image Rachel Atherton saat tampil di Kejuaraan Dunia Downhill (Foto: UCI) Rachel Atherton (Foto: Redbull.com) Rachel Atherton di Kejuaraan Dunia Downhill 2018 (Foto: British Cycling)

Perjalanan Karir Sang Ratu Downhill Dunia

Text : Adi Supriyatna | Editor: Andi Wahyudi | Media Source: Berbagai sumber | 19 September 2018

uploads/news/2018/09/perjalanan-karir-rachel-atherton-136989c0dc0759d.jpg

Perjalanan Karir Rachel Atherton

rachel-atherton-26742210a78e657
rachel-atherton-94124ac67cb7348
rachel-atherton-ukir-sejarah-65141ce4a8d5b47
SPORTKU.COM

Dengan sejumlah gelar juara dunia Rachel Atherton menorehkan sejarah di dunia sepeda gunung downhill. Dia layak disebut Ratu Downhill Dunia.

Sejak memulai karirnya di ajang balap MTB downhill pada 2007 silam, Rachel Atherton muncul sebagai sebuah kekuatan di ajang downhill wanita.

Sebelumnya, pada tahun 2005, dia juga telah memenangkan sejumlah kategori dan meraih sebuah penghargaan bergengsi “Times Young Sportswoman of the Year” (atlet wanita muda terbaik tahun ini).

Pada tahun 2008, Rachel Atherton sangat mendominasi sirkuit downhill wanita. Rider yang juga sedarah dengan dua rider downhill terkenal, Gee dan Dan Atherton, itu mampu memenangkan juara umum Piala Dunia (MTB World Cup) dan juga meraih medali emas di ajang Kejuaraan Dunia (MTB World Championships) yang digelar setiap tahunnya.

Gelar Juara Dunia downhill juga diraih Rachel pada musim balapan selanjutnya, diantaranya pada tahun 2013 dan 2015.

Baca juga:
PGN ROAD CYCLING TEAM BAWA SEJUMLAH PENGHARGAAN DARI VIETNAM

Baca juga:
PERJUANGAN WIDI RAIH PERUNGGU DI PARALYMPIC RIO 2016

Dalam dua tahun tersebut, rider kelahiran 6 Desember 1987 di Wells itu juga mendominasi ajang balap downhill terkemuka di dunia. Tak hanya menjadi Juara Dunia, Rachel pun berhasil mencetak “double winner”, alias menjadi juara umum Piala Dunia.

Pada tahun 2013, Rachel mengalahkan Emmeline Ragot (Prancis) dan Tracey Hannah (Australia). Sementara, pada 2016, Rachel berhasil unggul atas Myriam Nicole (Prancis) dan Tracey Hannah (Australia).

Keberhasilan yang sama, juga berhasil dicapai Rachel pada musim 2015 dan 2016. Khusus pada tahun 2016, Rachel menyelesaikan musim balapannya dengan sempurna, dimana belum pernah dilakukan oleh rider lainnya di dunia, dengan mampu memenangkan seluruh putaran Piala Dunia DH.

Sempat mengalami cedera pada musim 2017 dan gagal meraih gelar juara dunia di tahun tersebut, Rachel mampu bangkit kembali. Gelar Juara Dunia musim 2018 pun berhasil kembali diraihnya di Lenzerheide, Swiss.

Di lintasan yang ekstrem, Rachel mampu membungkam perlawanan rekan senegaranya, Tahnee Seagrave dan Myriam Nicole (Prancis).

Hasil tersebut menambah rangkaian prestasi bergengsi Rachel, dimana sebagai juara dunia DH sebanyak 5 kali, yang sekaligus membuatnya berhak atas Jersey Pelangi - jersey ikonik bagi juara dunia di ajang balap sepeda – untuk musim berikutnya. Sebuah catatan rekor yang tampaknya sulit mampu disamai oleh para pesaingnya saat ini.

Rachel Atherton saat tampil di Kejuaraan Dunia Downhill (Foto: UCI)
rachel-atherton-26742210a78e657.jpg

 

Text : Adi Supriyatna | Editor: Andi Wahyudi | Media Source : Berbagai sumber | 19 September 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company