image

Ironi, Ini Kisah Perjuangan Atlet Palestina Menuju Asian Para Games 2018

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 12 October 2018

SPORTKU.COM

Meskipun timnya dihadang di perbatasan Mesir, atlet Palestina ini tetap memutuskan untuk ke Indonesia guna mengikuti Asian Para Games 2018.

Kurang lebih 1,5 bulan sebelum pertandingan berlangsung, Mahmoud Zohud bersama lima atlet dari negaranya sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi di Asian Para Games 2018. Ia pun berlatih maksimal untuk memberikan hasil yang terbaik demi negaranya.

Usai berlibur di Dubai beberapa waktu lalu, seharusnya Mahmoud kembali ke Palestina untuk bergabung dengan anggota tim lainnya, lalu terbang ke Indonesia secara bersama-sama.

Namun, kabar tidak mengenakkan diterima oleh atlet berusia 29 tahun itu. Teman-temannya tidak dapat keluar dari Palestina karena terhalang di perbatasan Mesir. Mahmoud pun memutuskan untuk terbang langsung dari Dubai ke Indonesia, dan hanya dibantu oleh sang istri.

"Tim kami tidak dapat keluar dari perbatasan Mesir padahal mereka telah mencoba dua kali. Mereka ditolak dan saya merasa sedih," ujarnya kepada wartawan.

Tidak hanya para atlet, peralatan dan pelatih juga terblokade di perbatasan.

Setibanya di Indonesia, atlet yang mengikuti cabang olahraga para atletik tolak peluru di nomor F54/55 itu langsung memberi kabar kepada teman-temannya di Palestina. Ia mengatakan bahwa akan tetap melanjutkan perjuangannya meskipun dengan keterbatasan.

Baca Juga :
SAMBUTAN MERIAH UNTUK KONTINGEN PALESTINA DI PEMBUKAAN ASIAN PARA GAMES 2018

Sama seperti kontingen yang lain, jelang kompetisi, atlet yang sudah menyukai dunia olahraga sejak usia 10 tahun itu mengikuti latihan. Ia dibantu oleh pelatih Indonesia, Fadil. Mahmoud mengatakan bahwa Fadil ada untuk mendukungnya hingga akhir perlombaan.

Saat bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Kamis (11/10) kemarin, Mahmoud mampu meraih hasil tolakan sejauh 4,53meter dan berada di peringkat ke-19.

Meskipun harus pulang tanpa medali, Mahmoud berharap kehadirannya di Asian Para Games 2018 dapat memotivasi semua penyandang disabilitas di Palestina untuk tetap melanjutkan kehidupan meskipun tubuh membatasi gerak mereka.

Kedatangan Mahmoud ke Indonesia juga sebagai perwujudan mimpi seluruh atlet disabilitas Palestina. Ia pun tidak ingin berhenti sampai di sini, karena menurutnya masih banyak kesempatan untuk mengikuti kompetisi internasional.

Sebelumnya, saat upacara pembukaan Asian Para Games 2018 yang berlangsung pada Sabtu (6/10) lalu, Mahmoud mengikuti defile seorang diri. Ia ditemani oleh dua orang volunteer dan pendamping.

Mahmoud yang duduk di kursi roda, mengangkat tinggi-tinggi bendera Palestina. Seolah-olah ia ingin menyampaikan kepada jutaan pasang mata yang menyaksikannya, bahwa Palestina bisa sampai di sini meskipun ada orang-orang yang berusaha untuk menghalangi langkahnya.

Ia pun terkesan dengan sambutan masyarakat yang menonton secara langsung. Terlebih, Presiden Indonesia Jokowi berdiri dan bertepuk tangan menyambut kehadirannya di defile.

Baca Juga :
Jendi Pangabean Ajak Masyarakat Saksikan Pertandingan Asian Para Games 2018

"Kami tahu Indonesia sangat menyukai kami. Tapi, kami tidak menyangka akan sebanyak ini. Presiden Indonesia berdiri dan bertepuk tangan untuk kami. Itu adalah sesuatu yang sangat menyenangkan dan tidak dapat saya ungkapkan," lanjutnya.

Mahmoud juga mengirimkan video upacara pembukaan kepada teman-temannya di Palestina. Mereka terkejut dengan banyaknya orang yang begitu menyukai Palestina.

Mahmoud merupakan penyandang disabilitas selama 14 tahun. Ia terkena tembakan di pinggang seusai pulang dari sekolah. Peluru itu menembus hingga tulang belakangnya dan menyebabkan Mahmoud mengalami paraplegia. Tulang belakangnya hancur dan ia tak dapat merasakan apapun pada tubuh bagian bawah.

Terakhir, Mahmoud berharap agar kedepannya ia bisa mengikuti semua nomor perlombaan di kompetisi olahraga berikutnya. Karena selama ini, atlet di Palestina hanya bisa berkompetisi tingkat lokal, dan tidak ada kesempatan untuk bertanding di kejuaraan internasional.

Palestina memiliki banyak orang penyandang disabilitas, karena hampir setiap hari ada warganya yang tertembak. Mahmoud hadir di Asian Para Games 2018 untuk menyampaikan pesan kepada mereka yang terkena tembakan peluru, agar tidak boleh menyerah karena kehidupan tidak akan berhenti.

"Saya berterima kasih kepada masyarakat Indonesia, terutama untuk pelatih Indonesia, Fadil. Saya bisa merasakan betapa besarnya cinta kalian untuk kami. Kalian membantu saya dengan hati, saya bisa merasakan itu," pungkas Mahmoud.

Baca Juga :
Atlet Putri Indonesia Alami Retak Tulang Leher

 

Text : Ria Afriliani | Photo / Video : Pariyono | Editor: Andi Wahyudi | 12 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Apresiasi Untuk Atlet Para Swimming

Apresiasi Untuk Atlet Para Swimming

ACTUAL
Sebelas Negara Pulang Tanpa Medali

Sebelas Negara Pulang Tanpa Medali

ACTUAL
Momen Bersejarah Indonesia di APG

Momen Bersejarah Indonesia di APG

ACTUAL
Momen Mengharukan Asian Para Games

Momen Mengharukan Asian Para Games

ACTUAL

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company