara karena hanya finis di urutan tiga klasemen akhir.

Baca Juga:
Perayaan 19 Tahun MCCI, Sekaligus Pemilihan Presiden Baru

Baru di musim berikutnya, Chelsea di bawah arahannya menjadi tim yang sangat tangguh. Hasilnya, di akhir musim Chelsea mendapat dua gelar, yaitu Piala Liga dan Premier League.

Atas keberhasilannya itu ia akhirnya diganjar tambahan kontrak selama empat musim. Namun, yang terjadi justru sangat mengejutkan. Di musim ketiganya, Mourinho mulai berulah, yang pertama saat dia berselisih dengan dokter tim, Eva Carneiro.

Kemudian, dia juga mulai dijauhi oleh para pemainnya di tim. Puncaknya pada Desember 2015 usai Chelsea menderita sembilan kekalahan dari 16 pertandingan. Saat itu, manajemen The Blues memutuskan mendepak Mourinho sebagai pelatih.

Menganggur selama setengah tahun, tidak butuh waktu lama bagi Mourinho kembali ke kursi pelatih. Kali ini, Manchester United yang mengontraknya dalam durasi tiga musim.

Banyak pro kontra saat penunjukkan Mourinho sebagai pelatih kala itu. Namun, ia tak mau ambil pusing hingga pada akhirnya di akhir musim United dibawanya berjaya di Piala Liga dan Liga Europa.

Dan di musim berikutnya, MU memang mengakhiri musim tanpa trofi. Tetapi, posisi mereka di klasemen akhir Premier League lebih baik karena duduk di urutan kedua di bawah Manchester City yang keluar sebagai jawara.

Kini, di musim ketiga, situasi yang sama seperti membesut Chelsea kembali terjadi. Performa MU yang tidak konsisten serta para pemain kunci yang sudah tidak menaruh kepercayaan tentu menjadi masalah bagi Mourinho.

Ditambah, hubungan buruknya dengan media Inggris akhir-akhir ini pasti membawa tekanan tersendiri. Belum lagi kabar Zinedine Zidane sebagai kandidat pengganti juga semakin santer terdengar.

Jika sudah seperti ini, mungkin sekarang sudah waktunya Mourinho untuk pergi mengangkat kakinya dari rumput hijau Old Trafford. Atau, dirinya masih menunggu hingga manajemen United memecatnya. Menarik untuk ditunggu, apakah nasib Mourinho seperti di Chelsea? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Baca Juga:
Negara Yang Akhiri Asian Games 2018 Tanpa Medali

Baca Juga:
Sambangi Borneo, Persija Jakarta 'Pincang'

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Skysports | 9 September 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Klub Indonesia Anti Degradasi

Klub Indonesia Anti Degradasi

FOOTBALL
Soal Tudingan Persija Juara Settingan

Soal Tudingan Persija Juara Settingan

FOOTBALL
Ronaldo Sindir Real Madrid

Ronaldo Sindir Real Madrid

FOOTBALL
Persija Berbenah Untuk Musim Depan

Persija Berbenah Untuk Musim Depan

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company