image Rodrigo merayakan gol ke gawang Inggris Spanyol menghajar Kroasia 6-0

Luis Enrique Kembalikan Identitas Spanyol

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 17 September 2018

uploads/news/2018/09/luis-enrique-kembalikan-identitas-6538668d7e8bdb9.jpg

Luis Enrique Kembalikan Identitas Spanyol

luis-enrique-spanyol-59985a2e2139f7a
luis-enrique-spanyol-68051535b7e66ab
SPORTKU.COM

Kedatangan Luis Enrique Matinez ke Timnas Spanyol ternyata mampu membawa perubahan besar di kubu La Furia Roja. Benarkah?

Era baru timnas Spanyol kini dimulai usai kegagalan di Piala Dunia 2018 lalu. Dimana Spanyol harus tersingkir di 16 besar usai kalah adu penalti dari tuan rumah Rusia. 

Sebenarnya tanda-tanda kegagalan Spanyol di Rusia sudah bisa ditebak sejak awal. Pasalnya, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) membuat keputusan mengejutkan dengan memecat Julen Lopetegui dan menggantikannya dengan Fernando Hierro. 

Dan kini masa kelam tersebut seolah telah berlalu setelah RFEF menunjuk Luis Enrique sebagai arsitek anyar Sergio Ramos dkk. Kedatangan Enrique seakan menjadi era baru Spanyol karena sudah tidak ada lagi nama-nama seperti Andres Iniesta, Gerard Pique, dan David Silva.

Kini yang menjadi andalan adalah Saul Niguez, Isco, dan Marco Asensio. Serta di lini depan, Enrique mengandalkan Rodrigo serta Iago Aspas sebagai ujung tombak.

Yang menarik, di era Enrique ini tercatat hanya ada dua pemain Barcelona yang dipanggil ke timnas Spanyol. Ini merupakan jumlah yang sangat sedikit mengingat sejak 2008 lalu, kerangka Spanyol terdiri dari para pemain Blaugrana.

Lebih menarik lagi karena yang lebih mendominasi saat ini justru para pemain Real Madrid. Tercatat ada tujuh pemain Los Blancos yang dipanggil Enrique dalam dua laga UEFA Nations League menghadapi Inggris dan Kroasia.

Hasilnya pun sangat memuaskan, dari dua laga tersebut Spanyol sukses meraih dua kemenangan. Saat bertemu Inggris, mereka menang 2-1 dan hebatnya, finalis Piala Dunia 2018 lalu, Kroasia dicukur dengan skor telak enam gol tanpa balas.

Jika ditilik secara formasi, mantan pelatih Barcelona dan AS Roma itu menerapkan taktik favoritnya 4-3-3. Namun, kini aliran bola yang biasanya cenderung lambat menjadi lebih cepat.

Tidak jarang umpan langsung ke kotak penalti dilakukan oleh Spanyol era Enrique ini. Hal serupa pernah terjadi di Barcelona, saat penguasaan bola tidak lagi menjadi hal utama.

Dengan cara seperti ini pula, Barcelona di tangan Enrique memainkan bola lebih cepat ke depan tanpa melewati lini tengah terlebih dulu. Jika bicara soal hasil, Anda semua pasti tahu bahwa Enrique sukses mempersembahkan tiga gelar di tahun pertamanya membesut Lionel Messi Cs. 

Sangat menarik tentu saja melihat Spanyol yang kembali tampil garang bersama Enrique. Bayangkan saja, melihat Kroasia dihancurkan enam gol seperti hal yang mustahil.

Apalagi, saat itu Kroasia menurunkan hampir semua pemain andalan di Piala Dunia. Sekarang harapan tinggi tentu saja diletakkan di pundak Enrique untuk membawa tim matador kembali ditakuti seluruh dunia.

Dan untuk sementara ini, rasanya pantas jika kita katakan kalau Enrique sukses mengembalikan identitas Spanyol yang dikenal sangat garang oleh lawan-lawannya. 

Baca Juga:
Timnas Indonesia U-19 Terus Berbenah Jelang Piala Asia 2018

Baca Juga:
Basket Indonesia Luar Biasa!

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 17 September 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company