image indikator Intake Air Temperature sensor Intake Air Temperature

Dampak Negatif yang Ditimbulkan Akibat Terlalu Lama Slipstream

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 1 October 2018

uploads/news/2018/10/dampak-negatif-terlalu-lama-887646dfd2c3abb.jpg

Dampak Negatif Slipstream

issom-putaran-kelima-2018-292314ca020dd34
issom-putaran-kelima-2018-67838f1bb72044f
SPORTKU.COM

Slipstream sering kali digunakan untuk menyalip pebalap. Namun, ada dampak negatif saat teknik tersebut secara terus menerus diterapkan.

Salah satu teknik balap yang selalu diterapkan dalam balapan adalah slipstream. Setiap balapan berlangsung, selalu ada teknik balap seperti ini guna bisa mengovertake pebalap yang ada di depannya. Namun, terlalu lama melakukan slipstream, rupanya ada dampak yang akan diterima. Salah satunya adalah mobil menjadi overheat dan bisa menyebabkan mobil stall.

Dalam bincang-bincang SPORTKU bersama kepala mekanik tim BJB Pertamax Turbo GRT, Hadi Taruna, ia menjabarkan dampak negatif yang ditimbulkan akibat terlalu lama melakukan slipstream.

"Slipstream itu kalau orang bilang kan mencuri angin, karena biasanya kalau kita bicara teori slipstream, ini dimaksudkan untuk mengurangi hambatan angin dan bisa menyalip mobil di depannya," buka pria yang akrab disapa Hatar ini.

Baca juga:
MEGA GALERI ISSOM SERI 5

"Kalau kelamaan melakukan slipstream, efeknya apa? Akan berdampak pada performa mesin. Efeknya kita tidak mendapatkan udara langsung dari depan, jadi udara yang di hisap oleh throttle itu sedikit dan juga udara panas dari gas buang mobil di depan, berakibat intake air temprature akan meninggi dan ini menganggu performa mesin, sehingga menjadi drop. Selain itu, dampak lainnya adalah ketika IAT terlalu panas, juga ikut menyebabkan air fuel ratio lebih kurus," tambahnya.

Di samping itu, posisi mobil jangan terlalu benar-benar sama seperti di depan, posisikan mobil sedikit keluar agar aliran udara bersih dari depan, tetapi bisa masuk guna menahan temperatur mesin supaya tidak terlalu panas. Selain berpengaruh terhadap performa mesin, slipstream yang terlalu sering juga bisa berdampak negatif ketika mobil di depan mengalami insiden.

Baca juga:
VOLKSWAGEN DATANGKAN SOLBERG

"Efek lain, kalau terjadi sesuatu dengan mobil di depan, maka dampaknya akan fatal, karena ruang gerak antar mobil terbatas. Sehingga, tidak bisa untuk menghindari andai mobil depan mengalami masalah," imbuhnya.

Idealnya, slipstream tersebut diaplikasikan seperlunya saja sepanjang balapan. Tidak melulu digunakan sepanjang lintasan untuk menempel mobil lawan. Dalam kondisi slipstream pun, harus juga melihat situasi, dalam artian, sesekali pebalap yang ada di belakang mengintip untuk bisa melakukan manuver overtake lawan yang berada di depan.

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi | Editor: Andi Wahyudi | 1 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Tips Olahraga Lari Untuk Pemula

Tips Olahraga Lari Untuk Pemula

DID U KNOW
Tips Mengenali Kerusakan Kopling Mobil

Tips Mengenali Kerusakan Kopling Mobil

DID U KNOW
Trik Mudah Menambah Kecepatan

Trik Mudah Menambah Kecepatan

DID U KNOW
Trik Mudah Menambah Kecepatan

Trik Mudah Menambah Kecepatan

DID U KNOW

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company