image

Kenal Lebih Dekat Jendi Pangabean

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sonny Hastara | Editor: Andi Wahyudi | 19 September 2018

SPORTKU.COM

Inilah profil singkat altet paraswimming andalan Indonesia di ajang Asian Para games 2018, Jendi Pangabean

Jendi Pangabean merupakan atlet paraswimming andalan Indonesia. Namanya mulai dikenal khalayak banyak ketika dirinya sukses memborong lima medali emas di ajang ASEAN Para Games 2017 yang berlangsung di Malaysia.

Dalam acara #ParaInspirasi dengan Karyawan Citibank yang berlangsung di Citibank Tower, SCBD,Jakarta Selatan, Selasa (18/9) Jendi banyak menceritakan masa kecilnya sebelum menjadi atlet paraswimming yang berprestasi saat ini.

Jendi mengatakan bahwa dirinya bukanlah suku Batak meski ada nama Pangabean di belakangnya. Ia mengaku bahwa nama tersebut merupakan pemberian ayahnya yang senang dengan nama tersebut.

“Pangabean bukan marga. Saya asli orang Sumatera Selatan, Palembang. Asal mulanya itu karena bapak saya senang dengan nama Pangabean,” kata Jendi.

Atlet berusia 27 tahun itu mengatakan bahwa dirinya dahulu terlahir normal. Namun, saat ia kecil, dirinya pernah menjadi korban kecelakaan motor sehingga kakinya harus diamputasi.

"Saya dulu terlahir normal. Sampai pada usia 12 tahun saya mengalami kecelakaan, dan harus diamputasi. Saya mengalami kecelakaan naik motor, saya dibonceng teman saya. Teman saya gak papa, saya yang jadi korban," ungkap Jendi.

Baca juga
MTB Baru Sam Hill

"Dalam kondisi seperti itu, saya tetap sadar sampai saya dioperasi. Itu tak bisa dibayangkan bagaimana kondisi tubuh saya pada saat itu. Tapi saya tetap sadar. Jadi itu menandakan saya orang yang kuat," sambungnya.

Jendi sendiri mengaku mengawali menjadi atlet renang saat dirinya bersekolah di Kota Palembang. Saat itu ia dikenalkan dengan olahraga untuk kaum disabilitas.

“Saya tahu saya punya bakat di air karena waktu kecil saya senang berenang. Tapi mungkin jarang di kolam, tapi di sungai. Jadi saya punya bakat alam. Alhamdulilah ada klub renang yang mau menerima saya,” ujarnya.

Meski dirinya seorang disabilitas, namun Jendi mengaku menerima program latihan yang sama dengan orang normal.

“Saya latihan sama dengan orang normal. Program latihannya sama dengan orang yang normal. Pernah suatu saat dibedain karena saya disabilitas, saya gak mau. Saya mau program yang sama dengan orang biasa,” tuturnya.

Tak heran bila pada akhirnya, Jendi tak butuh waktu lama untuk sukses. Di tahun 2012, bakatnya terpantau lewat Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) dengan meraih dua medali emas, satu perak dan satu perunggu.

“Terus di 2012 juga saya mulai masuk timnas untuk ikut pelatnas. Alhamdulilah juara internasional pertama itu di ASEAN Para Games 2014 di Myanmar saya dapatkan dua emas dan satu perak. Untuk medali terakhir yang saya capai selain lima medali emas di ASEAN Para Games 2017 di Malaysia kemarin. Terakhir pada bulan Juli lalu saya dapatkan satu emas satu perak satu perunggu di kejuaraan dunia,” katanya.

Baca juga
Kejuaraan Dunia UCI Jalan Raya

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sonny Hastara | Editor: Andi Wahyudi | 19 September 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company