image

Regenerasi Time Rally yang Mulai Tergerus

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Bukopinku | Editor: Andi Wahyudi | 11 October 2018

SPORTKU.COM

Regenerasi cabang olahraga otomotif time rally, kini mulai memprihatinkan. Akankah time rally kehilangan pesonanya?

Era 70, 80 dan 90an, bisa dikatakan sebagai masa keemasan cabang olahraga otomotif time rally. Dalam tiga dekade tersebut, balapan yang lebih mengutamakan ketepatan waktu ini tengah berada di puncak keemasan. Sebut saja Poedio Oetojo, Poedio Bintoro, Subronto Laras, mereka adalah tokoh legenda time rally saat masa keemasan tersebut.

Kini, memasuki era milenial, Adi Wibowo, sebagai salah satu tokoh yang menghidupkan time rally, dengan berat hati mengatakan bahwa regenerasi time rally mulai pudar. Hal ini tercermin dari animo yang tercatat saat kejurnas time rally di Surabaya, beberapa waktu lalu. Provinsi Jawa Timur ini dikenal juga sebagai gudangnya peserta time rally.

Terkadang, dalam penyelenggaraan kejurnas, peserta yang mendaftar bisa mencapai 70 peserta. Nilai tersebut menyusut sekitar 50 persen jika dibandingkan tahun ini. Berdasarkan data yang dirilis dari kejurnas time rally, panitia hanya berhasil mendapatkan sebanyak 30 peserta. Ini adalah batas minim untuk sebuah penyelenggaraan dengan status kejurnas.

Baca juga:
SEKTOR PALING SEKSI UNTUK MENYALIP

"Regenerasi time rally, menurut saya regenerasinya memang belum berjalan dengan bagus. Tahun ini pemula sudah mulai berkurang entah kenapa. Dan kita juga sadar sudah banyak pilihan cabang olahraga otomotif yang lain. Anak muda milenial kan susah ya, ibaratnya, tantangannya di time rally kan susah karena harus mengatur strategi, mungkin kurang menarik bagi mereka," buka Adi Wibowo dalam sambungan teleponnya.

Perbandingan time rally dengan cabang olahraga otomotif lainnya juga terlihat dari nuansa yang tidak memacu adrenalin. Bukannya tidak memacu adrenalin, tetapi time rally sebenarnya juga ikut memacu adrenalin, namun tidak sebesar ketika balapan reli, touring atau speed offroad. Dalam artian adrenalin yang timbul saat balapan time rally adalah mengukur waktu untuk bisa tepat masuk di setiap pos yang sudah ditentukan.

Di samping itu, menurut Adi Wibowo, ada faktor lain yang memang tidak bisa dipungkiri. Varian cabang olahraga lainnya yang lebih memasyarakat, seperti slalom, atau drift, menjadi sebuah alasan yang menurut Adi mampu membius anak muda milenial ketimbang ikutan time rally.

Baca juga:
PELIKNYA STRATEGI DI TIME RALLY

"Mungkin dari cara mengatur strategi yang tidak seperti balapan lain, dan juga pilihan cabang olahraga lainnya kebanyakan anak muda saat ini kan ditonton banyak, bawa mobilnya ngebut, dan mereka lebih arahnya ke situ. Dibandingkan time rally, kan harus ngatur strategi, ibarat main catur yang harus mengatur strategi penyerangan seperti apa," tambah Adi.

Di tengah kemaraunya, hanya ada tiga daerah yang masih kerap menggelar event time rally. Menurut Adi, tiga wilayah tersebut masih terbilang konsisten meskipun digempur dengan cabang olahraga otomotif lainnya yang lebih menghipnotis anak muda milenial.

"Pengennya sih ada kaya kejurda atau club event di setiap daerah. Tapi di Jakarta, malah tahun ini sudah tidak ada. Mungkin event kejurda yang jalan di Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur masih jalan. Hanya tiga daerah itu saja yang masih jalan. Bandung tahun ini agak jalan, meskipun tertatih. Dibandingkan Jakarta, Kota Bandung masih lebih hidup karena ada kejurda yang mereka gelar," imbuh pria yang juga menjadi co-driver nasional ini.

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Bukopinku | Editor: Andi Wahyudi | 11 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company