image

From Prince to King, Kebangkitan Boateng Bersama Sassuolo

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 16 October 2018

SPORTKU.COM

Perjalanan karier pesepakbola berpaspor Ghana, Kevin Prince Boateng, penuh dengan lika liku yang tidak tertebak arahnya.

Sepanjang karier profesionalnya, Boateng tercatat sudah bermain untuk 10 klub berbeda di liga top Eropa, seperti Jerman, Inggris, Italia, dan Spanyol, angka yang cukup banyak pastinya untuk pesepakbola. Dimulai dari tanah Jerman, Boateng kecil ketika itu mampu menampilkan performa gemilang bersama Hertha Berlin. 

Atas dasar itu pula, Tottenham Hotspur yang melihat bakat besarnya tertarik memboyongnya ke Inggris. Namun, bersama Spurs, dirinya tak mampu bersaing karena hanya turun di 25 pertandingan dengan sumbangan satu gol yang membuatnya dipinjamkan ke Borussia Dortmund. 

Kembali ke tanah Jerman ternyata tidak mengembalikan peruntungan Boateng. Dirinya hanya 11 kali bermain bersama Die Borussen, alhasil dia dikembalikan kepada Spurs setelah enam bulan merumput bersama Dortmund. 

Sayangnya, Spurs seolah tak lagi mau menampung Boateng. Portsmouth yang kala itu dilatih Harry Redknapp pun datang dengan tawaran menggiurkan, yakni sebesar empat juta pound yang pada akhirnya disetujui Spurs. 

Bersama Portsmouth, Boateng kembali menunjukkan tajinya, sehingga di akhir musim klub Italia, Genoa datang memberi penawaran terhadap Boateng. Hanya semusim membela The Pompey, Boateng sepakat hengkang ke negeri pizza.

Tetapi, belum sempat membela Genoa, satu bulan berselang AC Milan datang untuk meminjam Boateng. Tentu bermain untuk klub sebesar Milan tidak bisa ditolak begitu saja karena kala itu I Rossoneri menjadi tim bertabur bintang.

Puncak karier Boateng kala memperkuat AC Milan dengan torehan satu Scudetto

kevin-prince-boateng-43168048449968e.jpg

Keputusan saudara kandung dari Jerome Boateng itu terbukti tepat. Penampilannya bersama Milan sangat meningkat drastis. Bersama Zlatan Ibrahimovic, Andrea Pirlo, hingga Massimo Ambrosini, pada akhir musim Milan keluar sebagai jawara Serie A. Salah satu alasan yang menggoda manajemen Milan untuk mempermanenkan statusnya. 

Di musim berikutnya, ia terus menjadi aktor penting di skuat asuhan Massimiliano Allegri. Tercatat, 114 penampilan dibukukannya bersama Milan dengan torehan 18 gol serta 16 assist. 

Tetapi, seperti pepatah mengatakan, ‘kehidupan selalu berputar’, kira-kira itulah yang dialami Boateng. Krisis keuangan yang dialami Milan membuatnya dilepas ke Schalke 04 pada Agustus 2013.

Ada di puncak karier, Boateng masih menunjukkan sinar terang di musim perdananya berseragam Schalke. Sialnya, pada musim kedua, ia gagal mempertahankan performa apik sehingga nasibnya sempat tak jelas pada Desember 2015 usai kontraknya tidak diperpanjang. 

Di titik inilah karier Boateng mungkin dalam posisi terendah karena dia sempat beberapa kali bergonta-ganti tim. Mulai Las Palmas sampai Frankfurt. Bersama Frankfurt, dia juga mendapatkan kontrak hanya semusim saja, mungkin Frankfurt takut memberikan kontrak jangka panjang karena tahu performa Boateng yang kerap angin-anginan kala itu.

Namun, di sinilah mental juara Boateng kembali, saat dirinya tak mendapat kepercayaan penuh justru berhasil keluar dari tekanan dan menjadi andalan klub dengan catatan 36 pertandingan dan sumbangan enam gol. Melihat fenomena tersebut, Boateng yang kontraknya habis seolah ingin menunjukkan bahwa dirinya layak diperhitungkan. Tawaran kontrak baru dari Frankfurt ditolaknya. 

Jiwa petualang Boateng kembali muncul saat tawaran kembali ke Italia datang dari U.S. Sassuolo Calcio. Bersama Sassuolo, dia juga lebih dihormati karena diberikan kontrak dengan durasi cukup lama, yaitu tiga musim. 

Bersama Sassuolo Boateng mampu bangkit kembali di musim ini

kevin-prince-boateng-19931228a23abfc.jpg

Seolah ingin membayar kepercayaan klub, secara luar biasa, Boateng menampilkan penampilan impresif dari delapan laga yang sudah dijalani. Tercatat, ia sudah membuat empat gol yang membawa Sassuolo kini bertengger di urutan delapan klasemen sementara. 

Boateng bangkit! Ya itulah kata yang tepat menggambarkan pria berusia 31 tahun tersebut saat ini. Berbekal stamina prima, ia terus berlari mengejar bola tanpa kenal lelah di lapangan saat ini. Selain itu, sifat buruknya yang kerap merugikan tim atau dirinya mulai ditanggalkan. 

Sebuah evolusi besar untuk seorang Boateng terjadi di Sassuolo. Bahkan hal tersebut diakuinya sendiri karena bisa bebas berekspresi di lapangan dan mengeluarkan kemampuan terbaik bersama klub berjuluk I Neroverdi. 

“Sekarang saya bisa mengeluarkan seluruhnya di sini. Sebuah kebodohan besar saya di masa lalu adalah sikap yang tidak profesional. Saya sadar di masa muda saya orang yang salah. Saya tak punya orang yang tepat di sekitar, tidak seperti sekarang. Jika saya melihat ke belakang, saya merasa bisa mencapai level yang lebih tinggi sebenarnya,” ucap Boateng dilansir La Gazzetta dello Sport.

Sekarang, di Sassuolo Boateng sedang merintis ceritanya sendiri. Sebuah perjalanan dari seorang pangeran yang ingin menjadi raja di tanah Italia. Boateng memang memiliki kisah manis di Italia, sekarang tinggal kita tunggu apakah ia benar-benar bisa menjadi raja di Kota Modena? Seperti yang pernah terjadi bersama AC Milan beberapa tahun silam. 

Baca Juga:
Krisis Barcelona di La Liga Buah Keegoisan Valverde

Baca Juga:
Kandidat Kuat Pengganti Julen Lopetegui

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 16 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company