image

Kewajiban yang Harus Ditunaikan Verstappen Berujung Gagal Podium Pertama

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Red Bull Content Pool | Editor: Andi Wahyudi | 3 October 2018

SPORTKU.COM

Pebalap muda Formula 1, Max Verstappen, nyaris meraih kemenangan sempurna andaikan regulasi pitstop tidak wajib dilakukan.

Bisa dibayangkan jika aturan main pit stop bukan merupakan hal wajib yang harus dilakukan oleh tim balap Formula 1. Mungkin, Max Verstappen, bisa mengukir kemenangan yang cukup fenomenal. Dalam laga yang berlangsung di sirkuit Sochi Autodromo, Rusia (30/9), Verstappen berhasil menyihir civitas balap dengan kemampuannya tampil begitu perkasa.

Berdasarkan data yang dirilis Formula 1, Verstappen berhasil melesat sepuluh peringkat dalam tiga lap. Semula, ia memulai balapan dari posisi 19, kemudian jeda tiga lap berlangsung, pebalap yang tahun ini genap berusia 21 tahun, langsung menduduki posisi sembilan. Hal tersebut membuat Christian Horner, Kepala Tim Red Bull Racing, berdecak kagum atas performa anak didiknya.

"Perjalanan fantastis dari Max hari ini, di hari ulang tahunnya yang ke-21, itu adalah penampilan yang benar-benar matang," ujar Horner, dalam keterangan resminya usai balapan akhir pekan lalu (30/9).

Berbekal ban dengan kelir kuning alias ban soft, Verstappen terus melaju dengan percaya diri tanpa menghiraukan degradasi yang dialami. Dikatakan oleh Verstappen, ban soft yang menjadi senjata utama di atas sirkuit Sochi, merupakan ban bekas dari kualifikasi yang dilakukan satu hari sebelum balapan dimulai.

Baca juga:
BENGKEL KECIL PRESTASI BESAR

Dengan begitu, seharusnya sudah ada rasa khawatir akan habisnya kompon ban. Mungkin, berkat pengadopsian mesin baru yang dilakukan oleh tim, Verstappen merasa bahwa ban masih bisa 'disiksa' sepanjang balapan. Padahal, jika merunut data dari Pirelli, penggunaan ban dengan kelir kuning tersebut, biasanya berkisar hingga 18-25 lap.

Dalam hal ini, ada dua kemungkinan, pertama, Max Verstappen yang mampu menjaga degradasi ban dengan baik, dan kedua adalah performa ban soft Pirelli memang sebetulnya bisa terus digunakan hingga melebihi batas jarak yang sudah ditentukan.

Setelah berjibaku dengan beberapa pebalap di posisi belakang dan tengah, kini giliran ia harus bisa menyingkirkan pebalap papan atas seperti Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel yang berada terdepan. Dewi Fortuna berpihak pada Verstappen, secara berurutan, Valtteri Bottas (Mercedes), Sebastian Vettel (Scuderia Ferrari), Lewis Hamilton (Mercedes) dan Kimi Raikkonen (Scuderia Ferrari) masuk ke pit dengan jarak kurang lebih satu atau dua lap.

Verstappen mengambil alih jalannya balapan. Meski memainkan peran utama di balapan tersebut, namun jarak yang dikumpulkan oleh Verstappen tidak begitu jauh dengan rivalnya, bahkan ia hanya berjarak sekitar 1 detik dari pebalap di belakangnya, yang saat itu masih di tempati oleh Valtteri Bottas.

Namun, beberapa saat kemudian, Toto Wolff, Kepala Tim Mercedes AMG F1 menurunkan pesan kepada Bottas untuk mengalah dan menyerahkan posisi kedua tersebut kepada Hamilton.

Perjudian dimulai oleh Tim Red Bull Racing, pasalnya balapan yang saat itu menyisakan sekitar 11-12 lap menjelang finish, Horner belum memanggil Verstappen untuk menunaikan kewajibannya masuk ke dalam pit stop. Mungkin ada beberapa pertimbangan yang melandasi Horner enggan melakukan hal tersebut. Kapasitas tangki bahan bakar yang semakin menipis, juga bisa menjadi faktor kenapa ban soft yang digunakan tetap dalam kondisi prima. Dan satu hal lagi, saat itu Verstappen sedang memimpin pertandingan.

Baca juga:
BAHAYAKAH MELAKUKAN LATE BRAKING?

Alih-alih ingin memperlebar jarak dengan rival di belakangnya, hal tersebut tidak terwujud. Verstappen terpaut sekitar dua detik dari Hamilton yang berada di posisi kedua. Hal tersebut bukanlan hitungan yang tepat untuk masuk ke dalam pit stop. Andai ia masuk, waktu yang dibutuhkan akan lebih dari dua detik untuk mengganti ban.

Tidak mau berujdi dengan waktu, akhirnya Horner memanggil Verstappen untuk melakukan penggantian ban ke pit dengan menggunakan ban ultrasoft. Saat memimpin balapan dengan kondisi ban soft yang bekas, Verstappen memang patut mendapatkan gelar Driver of The Day saat itu.

Setelah keluar pit stop, Verstappen beruntung karena masih menempati posisi kelima di atas lintasan. Andaikan aturan masuk pit stop bukan sebuah kewajiban, mungkin Verstappen mampu bertahan dari gempuran dua pebalap senior yang ada di belakangnya. Namun, itu adalah sebuah regulasi, dan Christian Horner pun mau tidak mau melakukan hal tersebut, meskipun kondisinya sedang tidak memungkinkan.

"Tentu saja, kami harus membuat pit stop, itu adalah wajib. Kami melakukannya sepuluh lap sebelum balapan usai, sehingga membuatnya terhindar dari pertarungan di baris terdepan," pungkas Horner.

Baca juga:
DAMPAK NEGATIF SLIPSTREAM

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Red Bull Content Pool | Editor: Andi Wahyudi | 3 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company