image Ario Danu Yoyok Cempe

Peserta Kelas F.1, Siap Tempur dengan Regulasi Baru

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Muhamad Dahroji | 13 October 2018

uploads/news/2018/10/pernyataan-sikap-peserta-kelas-198162ed0036112.jpg

Pernyataan Sikap Peserta Kelas F.1

perelli-f1-9719372750c58ca
perelli-f1-80119cf3898a182
SPORTKU.COM

Pelik mengenai perubahan regulasi masih terus bergulir. Sebagai jawaban atas regulasi tersebut, peserta kelas F.1 menyatakan siap tempur!

Tidak mau kalah dengan regulasi yang sudah ditetapkan, beberapa pereli yang tergabung dalam kelas F.1, mengatakan tidak gentar meskipun kini regulasi F.1 kembali dirubah oleh PP IMI dengan menaikan batas menjadi 1.500cc. Sebelumnya, pengesahan regulasi ini juga baru dibuat dengan menaikan kapasitas mesin menjadi 1.400cc. Dengan patokan baru tersebut, mereka pun menyatakan sikapnya terhadap keputusan PP IMI.

Sebagai perwakilan dari pereli yang bermain di kelas F.1, Ario Danu, mengatakan seperti apapun regulasi yang telah ditetapkan, baginya wajib untuk berusaha semaksimal mungkin agar balapan tetap berjalan secara kompetitif. Selain itu, Ario Danu juga turut membeberkan bahwasanya ada misi lain darinya saat ikut balapan di ajang sprint reli atau reli.

"Jadi saya cuma berusaha semaksimal mungkin, dengan mobil yang ada. Ya saya tidak ada mobil lagi selain Mirage, dan cuma itu. Kalau pun harus mengikuti regulasi, ya mau gimana, karena memang hobi dan di samping saya balap, ada beberapa brand yang menempel di bodi mobil tersebut. Tujuannya sekaligus membantu mereka selling. Kalau soal regulasi kita lihat ke depannya," beber Ario Danu di Sentul, (12/10).

Baca juga:
JIP IKUT RELI, SIAPA TAKUT?

Selain Ario Danu, pereli lainnya yang juga hadir dalam acara ngopi bareng tersebut, Yoga Martinda, yang menggeber Suzuki Swift. Yoga, turut mengatakan dirinya siap bertarung dengan regulasi tersebut. Salah satu cara yang menjadi alternatifnya adalah menaikan performa dengan mengganti salah satu bagian mesin mobilnya guna bisa tampil kompetitif dengan peserta yang nantinya menggunakan mesin asli 1.500cc.

"(caranya) Ya paling pakai yang satu seri, mesin bawah pakai yang G15. Ya balik lagi, kita tidak tahu dengan pereli yang sudah pakai mesin 1.500cc, upgradenya pakai yang berapa lagi, kita tidak tahu. Ya harus tidak takut, siap bertarung pokoknya!" ujarnya.

Sementara itu, sebagai pereli senior yang bermain di kelas F.1, Yoyok Cempe, pun merasakan hal yang sama. Perubahan regulasi yang nantinya akan diketuk palu dalam beberapa waktu mendatang, ditanggapinya dengan santai. Bagi pereli yang menggeber Suzuki Splash, dirinya juga tetap siap berjuang meskipun regulasi di kelas tersebut terus dirubah dari tahun ke tahun.

Baca juga:
KONTROVERSI REGULASI BARU KELAS F.1

"Kita tuh hobi, rule is rule dan kita sudah coba adu argumentasi akhirnya keputusan sudah jelas. Dan kita minta klarifikasi, tentang mobil dengan injeksi dan non injeksi. Kalau ditanyain satu-satu teman-teman di F.1, semua siap meskipun dalam tanda kutip. Dan bisa dibayangkan kita fight dengan 1.500. Saya tidak bicara itu banyak peserta atau tidak, dan saya sudah ngomong, bahwa saya berani saja, dan kita minta regulasi tersebut diambil dengan seadil-adilnya," tambah Yoyok Cempe.

Farchat pun demikian, pereli yang biasa membetot Toyota Etios Valco ini, turut berkomentar terkait regulasi. Ia dengan santai menyebutkan karena sudah terlanjur jatuh hati dengan balapan reli, sehingga tidak bisa berbuat banyak ketika PP IMI merumuskan dan mengesahkan peraturan baru. Baginya, untuk mengikuti regulasi yang ada adalah sebuah hal yang menjadi kewajiban.

"Karena kita sudah kadung cinta dengan olahraga yang membuat hati kita bahagia, mau tidak mau kita terima. Karena dia (PP IMI) pemegang regulasi, dia (PP IMI) pembuat peraturan dan kita ikutin aja," ucapnya dengan santai.

Baca juga:
LEBIH KOMPAK KARENA HUBUNGAN DARAH

Berdasarkan hasil rakornis PP IMI yang dilakukan beberapa waktu lalu, perubahan tersebut meliputi beberapa hal. Di antaranya adalah mobil dengan kapasitas mesin 1.500cc yang terbagi menjadi dua berdasarkan tahun produksinya. Berikut garis besar perubahan spesifikasi kelas F.1 Kejurnas Sprint Rally 2019 :

Kendaraan dengan kapasitas mesin 1500 cc tahun 1997 ke bawah dengan mesin karburator diperbolehkan melakukan perubahan sebagai berikut:

 - Penggantian mesin atau engine swap dengan engine series dari kendaraannya

- Diperbolehkan memodifikasi menjai injection dengan stand alone ECU

- Single throttle body dengan ukuran standar bawaan mesin

- Sistem pengapian bebas

- Camshaft, valve springs standar

- Tidak diperbolehkan porting dan polish

- Gearbox ratio standar, final drive bebas

 Kendaraan dengan kapasitas mesin 1500 cc tahun 1997 ke atas, diperbolehkan melakukan perubahan sebagai berikut:

 - Penggantian mesin atau engine swap dengan engine series dari kendaraannya yang dipasarakan oleh ATPM

- Pemakaian piggy back diizikan, stand alone ECU dilarang

- Untuk semua kendaraan kelas F1, penggunaan Limited Slip Differential (LSD) diperbolehkan

- Boleh menggunakan over fender agar mobil terlihat lebih sporty

Text : Harsya Fikmazi | Photo / Video : Muhamad Dahroji | 13 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company