image

Kisah Kedekatan Michael Jackson dengan Sepakbola

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Deadspin | Editor: Andi Wahyudi | 16 October 2018

SPORTKU.COM

Barangkali jika Michael Jackson masih hidup, dia bisa menjadi pengamat sepak bola selain menyanyi.

Michael Jackson dikenal sebagai penyanyi pop fenomenal dalam sejarah umat manusia. Pria kelahiran Indiana, Amerika Serikat pada tanggal 29 Agustus 1958 itu mendapatkan gelar King of Pop berkat prestasi dan dedikasinya di dunia musik.

Sebagai penghibur papan atas, tingkah laku dan perbuatan Michael Jackson pun selalu menjadi sorotan. Tak heran dirinya pun pernah membuat penggemarnya binggung ketika dalam sebuah sesi pemotretan, pelantun lagu I Want To Back itu menggunakan seragam jersey sepakbola OGC Nice musim 1979/1980.

Pemotretan Michael Jackson sendiri dilakukan oleh seorang fotografer bernama Todd Gray untuk menjadi cover majalah Rock Superstars Post Magazine pada tahun 1983. Gray mengaku bahwa bukan dirinya yang menghasut agar mantan punggawa Jackson five itu menggunakan seragam tim sepak bola asal Prancis tersebut.

Gray sendiri merupakan fotografer pribadi Michael Jackson sejak 1980-an. Dirinya mengaku bahwa sosok Michael Jackson merupakan orang yang sulit diatur. Sehingga ia tak mungkin memerintah kliennya itu dengan menggunakan baju atau seragam sesuai requestnya meski diklaimnya bahwa Michael Jackson memiliki empat sampai lima lemari yang berisi pakaian yang bisa dikenakan, namun sang megabintang justru merasa nyaman menggunakan jersey bola tersebut.

Di Internet, ada yang mengatakan bahwa seragam Nice yang dikenakan oleh Michael Jackson bukan semata-mata bahwa sang penyanyi legenda tersebut menyukai sepak bola, namun hasil cendera mata yang ia dapat atau dibeli ketika mempromosikan album Thriller di Prancis.

Meski diklaim bukan maniak sepak bola, namun Michael Jackson bisa dianggap dekat dengan olahraga ini. Terbukti dengan konsernya di seluruh dunia di mana selalu dilakukan di dalam stadion-stadion sepak bola yang ikonik.

Camp Nou dan Vicente Calderon di Spanyol, Olympiastadion di Jerman dan Parc des Princes di Prancis, adalah beberapa stadion yang pernah digunakan oleh Michael Jackson sebagai tempat konser.

Bahkan konser Michael Jackson pernah disaksikan 504 ribu orang yang datang ketika dirinya konser di Stadion Wembley di Inggris untuk melihat gerakan tarian woonwalk andalannya yang begitu fenomenal.

Baca juga
Racikan Baru Audi Formula E

Patung Michael Jackson di Stadion Craven Cottage

Mohamed Al Fayed dan patung Michael Jackson (Deadspin)
michael-jackson-18062acb05609f3.jpg

Michael Jackson sendiri sejatinya pernah menyaksikan sebuah pertandingan sepak bola, tepatnya pada tahun 1999 silam ketika dirinya menyaksikan klub sepak bola asal Inggris, Fulham FC. Kehadirannya di Stadion Craven Cottage atas undangan sahabatnya, Mohamed Al Fayed yang merupakan pemilik klub asal London tersebut.

Tak hanya menonton, Michael Jackson pun turun ke lapangan dan melambaikan tangan kepada 12 ribu penonton yang menyaksikan pertandingan yang berkesudahan kemenangan Fulham 2-0 atas Wigan Athletic.

"Itu sangat menarik dan penuh gairah, para penggemar seperti orang-orang yang datang ke konser saya. Mereka berteriak dan berteriak dan menyemangati para pemain mereka. Saya ingin melompat dan mulai menari karena saya biasa tampil di panggung ketika saya mendengar semua kebisingan itu," ungkap Michael Jackson seperti dikutip dari Guardian.

Kedatangan Michael Jackson sendiri banyak yang mengekspresikan dengan aneh. Maklum, sebelumnya tak ada kabar bahwa dirinya akan datang ke stadion, bahkan beberapa pemain klub berjuluk The Lily Whites itu menganggap bahwa yang datang adalah tiruannya ketika dirinya dibawa ke ruang ganti pemain oleh Al Fayed.

Setelah Michael Jackson meninggal pada tahun 2009, Al Fayed pun mendedikasikan kunjungan singkat Michael Jackson ke markas Fulham dengan mendirikan patung yang menyerupai raja musik pop asal Amerika itu pada April 2011 lalu.

"Michael Jackson adalah seorang legenda sesungguhnya. Dia adalah teman saya. Saya berbagai kenangan indah dengannya dan dia meninggal secara tragis. Dia meninggalkan musiknya yang hebat sebagai warisan. Dia adalah bakat yang tak akan terulang," kenang Al Fayed seperti dikutip dari BBC.

"Saya harap banyak penggemar Jackson akan mengunjungi patung di Cottage. Dan penggemar Fulham akan menyukai bahwa penyanyi terbaik dunia ada di antara mereka," sambungnya.

Sayang, patung yang disandingkan dengan legenda Fulham, Johnny Haynes itu telah dipindahkan ke ke National Football Museum, Manchester pada tahun 2017 silam lantaran Al Fayed tak lagi menjadi pemilik klub.

Upaya Michael Jackson Selamatkan Kesebelasan Exeter City

Di Indonesia, bukan hal yang aneh bila ada suporter yang urunan untuk membantu klub mereka yang tengah dalam masalah finansial. Namun apa jadinya bila seorang Michael Jackson juga melakukan hal serupa?

Nyatanya, hal tersebut pernah terjadi, tepatnya pada tahun 2002 lalu di mana Michael Jackson membantu sahabatnya, Uri Geller, seorang pesulap dan presenter tv yang juga menjabat sebagai pemilk Exeter City untuk menyelamatkan keuangan klub.

Geller sendiri berhasil membujuk Michael Jackson untuk ikut serta dalam acara charity ini dengan janji setengah dari hasil kegiatan amal ini akan disumbangkan untuk badan amal yang memerangi AIDS di Afrika.

Kehadiran Michael Jackson pun mengundang banyak simpati. Bahkan ada yang membayar sampai 100 poundsterling atau sekitar Rp2 juta. Sebagai gantinya, penggemar yang telah menyumbang bisa naik mobil dengan idolanya itu.

Dalam acara itu, Michael Jackson sendiri ditanyakan soal peluang Inggris di Piala Dunia 2002 lalu, di mana saat itu Inggris berhadapan dengan Denmark. Meski tak mengetahui sepak bola, ia menjawab bahwa Inggris akan menang. Dan, sebagai mana kita tahu Inggris menang 3-0. 

 

Baca juga
Usain Bolt Diincar Klub Eropa

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Deadspin | Editor: Andi Wahyudi | 16 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Persija dan Produk Lokal

Persija dan Produk Lokal

FOOTBALL
Menghitung Hari Francesco di Roma

Menghitung Hari Francesco di Roma

FOOTBALL
Luciano Spalletti Puji Mauro Icardi

Luciano Spalletti Puji Mauro Icardi

FOOTBALL
Qatar Pamerkan Rancangan Stadion Lusail

Qatar Pamerkan Rancangan Stadion Lusail

FOOTBALL

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company