image Luis Milla saat memimpin Timnas U-23 di Asian Games 2018 Stefano Lilipaly dan Beto, pemain senior yang diandalkan Milla pada Asian Games 2018 lalu.

Persiapan Timnas Indonesia Minim, Logiskah Target Juara Piala AFF 2018?

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : PSSI, Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 26 September 2018

uploads/news/2018/09/logiskah-target-indonesia-juarai-4061993a58ccab1.jpg

Logiskah Target Indonesia Juarai AFF?

timnas-indonesia-7500064d1619a94
timnas-indonesia-881565009a42511
SPORTKU.COM

Timnas senior Indonesia akan menghadapi Piala AFF 2018 yang akan bergulir November mendatang, bagaimana peluangnya?

Setelah beristirahat cukup lama, akhirnya di akhir tahun ini para pecinta sepak bola nasional kembali menyaksikan timnas senior Indonesia mengikuti sebuah turnamen bergengsi, Piala AFF. Turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara ini memang menjadi ajang yang paling ditunggu mengingat bagi timnas senior hanya turnamen inilah kemungkinan meraih prestasi.

Karena jika berbicara fakta, bagi tim senior untuk saat ini sangat sulit menembus level yang lebih tinggi, Piala Asia misalnya. Meski dalam 11 kali keikutsertaan di Piala AFF, Indonesia belum pernah sekalipun menjadi juara (5x runner-up). 

Tentunya di tahun 2018, Indonesia berharap bisa mendapatkan hasil yang diinginkan, tidak sekedar runner-up. Berbekal pelatih jempolan asal Spanyol, Luis Milla Aspas, skuat Merah-Putih diharapkan bisa tampil impresif untuk menggondol trofi demi meraih target juara seperti yang diungkapkan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.

“Luis Milla sudah mengubah gaya bermain, kalau diganti sifatnya hanya jangka pendek, dan harus menyesuaikan lagi. Sedangkan waktu menuju Piala AFF sangat singkat untuk itu kami perpanjang kontraknya selama setahun. Targetnya untuk Piala AFF dan Sea Games 2019," ujar Edy Rahmayadi usai memperpanjang kontrak Milla.

“Pada Sea Games 2019 di Filipina, Milla harus membawa timnas U-23 Indonesia menjadi juara. Tapi sebelum Sea Games Milla harus membawa Indonesia meraih gelar juara Piala AFF 2018,” lanjutnya. 

Sekarang pastinya sebuah pertanyaan muncul, dengan persiapan sangat minim, apakah logis target menjadi juara di Piala AFF? 

Apalagi, setelah PSSI mengumumkan perpanjangan kontrak, Milla baru tiba di Indonesia 9 Oktober mendatang, atau sehari sebelum agenda uji coba kedua menghadapi Myanmar. Baru setelah menghadapi Myanmar, tim Garuda akan ditantang Hong Kong sebelum benar-benar tampil di Piala AFF.

Hanya memiliki dua uji coba sebelum Piala AFF jelas menjadi tantangan serius. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan saat Milla melakukan persiapan untuk Sea Games 2017 dan Asian Games 2018 lalu. 

Khusus Asian Games, Milla punya waktu sangat panjang dalam menyiapkan tim. Toh Indonesia akhirnya hanya melaju hingga 16 besar karena takluk dari Uni Emirat Arab, memang saat itu banyak pro dan kontra karena Indonesia saat itu banyak dirugikan wasit. 

Namun, tetap saja, dalam menyiapkan tim yang cukup lama saja Milla gagal. Bagaimana dengan tim senior yang persiapannya sangat minim? Inilah yang harus dijawab Milla di AFF nanti, karena dua target sebelumnya yang diberikan lepas, yakni medali emas Sea Games 2017 dan Asian Games 2018.

Ia pastinya harus memutar otak membuktikan diri bahwa pilihan PSSI tidak salah memperpanjang kontraknya. Meski kita juga sebaiknya tidak terlalu muluk-muluk menargetkan hal itu, karena selama ini Milla lebih banyak berkutat di timnas U-23 dibanding senior. Pastinya, bersama tim senior baik Milla maupun pemain sama-sama butuh waktu untuk adaptasi. 

Jika dilihat dari uji coba terakhir menghadapi Mauritius, Indonesia lebih banyak didominasi pemain U-23 di Asian Games dengan tambahan beberapa pemain senior. Dan hasilnya, permainan Indonesia cukup baik meski lini depan yang tumpul seolah menjadi masalah klasik yang belum terselesaikan sampai sekarang.

Mungkin dengan susunan seperti itu, Milla bisa memberikan sesuatu untuk Indonesia di Piala AFF. Tentu saja sebagai masyarakat Indonesia kita semua berharap Boaz Solossa dkk. bisa membawa Garuda terbang tinggi pada ajang dua tahunan tersebut. Sekarang kita tunggu bersama, apa yang akan dilakukan Milla dalam kurun waktu kurang dari sebulan untuk mencapai target yang dicanangkan PSSI.

Baca Juga:
Menu Baru Jakarta Custom Culture

Baca Juga:
Pesona Lima WAGs Anyar Premier League

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : PSSI, Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 26 September 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company