image

Cristiano Lucarelli Pesepakbola yang Mengaku sebagai Komunis

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Gianlucadimarzio | Editor: Andi Wahyudi | 5 October 2018

SPORTKU.COM

Cristiano Lucarelli menunjukan sikapnya sebagai seorang komunis dan ia tunjukan itu di dalam lapangan saat bermain.

“Kami [Livorno] tidak mendapatkan bantuan dari wasit karena kami Komunis,” katanya.

Pernyataan di atas keluar dari mulut mantan pesepak bola asal Italia, Cristiano Lucarelli. Itulah satu dari sekian banyak sikap politik yang ia tunjukan saat aktif bermain sebagai seorang pesepak bola profesional; yakni menganut paham komunis.

Publik sepak bola di Italia pertama kali “memergoki” pandangan politik Lucarelli saat dirinya membela Timnas Italia U-21 pada tahun 1997 lalu di mana ia melakukan selebrasi dengan menunjukan kaos bergambar Che Guevara ketika mencetak gol ke gawang Moldova.

Dikutip dari The National. Lucarelli tak malu dengan pandangan politiknya tersebut dengan menunjukannya secara terbuka lewat selebrasi dengan mengepalkan tangan ke arah langit—yang merupakan ciri khas dari salute komunis.

Selain itu, nada dering pada ponsel milik Lucarelli adalah Bandiera Rossa, lagu yang identik dengan lagu gerakan buruh di Italia.

Lantas mengapa ideologi komunis sangat melekat pada Lucarelli? Padahal pemahaman kiri di Italia sendiri sudah dianggap usang pasca runtuhnya tembok Berlin dan kejatuhan Uni Soviet.

Jawabannya adalah Livorno. Sebuah kota pelabuhan yang dikenal sebagai basis komunisme. Pada tahun 1921 Partai Komunis Italia didirikan di sana. Tak heran Lucarelli yang lahir di Livorno pada 4 Oktober 1975 akrab dengan pemahaman ideologi komunis yang telah mengakar kuat di wilayah tersebut.

Lucarelli yang mencintai sepak bola—dan menjadi pilihan karirnya itu—sangat mengidolakan kesebelasan Livorno yang merupakan klub asal tempat kelahirannya tersebut. Bahkan ia turut tergabung dalam kelompok ultras Brigate Autonome Livornesi (BAL)—sebuah kelompok suporter beraliran kiri yang membenci fasisme yang dibuktikan dengan chant dan nyanyian untuk mengejek ideologi kanan.

Baca juga
Decathlon Hadirkan Sepeda Triban

Tak hanya bergabung, Lucarelli juga menunjukan kefanatikannya itu. Ia bahkan mentato lengan kirinya dengan logo klub.

Lucarelli sendiri pernah meminta izin dari klub yang ia bela, Torino pada musim 2003/2004 lalu untuk menyaksikan Livorno yang tengah menjalani laga terakhir untuk penentuan promosi ke Serie B. Mereka pun mengizinkan dengan membuat rilis di mana penyerang andalan mereka tak dapat tampil di pekan terakhir Serie A lantaran cedera.

Kehadiran Lucarelli dalam pertandingan tersebut pun berbuah manis. Livorno promosi ke Serie B. Dirinya bahkan ikut merayakan dengan masuk ke dalam lapangan bersama suporter yang hadir dalam pertandingan tersebut.

Promosinya Livorno ke Serie B membuat Lucarelli pun ingin agar membela klub tersebut. Namun ia masih menyisahkan kontraknya selama setahun di Torino. Selain itu, Livorno yang baru promosi juga tak memiliki uang yang cukup untuk menebus dirinya.

Akhirnya, Lucarelli membuat keputusan yang cukup mengejutkan. Ia malah membeli sisa kontraknya di Torino sehingga ia bisa membela klub idolanya meski harus merelakan gajinya dipotong sebanyak 50 persen dari jumlah sebelumnya.

“Beberapa pemain sepak bola membayar satu miliar untuk Ferrari atau kapal pesiar; dengan uang itu saya membeli sendiri baju Livorno. Itu saja,” ungkap Lucarelli ketika memutuskan meninggalkan gemerlap Serie A dengan bermain di kasta kedua sepak bola Italia.

Sejak menjalani karir profesional sebagai pesepakbola pada tahun 1992, Lucarelli belum berkesempatan membela Livorno. Baru pada tahun 2013 Lucarelli bisa bermain di klub yang ia cintai dengan menggunakan nomor punggung 99.

Pria ini sukses mengantarkan tim tersebut promosi ke Serie A. Lucarelli juga mampu membawa mereka masuk ke dalam 10 besar—dengan menempati urutan kesembilan—dan dirinya keluar sebagai top skor.

Total lima musim Lucarelli bermain bagi Livorno. Selain gol, tak ada prestasi yang bisa ia sumbangkan bagi klub. Namun yang pasti namanya akan selalu dikenang sebagai legenda yang telah menunjukan wajah Livorno, sisi lain dari ideologi warisan komunis kepada dunia lewat sepak bola bukan dengan cara kekerasan -yang identik dengan komunisme- tetapi lewat perjuangan dan itu dibuktikan dengan mempromosikan Livorno ke Serie A dan mencetak 101 gol dalam 161 pertandingan.

Setelah pensiun, Lucarelli tetap menunjukan kecintaannya pada Livorno dengan melatih tim tersebut di Serie B musim 2018/2019 kali ini. Tentunya semua berharap ia bisa mengantarkan klub ini promosi seperti yang dirinya lakukan saat aktif sebagai pemain.

Lucarelli sebagai pelatih Livorno (QuiLivorno)
cristiano-lucarelli--7850638a5620630.jpg

 

Baca juga
Ni Nengah Widiasih Siap Diandalkan

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Gianlucadimarzio | Editor: Andi Wahyudi | 5 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company