image

Ali Adrian Tuntut Dorna Revisi Regulasi untuk WSSP300 2019

Text : Suhartono | Photo / Video : Istimewa | 7 October 2018

SPORTKU.COM

Sirkuit Magny-Cors, Prancis menjadi lokasi digelarnya seri penutup World Supersport 300 (WSSP300) 2018 pada akhir pekan lalu.

Pebalap wanita asal Spanyol Ana Carrasco keluar sebagau Juara Dunia WSSP300 2018. Pebalap andalan DS Junior Team yang geber Kawasaki Ninja 400 ini juga sekaligus menjadi pebalap wanita pertama yang berhasil menjadi juara dunia di arena balap motor. Carrasco yang masih berusia 21 tahun ini unggul 1 poin dengan pesaing terdekatnya Mika Perez yang kemas 92 poin.

Pada musim kedua WSSP300 kali ini ada hal menarik. Yakni mengenai dominasi pebalap Kawasaki terhadap lawan-lawan mereka yang menunggang KTM, Honda dan Yamaha. Dalam klasemen akhir kejuaraan, rider Kawasaki menguasai posisi 5 teratas. Bahkan di dari 10 pebalap teratas di klasemen akhir, setengahnya merupakan penunggang Kawasaki. Sisanya, diisi oleh tiga rider Yamaha dan dua KTM.

Dominannya pebalap-pebalap Kawasaki di WSSP300 2018 tak bisa dipungkiri akibat tunggangan mereka yang lebih perkasa. Ninja 400 memiliki kubikasi mesin yang lebih tinggi dibanding Yamaha dan KTM. Yamaha turun dengan YZF-R3 berkubikasi 321cc, sementara KTM dengan RC390 yang memiliki kapasitas mesin 375cc. Dan Honda mengunakan CBR500R berkubikasi 500cc.

Dilihat dari tunggangan, Yamaha menjadi sepeda motor yang paling kecil kapasitas mesinnya di WSSP300 2018. Yamaha yang tampil sebagai juara di tahun sebelumnya, kali ini harus menyerah. Meski Dorna Sports, selaku penyelenggara WSSP300 sudah membuat regulasi untuk menyetarakan persaingan, mesin Ninja 400 masih terlalu tangguh.

Di sepanjang musim balap 2018 ini rider Kawasaki sangat sulit untuk dikalahkan. Performa mesin Kawasaki begitu dominan. Hal ini juga dirasakan oleh salah satu pebalap Indonesia. "Kalau untuk mengejar mungkin masih bisa, tapi untuk mendahului sangatlah sulit," ucap Ali Adriansyah Rusmiputro.

Sebagai penyelenggara, Dorna sebenarnya sudah mengantisipasi perbedaan kubikasi Kawasaki dibanding sepeda motor lain. Hal itu dilakukan lewat regulasi pembatasan putaran mesin dan bobot sepeda motor. Sayangnya regulasi itu belum begitu terasa di tiga seri awal. Pebalap Kawasaki betul-betul unggul jauh. Saat latihan pertama di Aragon saja Kawasaki sudah lebih cepat 5detik dari yang lain.

Baca Juga
Data dan Fakta Sirkuit Chang Thailand

Melihat kondisi itu Dorna kemudian merevisi pembatasan rpm untuk Kawasaki dan membatasi dari sebelumnya 12.000rpm menjadi 10.800rpm. Sayangnya revisi regulasi itu belum membuahkan hasil yang maksimal. Meski sudah mulai mampu memperpendek jarak, pebalap Yamaha masih kalah dari Kawasaki.

"Kami hanya mengandalkan slipstreaming di belakang Kawasaki atau KTM jika ingin memangkas waktu," ujar Ali Adrian, pebalap Pertamina Enduro Racing Team.

Menurut Ali Adrian, strategi mencuri atau teknik balap slipstream awalnya tidak disadari oleh rider Kawasaki. Sehingga pebalap Yamaha mampu mencatat waktu yang bagus. Tetapi rider Kawasaki mulai sadar dan selalu menghindar jika ada pebalap Yamaha di belakang mereka. Ali Adrian sendiri mengakui jika Dorna sudah mencoba bersikap adil. Hanya saja Dorna belum menemukan formula yang tepat agar semua sepeda motor sama-sama kompetitif.

"Saya mengapresiasi Dorna selaku penyelenggara yang membuat revisi perubahan regulasi. Akan tetapi, mungkin karena Ninja 400 baru muncul menjelang musim balap, Dorna tidak cukup waktu untuk mengatur pembatasan rpm yang lebih pas," ucap Ali Adriansyah.

Ali Adrian pun berharap di WSSP300 2019 mendatang, Dorna yang juga menjadi penyelenggara Kejuaraan Dunia MotoGP maupun WSBK (World Superbike) dapat lebih tajam lagi dalam membuat regulasi agar tercipta sebuah kompetisi yang lebih fair.

"WSSP300 pada awalnya kan punya visi untuk menghadirkan sebuah kompetisi yang bagus bagi para pebalap muda, seperti yang sudah terjadi di 2017. Jangan sampai visi tersebut hilang dan kompetisi menjadi tidak seimbang," tutup Ali Adrian.

Baca Juga
AHM Lepas Dimas Ekky ke Moto2 2019
Banyak Gangguan Menghadang Ali Adrian di WSSP300 2018

Text : Suhartono | Photo / Video : Istimewa | 7 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company