image

Kilas Balik Jelang WSBK Prancis 2018

Text : Suhartono | Photo / Video : WSBK | Editor: Andi Wahyudi | 27 September 2018

SPORTKU.COM

Ada banyak hal yang dipertaruhkan para pebalap untuk menghadapai Seri 11 World Superbike (WSBK) di Sirkuit Magny-Cours, Prancis.

Sirkuit Magny-Cours, Prancis akan menjadi tuan rumah Seri 14 WSBK 2018 pada akhir pekan ini, 29-30 September. Gelaran WSBK Prancis 2018 akan menjadi momen penting untuk beberapa hal. Termasuk sejarah baru yang bisa saja tercipta di trek sepanjang 4,4 kilometer ini.

Tampil di Sirkuit Magny-Cours menjadi kesempatan Jonathan Rea (Kawasaki Racing Team) membungkus gelar juara dunia WSBK 2018. Menuju Sirkuit Magny-Cours, Rea sudah memiliki banyak sejarah yang telah disematkan untuk dirinya. Tetapi trek ini juga merupakan jalur yang kuat bagi banyak pesaingnya dan itu tidak akan menjadi perjalanan yang tak mudah bagi Rea untuk meraih gelar Juara Dunia WSBK keempatnya.

Rea bisa saja menjadi Juara Dunia WSBK 2018 pada hari Sabtu (29/9) saat Race 1 digelar. Dengan syarat Rea harus memenangkan perlombaan dan Chaz Davies (Aruba.it Racing - Ducati) finis di urutan ketiga. Kini Rea memiliki keunggulan 116 poin dari Davies.

Rea sendiri telah memiliki sejarah panjang balap di Prancis, dengan tujuh podium untuk namanya dan tiga di antaranya adalah finish terdepan. Sirkuit Magny Cours juga merupakan trek yang memberi Rea gelar Juara Dunia WSBK ketiganya tahun lalu di Race 1 yang finish terdepan.

Satu-satunya yang bisa menghentikan laju Rea untuk kunci gelar Juara Dunia WSBK 2018 di Magny-Cours adalah Davies. Namun Davies saat ini masih mengalami cedera tulang selangka yang dideritanya selama liburan musim panas. Saat tampil di seri sebelumnya di Portugal, Davies hanya bisa finish keempat di dua race. Maka penampilan Davies di Magny-Cours akan menjadi pertempuran besar baginya.

Memang, Davies bisa saja menjadi musuh terberat Rea di Magny-Cours. Sebab Davies sendiri memiliki catatan apik di WSBK Prancis dengan tiga kemenangan dalam empat balapan terakhir. Tentu saja, Davies akan berusaha keras untuk menghentikan Rea mengambil gelar juara dunia.

Secara matematis juga ada pebalap lain berpeluang untuk menghentikan dominasi Rea di akhir pekan ini. Adalah Michael van der Mark (Pata Yamaha) yang dapat mempengaruhi peluang gelarnya. Pemain muda asal Belanda itu memiliki musim kedua yang mengesankan bersama tim Yamaha. Dan menuju ke sirkuit yang menyimpan beberapa kenangan istimewa. Van der Mark pernah finish ke-2 dan ke-3 di WSBK Prancis.

Baca Juga
Yamaha Hilang Kendali di MotoGP, Capai Rekor Terburuk

Tetapi satu-satunya hal di pikiran Van der Mark hanyalah akan mengamankan posisi kedua di klasemen akhir WSBK 2018. Davies yang berada di peringkat 3 kini hanya tertinggal 20 poin dari Davies. Jadi dengan konsistensi dalam tiga putaran terakhir, itu memungkinkan bagi Van der Mark untuk menggeser posisi Davies dari runner up.

Gelaran WSBK Prancis 2018 juga akan menjadi balapan kandang bagi Loris Baz (Gulf Althea BMW Racing Team). Baz akan tampil di Magny-Cours untuk pertama kalinya sejak 2014. Bersaing dalam empat balapan WSBK di masa lalu, ia memiliki catatan pernah finish di posisi 5 (Race 1 2014). Baz berharap untuk bisa mengulanginya di akhir pekan ini.

Baru saja kembali dari putaran yang berat untuk Red Bull Honda World Superbike Team di Portugal, ada satu orang di garasi yang lebih bahagia, seperti Jake Gagne yang mampu melakukan penampilan apik di sirkuit yang ia uji selama empat hari. Kembali ke Magny-Cours akhir pekan ini, akan menarik untuk melihat bagaimana kinerja pebalap Amerika tersebut.

Gagne yang pernah balapan di Magny-Cours pada musim lalu diharapkan memiliki pengetahuan tentang trek yang akan membantunya meningkatkan kecepatannya dengan CBR1000RR Fireblade SP2. Musim lalu Gagne finish ke-12 di Race 2 WSBK Prancis dan gagal finish di Race 1.

Pebalap Portugal, Eugene Laverty (Milwaukee Aprilia) sejauh ini mengalami lebih banyak kesialan sepanjang akhir pekan di trek yang begitu dia kenal. Mulai dari posisi pole saat balapan di WSBK Portugal, ia kemudian melebar keluar trek pada lap pembuka Race 1 dan berjuang dengan ban pada Race 2. Namun dengan menempatkan ini di belakangnya, pebalap Irlandia itu pergi ke Prancis dengan harapan bisa tampil kuat di putaran final Eropa musim ini. Dari sepuluh balapan di Magny-Cours, Laverty telah mengambil tiga podium dan enam besar di tahun lalu.

Sementara itu, Jordi Torres (MV Agusta Reparto Corse) telah menjadi pebalap yang sibuk dalam beberapa minggu terakhir. Pebalap Spanyol itu tampil di MotoGP Aragon, Spanyol untuk menggantikan posisi Tito Rabat yang masih cedera. Torres berarti terbang langsung dari Portugal ke Aragon, sebelum kemudian kembali ke Prancis untuk tampil di WSBK. Torres pernah tampil di Magny-Cours sejak 2015. Hasil terbaiknya finish ke-7 pada Race 2 2016.

Pada musim lalu, Torres berjuang untuk berada di posisi 8 di Prancis pada Race 2. Sirkuit Magny-Cours juga merupakan trek yang kuat untuk timnya. Jadi musim ini juga memberikan peluang bagi Torres untuk finish setidaknya di posisi 10 besar.

Baca Juga
Syarat Mutlak Bikin Sirkuit MotoGP Sesuai Standar FIM

Text : Suhartono | Photo / Video : WSBK | Editor: Andi Wahyudi | 27 September 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Indoclub Kembali ke Gery Mang

Indoclub Kembali ke Gery Mang

ROAD RACE
Daytona Fokus di Indoclub Championship

Daytona Fokus di Indoclub Championship

ROAD RACE
Busi Brisk Konsisten Dukung Indoclub

Busi Brisk Konsisten Dukung Indoclub

ROAD RACE
Dovizioso Juara MotoGP Qatar

Dovizioso Juara MotoGP Qatar

MOTOGP

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company