image

2 Pebalap Nakal di MotoGP, Pernah Terjerat Kasus

Text : Suhartono | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 17 September 2018

SPORTKU.COM

Kesuksesan menjadi seorang pebalap bukan hanya diukur dari skill mumpuni yang dimiliki. Namun mereka juga harus memiliki perilaku yang baik.

Sikap, tingkah laku atau perilaku seorang pebalap bisa menjadi faktor penentu kesuksesan. Sukses tidak hanya diukur dalam hal prestasi, namun juga sikap yang baik selama di sirkuit maupun di luar trek balap. Dengan attidude yang baik, maka seorang pebalap akan lebih dihargai ketimbang hanya sekadar naik podium juara.

Akan tetapi, menjaga sikap untuk terus bertingkah baik bukanlah hal mudah. Ada saja godaan atau sebab yang membuat seorang pebalap melenceng dari sikap baiknya. Dalam hal ini, bahkan ada beberapa kasus yang membuat seorang pebalap menjadi sorotan.

Berikut dua pebalap Moto2 yang pernah membuat heboh dengan sikap buruknya.

Baca Juga
10 Kemenangan Dramatis Valentino Rossi

1. Hector Barbera
Mantan pebalap MotoGP yang turun di Kelas Moto2, Hector Barbera harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pebalap kelahiran Dos Aguas, 2 November 1986 silam ini ditahan polisi setelah tertangkap mabuk pada saat mengemudi mobil. Peristiwa ini berlangsung awal Juni 2018 lalu.

Pada saat ditangkap polisi, Hector Barbera yang sudah berusia 31 tahun sedang mengemudi di kota metropolitan Valencia, Spanyol dengan mobil sport Audi R6. Polisi memperhatikan mobil yang dikemudikan Hector Barbera melaju dengan kecepatan tinggi.

Setelah ditangkap, Hector Barbera langsung menjalani pemeriksaan intensif. Hector Barbera ternyata mengkonsumsi alkohol melebihi batas yang diizinkan. Ada kandungan 0,67 miligram, sedangkan batas yang diperbolehkan adalah 0,60 miligram di Spanyol.

Kasus Hector Barbera karena kasus alkohol ternyata berbuntut panjang. Tak hanya harus berurusan dengan pihak kepolisian, namun dirinya juga harus dipecat dari tim balap Pons HP40. Sebagai gantinya, Pons HP40 akhirnya menunjuk Augusto Fernandez untuk menggantikan Hector Barbera.

Hector Barbera memang terbilang pebalap 'nakal'. Sebab penangkapan Hector Barbera ini bukan untuk kali pertamanya. Pada tahun 2014 lalu, mantan pebalap Reale Avintia Racing Team ini juga harus berurusan dengan polisi. Saat itu, Hector Barbera ditangkap karena mengemudi mobil sport Maserati tanpa SIM.

Sebelumnya, Hector Barbera juga dijatuhi hukuman penjara enam bulan karena terlibat pertengkaran dengan pacarnya di sebuah hotel di Jerez. Tetapi hukuman itu kemudian diubah menjadi hukuman percobaan. Dan Hector Barbera hanya dikenakan wajib lapor.

Pada 2012, Barbera juga ditangkap karena melanggar lampu merah di Kota Valencia ketika mabuk dan terlalu ngebut. Saat itu, Hector Barbera secara resmi meminta maaf dalam surat dan mengakui tentang perilakunya yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga
Deretan Pebalap Indonesia Dilatih Valentino Rossi

2. Romano Fenati
Romano Fenati, pebalap Moto2 ini baru saja membuat heboh di Sirkuit Misano, San Marino dengan aksi buruknya saat balapan. Saat balapan tengah berlangsung, terjadi insiden tak terpuji yang dilakukan oleh Fenati dengan menarik tuas rem depan motor balap milik Stefano Manzi.

Akibatnya, Fenati yang merupakan penalap Marinelli Snipers Team diberhentikan dari balapan dengan dikibarkannya bendera hitam. Setelah balapan selesai, FIM MotoGP Stewards menjatuhkan sanksi yang lebih berat kepada Fenati. Pebalap Italia itu dilarang balapan di dua seri berikutnya di Sirkuit Aragon, Spanyol dan di Sirkuit Chang, Thailand.

Namun setelah balapan usai, akibat yang lebih buruk harus diterima oleh Fenati. Sebab, dirinya langsung dipecat oleh Marinelli Snipers Team. Bahkan mantan murid Valentino Rossi ini juga harus diputus kontraknya dari MV Agusta dan Formard Racing. Sebelumnya, Fenati telah dikontrak oleh MV Agusta dan Forward Racing untuk Moto2 2019.

Bahkan aksi Fenati tarik tuas res Manzi juga disorot oleh FIM. Fenati telah dipanggil FIM untuk diminati keterangan atas insiden tersebut. Sedangkan federasi balap motor Italia, FMI telah menjatuhkan hukuman larangan balap dan mencabut ijin balap Fenati.

Fenati sebelumnya juga dikeluarkan dari sekolah balap milik Rossi di VR46 Academy karena masalah perilaku tak terpuji. Di Moto3 Argentina 2015, Fenati diberi tiga poin penalti karena menendang Niklas Ajo dan mematikan motornya di akhir sesi pemanasan.

Baca Juga
Pebalap Wanita Pertama di MotoGP

Text : Suhartono | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 17 September 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company