image

Pereli Jip Tidak Masalah Berlomba di Trek Sempit

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi, Sonny Hastara | Editor: Andi Wahyudi | 11 October 2018

uploads/news/2018/10/tidak-masalah-dengan-yang-989908adc64575c.jpg

Jip Ikut Reli, Siapa Takut?

galery-rally-tarmac-canti-19253da1806f5cf
galery-rally-tarmac-canti-617322c6f1d80b8
SPORTKU.COM

Setelah diperbolehkan ikut ambil bagian dalam kejurnas reli dan sprint reli. Pereli jip boleh dikatakan mengalami peningkatan.

Padahal, jika dikomparasi antara lintasan speed offroad dan reli, sungguh jauh berbeda. Speed offroad yang biasa diselenggarakan di Serang, BSD, atau Banjarbaru, memang memiliki dimensi lintasan yang jauh lebih lebar dibandingkan dengan reli atau sprint reli. Biasanya, reli justru mengambil lintasan yang sempit dan begitu teknikal.

Berbincang dengan SPORTKU mengenai hal tersebut, Deny Agus Putranto atau yang akrab disapa Deny XJOC, tidak merasa berkecil hati meskipun mobil jip memiliki dimensi yang lebih lebar dibandingkan mobil reli lainnya. Justru, menurut Deny, ini adalah sebuah hal yang menambah kemampuan dirinya untuk menaklukan lintasan reli.

"Untuk kesulitan si enggak, tapi memang tantangannya jadi lebih sulit. Karena treknya reli itu lebih tricky dan lebih kecil dibandingkan speed offroad, jadi lebih mengandalkan skill atau kemampuan berkendara. Kita tidak boleh main ngegas aja, tapi menurut saya lebih diutamakan keterampilan," buka Deny.

Baca juga:
REGENERASI TIME RALLY MULAI TERGERUS

Salah satu lintasan reli yang baru saja dicicipi adalah sirkuit Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Sentul, Jawa Barat. Sirkuit ini memang memiliki tingkat keterampilan yang lumayan tinggi. Tak ayal, beberapa pereli pun menjadi korban saat melakoni balap di sirkuit tersebut. Meski harus mengalami sedikit insiden dalam balap, namun Deny yang berpasangan dengan Fadli Dolding, tidak begitu saja menyerah.

"Di sentul, tarmac wah itu mengerikan, ngeri-ngeri sedap. Untuk adaptasi terhadap trek, enggak lama sih, dan lebih cenderung cepat. Cuma waktu pas di Sentul (PMPP) kemarin, sempat ada insiden melintir yang cukup mengerikan buat saya. Ini bukan dari trek, tapi memang dari kondisi ban saya yang saat itu pecah akibat kurang angin sebelum balapan," kenang Deny.

Melihat bentuk jip yang cenderung besar, hal itu bukan sebuah kelemahan. Sekali lagi, Deny menggarisbawahi bahwa ketika dihadapkan dengan sirkuit yang tricky dan sempit, kemampuanlah yang sekiranya berbicara.

"Dikasih trek reli bukan sebuah kelemahan, menurut saya sih enggak. Dan itu sebenarnya tergantung kitanya, dan menurut saya yang memang sering dengan jeep, jadi nikmat banget saat menjalani reli dengan kondisi yang seperti itu, dan bikin nagih," tambahnya.

Baca juga:
SEKTOR PALING SEKSI UNTUK MENYALIP

"Kalau di IXOR kan kita kuat-kuatan tenaga dan teknologi di mobil. Kalau kurang, ya sudah kita tidak bisa berbuat banyak dan bingung mau ngejar dimana. Kalau menurut saya di IXOR memang harus menang mesin. Jadi kalau mobil kita gak kencang di IXOR, pasti kalah. Tapi kalau di sprint reli atau reli, itu sudah mengarah kepada skill kita, jadi mobil tidak kencang kita tetap berpeluang untuk menang," bebernya

Sedangkan bicara plus minus, Deny hanya menjelaskan bahwa untuk mengikuti reli ada satu sisi minusnya. "Plus minusnya kalau reli biaya lebih mahal, jadi kalau yang lain enggak deh kayaknya," tutupnya tersenyum.

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Harsya Fikmazi, Sonny Hastara | Editor: Andi Wahyudi | 11 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company