image

Deretan Kontroversi Edy Rahmayadi

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sportku | Editor: Andi Wahyudi | 1 October 2018

SPORTKU.COM

Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi menjadi buah bibir dalam pekan ini.

Ini lantaran tindakannya yang menolak menjawab pertanyaan pembawa berita, Aiman Witjaksono saat diwawancarai di acara Kompas Petang.

Edy yang juga merangkap sebagai Gubenur Sumatera Utara itu merasa tersinggung ketika Aiman mempertanyakan peran gandanya sebagai ketua umum (Ketum) PSSI sekaligus sebagai pejabat tertinggi di provinsi Sumatera Utara tersebut.

"Apa urusan anda menanyakan itu?. Bukan hak Anda juga bertanya kepada saya,” ungkap Edy.

Sikap kotroversi yang ditunjukan oleh Edy dalam acara tersebut nyatanya bukan yang pertama kali. Sejak menjabat sebagai Ketum PSSI, sederet tindakan dan perbuatan yang ganjil juga pernah dilakukan oleh mantan Pangkostrad tersebut.

Berikut ini aksi-aksi kontroversi yang pernah dilakukan oleh Edy Rahmayadi.

Mempertanyakan Nasionalisme Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn

Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn memiliki jasa yang besar bagi Indonesia di dunia sepak bola. Keduanya tercatat pernah menjuarai ajang Piala AFF U-19 pada tahun 2013.

Kehebatan keduanya sebagai sepak bola handal pun diakui dunia internasional sehingga mereka pun dikontrak oleh tim asal Malaysia, Selangor FA. Namun, Edy justru mem pertanyakan nasionalisme mereka bermain di luar Indonesia.

“Siapa mereka? Seenaknya saja mengontrak-ngontrak,” kata Edy. “Kalau mata duitan, ya repot juga kita. Enggak ada jiwa nasionalisme. Nanti akan saya kumpulkan segera,” katanya.

Pernyataan pria berusia 57 tahun itu didasari lantaran Timnas Indonesia U-23 yang tengah ditargetkan untuk masuk semifinal sehingga baik Evan maupun Ilham diminta ikut pelatnas ketimbang bermain di luar negeri.

Baca juga
Maradona Sarankan Messi Pensiun

Enggan Mundur dari Jabatannya Sebagai Ketua Umum PSSI

Di Indonesia, banyak pejabat publik yang memiliki status merangkap jabatan, termasuk Edy Rahmayadi yang selain memimpin Sumatera Utara dengan statusnya sebagai Gubernur dan menjadi Ketum PSSI.

Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Pasal 17 a menyebutkan, "Pelaksana dilarang merangkap sebagai komisaris atau pengurus organisasi usaha bagi pelaksana yang berasal dari lingkungan instansi pemerintah, badan usaha milik negara, dan badan usaha milik daerah".

Namun, Edy sendiri berkali-kali mengatakan bahwa dirinya siap tak akan mundur dari jabatannya Ketum PSSI jauh sebelum terpilih menjadi Gubernur Sumut--meski harus membuat dirinya mundur dari jabatannya sebagap Pangkostrad.

“Oh enggak akan mundur, karena PSSI itu kan amanat rakyat. Justru, saya akan lebih leluasa kalau saya sudah menjadi sipil,” ujar Edy dikutip dari Detik.

Tampar Suporter PSMS?

Beberapa waktu sebelum kontroversi wawancara Aiman dengan Edy, tersebar video viral yang memperlihatkan bahwa orang nomor satu di PSSI itu menampar salah satu suporter PSMS Medan di Stadion Teladan.

Edy sendiri mengaku tak menampar, tetapi hanya mengelus pipi suporter tersebut lantaran ia kesal adanya suporter yang menyalakan flare. ia mengaku ingin memberikan peringatan agar klub tidak diberi sanksi oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Baca juga
Van Der Breggen Juara Dunia Road Race

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sportku | Editor: Andi Wahyudi | 1 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company