image

Sirkuit Tarmac yang Ekstreme atau Ban yang Belum Layak?

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Sonny Hastara | Editor: Andi Wahyudi | 20 September 2018

uploads/news/2018/09/dilema-sirkuit-dan-ban-39004d8fdae792c.JPG

Dilema Sirkuit dan Ban Lokal

result-king-of-kings-432426de8abd243
ban-hancur-ryan-nirwan-14688f3334b5fda
ban-hancur-ryan-nirwan-36311308cf9e2e9
SPORTKU.COM

Kejadian pecah ban dan mobil yang overshoot, menjadi pemandangan mengerikan di putaran keempat Kejurnas Sprint Rally 2018.

Sprint Rally Tarmac di sirkuit Canti Dharma, PMPP TNI, Bogor, Jawa Barat, yang berlangsung akhir pekan kemarin (15-16/9), banyak diwarnai insiden kecelakaan. Setidaknya ada sekitar empat pereli yang menjadi 'korban' sepanjang balapan yang berlangsung dua hari tersebut.

Melihat karakter lintasan, memang tidak jauh berbeda dengan gelaran tahun lalu, namun, beberapa perli sepakat bahwa bebatuan lepas nan tajam di atas lintasan, menjadi salah satu indikasi insiden di dalam balapan.

Dua pereli yang mengalami tragedi buruk adalah Ryan Nirwan, pereli BRM Motorsport dan Yoyok Cempe, dari Yoyok Cempe Rally Team. Keduanya mengalami hal sama, yakni pecah ban, saat menjalani SS ketiga. Keduanya, mengaku insiden tersebut dikarenakan batu tajam yang ada di tengah lintasan.

"Memang ada batu di tengah jalan, dan batu itu kita lindas. Awalnya saya pikir tidak akan kenapa-kenapa, tapi ternyata dampaknya itu besar banget," ujar Ryan Nirwan saat berbincang dengan SPORTKU.

Hampir senada dengan Ryan Nirwan, namun bedanya adalah Yoyok Cempe, yang menggeber Suzuki Splash mengalami bocor ban  sebelum start dimulai. Namun, karena waktu kurang dari satu menit, ia memutuskan untuk terus melibas SS ketiga dengan kondisi ban yang kekurangan angin akibat batuan tajam saat touring.

Baca juga:
ANTARA PECAH BAN DAN PODIUM YOYOK CEMPE

"Pas touring menuju SS3, kita melindas batu-batu tajam, dan bannya mengalami bocor halus. Kita tidak tahu seperti itu. Namun, ketika mau lapor start, petugas bilang bahwa ban depan kiri tekanan anginnya berkurang," ucap Yoyok usai menaklukan sirkuit Canti Dharma, PMPP TNI, Bogor, Jawa Barat.

Terkait pecah ban, saya menemui salah satu mekanik senior, Wie Wie Rianto. "Ban kita itu yang dipergunakan adalah ban lokal, terus yang kedua ban lokal itu sendiri hanya didevelop di sirkuit, dan kebanyakan yang tidak berbatu. Dan kita kemarin balapan di lintasan berbatu, meskipun aspal tapi banyak batu lepas. Batu itu yang membuat ban-ban itu sobek, makanya ban kita lebih riskan. Kalau ban yang asli dari WRC, memang desainnya lain, sidewall keras, dia punya bannya beda, jadi kita tidak bisa menyamakan," jelas Wie Wie, perihal insiden pecah ban di Sprint Rally Tarmac kemarin.

Selain itu, menurut Wie Wie, alangkah baiknya agar driver juga bisa memilah jalan mana yang sekiranya aman untuk dilintasi meskipun itu banyak batu tajam berserakan. Selain itu, mindset bahwa ini merupakan ban balap yang sangat proper di tarmac, juga harus sedikit dihilangkan. Mengingat kondisi aspal serta kekuatan bannya berbeda, ada baiknya pereli turut mengantisipasi hal tersebut.

"Kalau saya bilang, harus dari perelinya ya. Supaya bisa memilih jalan, kalau misalkan ada batu yang berserakan tajam, harus lebih halus nyetirnya agar menjaga bannya supaya tidak pecah. Kalau saya bilang, drivernya, kalau drivernya menganggap ban ini ban balap, dan banyak lobang, serta batu lepas," pungkas mekanik yang juga sempat ikut Subhan Aksa di ajang WRC2.

Baca juga:
ERWIN MANCHA JUARA TAK TERGANTIKAN

Selain Ryan Nirwan dan Yoyok Cempe, pereli lain yang juga turut mengalami nasib kurang beruntung adalah Andy TW dari Bintang Automotive dan Toto Michdar dari NFT Rally Team. Kedunya pun juga sama, mengalami insiden keluar lintasan saat flying finish.

Dalam penuturannya, Andy mengatakan dirinya kaget lantaran ada mobil lain di dalam lintasan sebelum finish, dan langsung melakukan pengereman mendadak, sehingga bannya mengunci dan mobilnya pun terjerumus ke pinggir lintasan.

Sementara Toto Michdar, pereli asal Makassar, juga mengalami hal serupa. Saat flying finish, dirinya mengaku mengalami kendala teknis rem blong. Dengan begitu, tidak bisa berbuat banyak untuk melakukan deselerasi. Beruntung, Andy/Indra dan Toto Michdar/Ade Ramadhan, tidak mengalami cidera parah.

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Sonny Hastara | Editor: Andi Wahyudi | 20 September 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Akhir Penantian Panjang Persija

Akhir Penantian Panjang Persija

TOPIC OF THE WEEK
MotoGP 2019 Mulai Bergejolak

MotoGP 2019 Mulai Bergejolak

TOPIC OF THE WEEK
Happy Birthday Emerson Fittipaldi!

Happy Birthday Emerson Fittipaldi!

TOPIC OF THE WEEK
Kisah Hidup Luka Modric

Kisah Hidup Luka Modric

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company