image

Rossi Mulai Kesal dengan Yamaha

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | Editor: Andi Wahyudi | 24 September 2018

SPORTKU.COM

Sirkuit Aragon, Spanyol menjadi tuan rumah digelarnya Seri 14 MotoGP 2018 pada akhir pekan kemarin, 22-23 September.

Catatan buruk bagi Valentino Rossi ketika tiba di Sirkuit Aragon. Sejak Sirkuit Aragon menjadi tuan rumah MotoGP pada tahun 2010 silam, Rossi juga belum mampu meraih kemenangan di sini. Kondisi ini tentu menjadi bayang-bayang buruk Rossi yang di musim 2018 juga masih puasa kemenangan. Hasilnya, Rossi hanya bisa finish di posisi 8 di MotoGP Aragon 2018.

"Di atas kertas, trek ini cukup sulit dan kami tiba di momen yang sulit dari sudut pandang teknis. Jadi itu tidak mudah, tetapi kami berusaha maksimal. Biasanya itu trek dimana grip tidak fantastis, dengan Yamaha kita sedikit menderita. Juga ada tekanan besar pada ban belakang di sini karena Anda memiliki banyak tikungan panjang dan di tikungan ini kita juga menderita," ungkap Rossi.

Rossi memang tampil buruk sepanjang musim 2018. Bahkan sudah dimulai sejak tahun 2017 lalu. Hingga kini, Yamaha pun telah menderita kekalahan telak dibandingkan dengan Ducati maupun Honda. Terhitung Yamaha terakhir kali menangi balapan di MotoGP Belanda di Sirkuit Assen musim 2017 lalu bersama Rossi. Artinya, Yamaha sudah 23 kali balapan menelan kekalahan.

Rossi telah lama menyoroti masalah elektronik sebagai kelemahan terbesar dari Yamaha M1 yang membuatnya harus tunduk dari Honda dan Ducati. Untuk memecahkan masalah ini, Rossi mengatakan hanya bisa memaksimalkan dari mesin dan sistem elektronik. Hal ini memunculkan spekulasi mengenai modifikasi mesin apa yang diperlukan Yamaha, mulai dari perubahan massa poros engkol hingga beralih dari mesin silinder inline ke V4.

Baca Juga
Data dan Fakta Sirkuit Aragon, Sejarah Buruk Bagi Rossi

Namun toh modifikasi tersebut tidak mungkin bisa dilakukan selama musim berlaku karena terbentur regulasi dari Dorna Sports yang melarang penggantian mesin. Dimana dalam regulasi yang berlaku memaksa semua produsen non konsesi (Honda, Ducati dan Yamaha) harus menggunakan desain mesin yang sama dari balapan pertama hingga terakhir.

"Saya membaca ini di suatu tempat, tentang mesin. Bagi saya, mesin adalah bagian dari masalah kami, tetapi sayangnya itu bukan hanya mesin. Memang benar bahwa dengan larangan ganti mesin, Anda tidak dapat memodifikasi selama musim berlangsung. Tapi bagi saya, banyak hal juga dari sisi elektronik dan dengan modifikasi elektronik Anda dapat bekerja selama musim berjalan," jelas Rossi.

"Jadi itu bukan masalah peraturannya. Bagi saya, kami harus meningkatkan mesin dan itu adalah bagian dari masalah kami, tetapi tidak total. Hal yang baik dengan elektronik adalah bahwa itu tidak seperti memperbaiki mesin, sasis atau swingarm. Anda dapat memperbaikinya dengan angka, sehingga Anda dapat memperbaikinya dalam waktu singkat," sambung Rossi.

"Tapi saya cukup khawatir karena jika kita tidak memperbaikinya sekarang, saya tidak optimis untuk bisa memperbaikinya seperti balapan paruh pertama. Yamaha memodifikasi sesuatu dengan elektronik yang sedikit lebih baik, tapi sayangnya bagi saya itu bukan langkah besar," tutup Rossi.

Baca Juga
Gerry Salim Kembali Gagal Petik Poin di Race 1 MotoGP Rookies Cup Aragon 2018
Marquez Kalahkan Dovizioso di MotoGP Aragon, Iannone Bikin Kejutan

Text : Suhartono | Photo / Video : MotoGP | Editor: Andi Wahyudi | 24 September 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company