image

Sampdoria, Kuda Hitam Serie A Musim 2018/2019

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sampdoria Official Twitter | Editor: Andi Wahyudi | 11 October 2018

SPORTKU.COM

Ditinggalkan banyak pemain bintang, Sampdoria justru tampil mengesankan di Serie A musim 2018/2019 kali ini.

Tak banyak kejutan yang terjadi di Serie A musim 2018/2019. Di puncak klasemen, Juventus yang merupakan pemenang kompetisi musim lalu masih menempati posisi tersebut hingga pekan kedelapan.

Sementara, Napoli membuntuti dengan berada di posisi kedua di klasemen sementara. Struktur ini mirip musim lalu di mana tim asal Naples itu keluar sebagai runner-up Serie A.

Namun, yang berbeda pada Serie A musim ini adalah kemunculan Sampdoria di posisi lima besar di klasemen sementara. La Samp sukses menempati posisi tersebut dengan meraih 14 poin hasil dari empat kali menang, dua imbang, dan dua kali kalah.

Berada di posisi tersebut, membuat tim yang bermarkas di Stadio Luigi Ferraris itu berpeluang besar untuk dapat tampil di kompetisi Eropa. Dengan syarat mereka bisa bermain konsisten sepanjang musim ini.

Rekrutan Pemain yang Sukses

Di awal musim, banyak yang meragukan bahwa Sampdoria bisa berbicara banyak di Serie A di awal musim ini. Tim yang dilatih oleh Marco Giampaolo itu diprediksi bakal melemah lantaran status mereka sebagai tim semenjana (menengah) membuat tim yang berbasis di Kota Genoa itu kehilangan banyak pemain bintang saat bursa transfer dibuka.

Emiliano Viviano, kiper andalan Sampdoria yang telah tampil lebih dari 100 pertandingan bersama klub memilih hijrah ke Portugal bersama Sporting Lisbon. Lalu, ada Ivan Strinic, pemain yang baru semusim bergabung bersama klub justru memilih pindah ke AC Milan.

Namun yang paling menjadi sorotan adalah keputusan Sampdoria melepas Lucas Torreira dan Duvan Zapata. Torreira dilego ke Arsenal, sementara Zapata dipinjamkan—dengan opsi pembelian—ke Atalanta.

Kehilangan Torreira dan Zapata bisa dibilang sebagai kehilangan paling besar Sampdoria di awal musim lantaran keduanya merupakan pemain kunci yang perannya tak dapat dipandang sebelah mata.

Torreira misalnya, sosoknya di lini tengah Sampdoria tidak tergantikan sejak tahun 2015. Ia menjadi pemain yang paling berpengaruh bagi tim dalam memutus serangan lawan sekaligus pengawal tim saat menyerang.

Baca juga
Dua Atlet Malaysia Pecahkan Rekor Dunia

Sementara, Zapata merupakan pemain yang menjadi pemain tersubur kedua Sampdoria musim lalu dengan raihan 11 gol dalam 32 pertandingan.

Namun, alih-alih larut dalam kesedihan atas kepergian pemain andalan mereka di musim lalu, Sampdoria pun melakukan perekrutan pemain untuk menggantikan peran mereka di bursa transfer musim panas lalu.

Di posisi kiper, untuk menggantikan Viviano, Sampdoria langsung mendatangkan dua kiper baru, yakni Emil Audero dan Rafael. Sebenarnya, ada tiga, bila Vid Belec—yang ditebus dari Benevento—dihitung.

Ketiga kiper yang direkrut itu memiliki reputasi sebagai backup kiper tangguh dunia. Audero menjadi bakcup dari Gianluigi Buffon di Juventus, Rafael sebagai cadangan dari Pepe Reina di Napoli dan Belec yang pernah bersaing dengan Samir Handanovic di Inter.

Namun, dari ketiga kiper yang direkrut, Audero. Kiper berdarah Indonesia yang menjadi pilihan utama. Catatannya pun mengesankan, Ia baru kebobolan empat gol dari delapan laga alias sebagai kiper yang paling sedikit kebobolan saat ini.

Di lini belakang, Sampdoria merekrut Lorenzo Tonelli dari Napoli dengan status peminjaman. Meski hanya menjadi cadangan di klub sebelumnya, namun Tonelli sukses membuktikan diri di klub barunya itu dengan raihan positif. Bahkan, dirinya sudah mencetak satu gol sejauh ini.

Pada posisi tengah yang ditinggalkan oleh Torreira mampu diganti secara sempurna oleh mantan wonderkids asal Swedia, Albin Ekdal. Pemain yang baru direkrut dari Hamburg itu langsung nyetel bersama Samdoria di Serie A dengan tak tergantikan dalam delapan pertandingan terakhir.

Adapun rahasia Ekdal bisa mudah beradaptasi di Italia lantaran sebelum pindah ke Jerman, ia sudah bermain di kompetisi ini bersama Bologna dan Cagliari.

Gregoire Dafrel (Sampdoria Official)
sampdoria-sampdoria-official--1577348b7aaebb0.jpg

Sementara, di posisi penyerang, kehadiran Gregoire Dafrel membuat suporter Sampdoria dipastikan telah melupakan Zapata. Pasalnya, pemain asal Prancis itu sukses membuat kejutan di Serie A musim ini dengan menjadi pemain paling tajam ketiga di Serie A dengan raihan lima gol dalam delapan pertandingan.

Di musim ini, secara total, Sampdoria hanya mengeluarkan biaya sebesar 35 juta euro atau sekitar Rp616 miliar. Sementara, itu mereka mendapatkan pemasukan dari penjualan pemain sebesar 51 juta euro atau sekitar RP898 miliar. Itu artinya, tim ini mendapatkan pemasukan yang lebih besar ketimbang pengeluaran di musim ini.

Akankah Konsistensi berlanjut?

Di awal musim Sampdoria sempat mengalami kekalahan dengan skor tipis 0-1 dari Udinese. Namun, perlahan mereka mampu meraih kemenangan, termasuk ketika membungkam tim favorit juara musim ini, Napoli yang dilatih Carlo Anchellotti dengan skor telak 3-0.

Namun konsistensi masih menjadi pertanyaan bagi Sampdoria. Sejauh ini pertahanan mereka memang masih yang terbaik, namun belum teruji mengingat mereka hanya berhadapan dengan tim yang selevel dengan mereka.

Selain itu, Sampdoria di musim ini terbilang terlalu bergantung dengan Dafrel. Dan ini bisa menjadi semacam bom waktu mengingat dalam lima pertandingan terakhir, pemain pinjaman asal AS Roma itu hanya mencetak satu gol.

Hal ini tentu harus diperhitungkan mengingat perjalanan mereka di Serie A musim ini masih panjang—meski sejauh ini memiliki statistik yang bagus.

Baca juga
Madrid Terlibat Kasus Ronaldo?

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Sampdoria Official Twitter | Editor: Andi Wahyudi | 11 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company