Menang di ETCC2000, Denny Rommel Menyerah di STC Div.1

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi, Sonny Hastara | Editor: Dedi Hermawan | 25 September 2018

Masalah Sensor Menghantui Denny Rommel

SPORTKU.COM

Pebalap BJB Motorsport, Denny Rommel, gagal meraih satu kemenangan dari dua balapan di putaran kelima, ISSOM 2018.

Meski sudah mengamankan podium kedua di Kejuaraan Nasional ETCC 2000 Pro, namun keberuntungan tidak menyertai Rommel di balapan Super Touring Car Div.1. Pasalnya, dalam dua balapan di putaran kelima tersebut, Rommel, benar-benar dihantui permasalahan sensor yang sedikit error. Sebenarnya, permasalahan tersebut sudah terjadi sejak ETCC 2000, namun saat di STC ia harus menyerah lantaran sensor sudah tidak bisa diperbaiki lagi.

"Jadi begini, lap satu sampai keempat di ETCC 2000, mobil kompetitif, dan oke banget bisa bersaing dengan yang depan, bahkan nempel juga. Tapi di lap kelima, keenam, ketujuh dan kedelapan, mobil sudah mulai brebet, waktunya pun molor banget, bisa sampai satu menit 54 detikan, dan kondisi tersebut berhasil diambil oleh Fadil dan Radit," buka Rommel dalam wawancaranya.

Baca juga:
13 PEGOKART INDONESIA MENUJU ITALIA

Melihat kondisi mobil yang sedang tidak prima, akhirnya ia sempat memutuskan untuk masuk ke pit, untuk melihat permasalahan apa yang dihadapi. Namun, belum sampai masuk pit, ternyata, Dewi Fortuna masih berpihak, dan mobil yang semula brebet, kini menjadi kembali seperti semula. "Pas brebet, saya putuskan untuk masuk pit dan sempat memutuskan untuk tidak melanjutkan balapan. Tapi tiba-tiba mobil jadi prima lagi. Sampai lap kesembilan, jadi balik lagi kesemula kondisinya. Ya udah, bisa mengejar lagi ketertinggalan dari Fadil dan Radit," imbuhnya

Setelah finish balapan ETCC 2000, Rommel beserta tim mekanik pun memeriksakan kondisi tersebut. Rupanya, setelah didata log, terlihat bahwa memang sensor cam yang menjadi biang kerok mobil tidak tampil prima. Akhirnya, ia dan tim memutuskan untuk mengganti sensor tersebut untuk persiapan balapan di STC Div.1. Namun, bukannya kembali prima, justru sebaliknya.

Baca juga:
KOMUNITAS SOKONG INDUSTRI BALAP

"Pas di STC, cam sensor sudah diganti, ada masalah baru lagi, sensor crankshaft yang kurang bagus. Jadi makin parah brebetnya, dan makin bahaya kalo menurut saya. Jadi RPM mobil itu hilang, seperti hilang power. Habis itu, saya masuk ke pit, mencoba untuk dibenerin, tapi ternyata tidak bisa juga. Dan saya masuk lagi ke lintasan, ternyata memang tidak lucky. Di STC akhirnya tidak finish, dan di lap kelima saya putuskan untuk berhenti," sesal Rommel.

Secara hasil keseluruhan di kejuaraan STC Div.1, Rommel menjadi pebalap satu-satunya yang tidak menyentuh garis finish lantaran kendala teknis. Namun, hal tersebut terbayar dengan podium kedua di ETCC 2000 Pro. Sehingga kekecewaan tidak begitu mendalam. Meskipun dirinya berharap bisa podium yang lebih tinggi, namun ini adalah balapan, di mana faktor keberuntungan bisa mempengaruhi hasilnya.

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi, Sonny Hastara | Editor: Dedi Hermawan | 25 September 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Pengakuan McLaren Mengenai Stoffel Vandoorne

Pengakuan McLaren Mengenai Stoffel Vandoorne

FORMULA 1
Musim Terbaik Bagi Renault

Musim Terbaik Bagi Renault

FORMULA 1
Pertarungan Seru di Kelas Pemula

Pertarungan Seru di Kelas Pemula

GYMKHANA
Ahmad Adib Mengaku Dirinya Kecolongan

Ahmad Adib Mengaku Dirinya Kecolongan

GYMKHANA

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company