image

Kematian Suporter di Setiap Era Kepemimpinan PSSI, Siapa Terbanyak?

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Fajrin | Editor: Andi Wahyudi | 3 October 2018

SPORTKU.COM

Korban suporter sepak bola di Indonesia kembali bertambah setelah meninggalnya Haringga Sirla sebelum pertandingan antara Persib Bandung vs Persija Jakarta.

Siang itu seorang pemuda dengan semangat membara ‘nekat’ datang ke Bandung demi manyaksikan tim kesayangannya berlaga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Namun, belum sempat masuk ke dalam stadion, dirinya tertangkap basah oleh suporter tuan rumah yang mengenali bahwa dia bukan suporter Persib.

Setelahnya kita semua tahu apa yang menimpa pemuda berusia 23 tahun tersebut. Nasib nahas menimpa Haringga yang dikeroyok secara membabi buta oleh oknum Bobotoh di luar stadion. Tak ada yang berusaha menolong dan tidak ada pula petugas keamanan di sekitar lokasi kejadian.

Hingga pada akhirnya, Haringga Sirla harus meregang nyawa di tangan para pembunuh sadis yang mengatasnamankan fanatisme tim. Rasa kesal, heran, dan biadab, mungkin begitu yang ada di kepala kita ketika melihat rekaman kejadian saat itu. Bagaimana bisa, diantara kerumunan massa tidak ada satupun yang punya nurani untuk menghentikan tindakan keji seperti itu.

Meninggalnya Haringga kian memperpanjang noda hitam persepakbolaan di Indonesia. Ia menjadi korban yang ke-22 di era kepemimpinan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi.

Ya, 22 orang sudah yang meninggal dunia di masa Edy Rahmayadi menjabat sebagai ketua sejak November 2016 sampai sekarang. Jumlah tersebut jelas sangat banyak jika kita lihat ia belum genap dua tahun menjabat. 

Sebanyak 22 kasus yang menyebabkan tewasnya suporter lebih banyak terjadi di luar stadion. Dari data yang dihimpun Save Our Soccer (SOS) lembaga swadaya yang mengamati isu sepak bola nasional, mencatat dari 22 korban, 9 diantaranya akibat kecelakaan lalu lintas. Kemudian korban akibat pengeroyokan berjumlah tujuh orang. 

Bagaimana Dengan Era Sebelumnya?

Jika ditarik lagi ke belakang dengan era kepemimpinan PSSI sebelumnya, sebenarnya kasus ini memang seperti sudah mengakar. Dimulai era Nurdin Halid, Djohar Arifin Husin, dan La Nyalla Mattalitti. 

Kita mulai dari Nurdin Halid. Selama delapan tahun kepemimpinannya, korban suporter yang tewas sebanyak 11 kasus. Jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan saat ini tentunya. 

Kemudian berlanjut saat tampuk pimpinan dipegang Djohar Arifin Husin pada 2011-2015. Di sinilah korban kematian suporter menjadi yang terbanyak, yakni 23 kasus. Dan La Nyalla Mattalitti pada 2015-2016 ada 6 kasus, mungkin menjadi yang paling sedikit karena saat itu sepak bola Indonesia sedang dibekukan FIFA. 

Hal ini menjadi sulit diberantas karena mayoritas kasus kematian ini tidak terjadi dalam lingkungan stadion, tapi saat korban dan pelaku bertemu di jalan. Dan yang paling sering terlibat keributan adalah para suporter yang tinggal di daerah perbatasan.

Mereka yang tinggal di perbatasan memang sangat rawan terjadi bentrok karena setiap harinya harus melintas di daerah suporter lain atau sebaliknya. Tentu saja sangat miris rasanya melihat mereka mati sia-sia di usia yang relatif muda hanya karena sepak bola. 

Tentu PSSI harus segera mencari formula yang paling tepat dengan tindakan tegas. Karena selama era Edy memimpin tidak ada langkah tegas dari kasus yang ada sebelumnya. Baru sekarang langkah jelas itu diberikan kepada Persib Bandung yang dihukum berat selama satu tahun ke depan. Meski tidak sedikit pro dan kontra muncul atas hukuman yang dikeluarkan Komdis PSSI tersebut. 

Namun, tentunya kita semua berharap dengan adanya kasus Haringga Sirla bisa menjadi pembelajaran. Terdengar klise memang karena pada kasus sebelumnya banyak yang mengatakan ini tapi nyatanya tetap terulang.

Jika ingin berbenah sekarang adalah waktunya. Karena sudah tidak pantas lagi sepak bola yang seharusnya menjadi hiburan masyarakat justru menjadi arena meregang nyawa sia-sia.

ketua-pssi-29787704a18355d.jpg

Baca Juga:
Vespa Primavera Edisi 50 Tahun Diproduksi Terbatas

Baca Juga:
Imbang Melawan Valencia, Mourinho Marahi Polisi Manchester

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Fajrin | Editor: Andi Wahyudi | 3 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Akhir Penantian Panjang Persija

Akhir Penantian Panjang Persija

TOPIC OF THE WEEK
MotoGP 2019 Mulai Bergejolak

MotoGP 2019 Mulai Bergejolak

TOPIC OF THE WEEK
Happy Birthday Emerson Fittipaldi!

Happy Birthday Emerson Fittipaldi!

TOPIC OF THE WEEK
Kisah Hidup Luka Modric

Kisah Hidup Luka Modric

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company