Lima Alasan Mengapa Jeda Internasional Menyebalkan

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Tellerreport | Editor: Andi Wahyudi | 17 October 2018

SPORTKU.COM

Inilah lima alasan mengapa jeda internasional itu menjadi sebuah hal yang menyebalkan

Pekan ini menjadi sebuah yang membosankan bagi penggemar sepak bola lantaran mereka tak bisa menyaksikan klub kesayangan berlaga. Hal tersebut lantaran adanya jeda internasional di mana para punggawa klub harus membela negaranya dalam pertandingan uji coba.

Pertandingan yang mempertemukan kedua negara ini dianggap tak memiliki nilai atau esensi tertentu dan hanya sekedar untuk mencari keuntungan atau untuk mengugurkan kewajiban untuk menjalankan agenda dari kalender FIFA.

Berikut ini adalah lima alasan mengapa jeda internasional adalah hal yang menyebalkan:

Cedera atau Virus FIFA

Cedera menjadi salah satu momok menakutkan dalam laga jeda internasional di mana seorang pemain harus menderita cedera ketika membela negaranya. Lantaran banyaknya pemain yang mendapatkan status tersebut seolah-olah seperti wabah atau penyakit yang bisa dibilang sebagai korban dari yang disebut sebagai Virus FIFA.

Liverpool yang kini tengah berupaya mempertahankan performa mereka di Liga Primer Inggris harus mendapatkan sedikit hambatan. Sebab dua punggawa mereka harus terserang Virus FIFA. Adapun dua pemain yang menderita cedera yang dimaksud adalah Virgil van Dijk dan Naby Keita.

Van Dijk beruntung dirinya hanya menderita cedera ringan sehingga bisa tetap membela Liverpool, sementara Keita harus menderita patah tulang jari yang menyebabkan dirinya akan absen dalam waktu lama.

Hal ini tentu menjadi sebuah kerugian mengingat Liverpool saat ini begitu bergantung kepada Keita di lini tengah. Ditakutkan, absennya pemain asal Guinea itu ditakutkan akan menghambat perkembangan permainan Liverpool.

Konflik Antara Klub dan Negara

Tak ada yang lebih membuat frustasi ketika anda harus mendukung pemain yang anda tidak inginkan. Di laga internasional, seolah-olah kita dipaksa mendukung pemain tertentu yang kita benci, contohnya Neymar bila kita mendukung Timnas Brasil.

Laga internasional sendiri juga menjadi hal yang paling dibenci oleh klub lantaran mau tak mau mereka harus merelakan pemainnya untuk berpergian jauh ke kampung halamanya untuk bertanding membela negara mereka.

Ketika pulang kembali ke klub, pemain kadang menjadi tidak fit lantaran kelelahan akibat perjalanan yang jauh selain itu, yang paling ditakutkan oleh klub adalah pemain tersebut justru tak bisa dimainkan karena mendapatkan cedera saat membela negaranya.

Tak heran hal ini pun menjadi konflik yang kerap berulang nyaris ketika jeda internasional dimulai. Akan banyak klub yang tak mengizinkan pemainnya membela negaranya atau bahkan menyarankan untuk pensiun dini dari tim nasional dan fokus main di klub.

Baca juga
F1-Formula E Dapat Bersatu

Ritme Menjadi Rusak

Tak ada yang menyangkal bahwa keberhasilan sebuah tim untuk menjuarai kompetisi atau turnamen lantaran tim tersebut sukses mempertahankan ritme atau trend positif yang mereka lakukan sepanjang musim.

Nah, kehadiran jeda internasional kerap kali merusak hal tersebut. Semisal pemain yang bertugas menjadi mesin pencetak gol bagi klub tiba-tiba cedera saat membela negaranya dan hal itu mempengaruhi ketajaman klub dan pada gilirannya membuat klub kesulitan mendapatkan poin dan memperburuk posisi mereka di klasemen.

Pelatih seperti Jose Mourinho, Arsene Wenger,dan baru-baru ini, Jurgan klopp kompak menyatakan bahwa mereka tidak menyukai jeda internasional dimana para pemainnya menghabiskan waktu tanpa anggota tim yang memungkinkan menghambat kepercayaan antar pemain, apalagi jika sang pemain kembali setelah mengalami kekalahan saat membela timnas.

Kualitas Pertandingan Internasional

Jeda internasional sendiri kerap menyajikan pertandingan yang tidak menarik bila dibandingkan dengan laga di liga papan atas Eropa. Untuk apa menonton pertandingan Argentina melawan Irak misalnya yang tak akan seseru Derby Manchester—karena hasilnya sudah diketahui.

Memang, ada pertandingan yang seru macam Belgia dan Belanda atau Argentina melawan Brasil, namun dalam laga tersebut, kedua tim nampak tak terlalu serius dalam bertanding mengingat mereka harus berhati-hati untuk menghindari cedera.

Jadwal Padat Menanti

Kehadiran jeda internasional membuat kegiatan kompetisi liga terhenti. Dampaknya adalah liga harus mengganti hari untuk menggelar pertandingan sehingga membuat jadwal menjadi padat atau menggunakan hari yang seharusnya masuk dalam hari libur—jelang natal atau tahun baru.

Liga Inggris misalnya, setiap tim bisa bermain sebanyak tujuh pertandingan dalam dua minggu, terutama memasuki bulan Desember—sebagai dampak perubahan jadwal akibat jeda internasional—diprediksi akan memberikan dampak buruk bagi pesepak bola seperti rentan terkena cedera atau kelelahan.

Dari kelima hal di atas, tentunya FIFA harus segera mencari solusi agar kedepannya, jeda internasional tidak menjadi hal yang menyebalkan. Misalnya dengan membuka jendela bursa transfer lebh dari dua kali dalam semusim sehingga bila ada pemain yang cedera, klub bisa mencari penggantinya dengan memanfaatkan bursa transfer atau juga dengan mengurangi jumlah pertandingan internasional yang tidak perlu.

Baca juga
Wanita Transgender Juara Dunia Track

Text : Handy Fernandy | Photo / Video : Tellerreport | Editor: Andi Wahyudi | 17 October 2018

  • facebook share

RELATED NEWS

Pelatih Yang "Dirusak" Real Madrid

Pelatih Yang "Dirusak" Real Madrid

TOP 5
5 Stadion Jadi Sirkuit Balap

5 Stadion Jadi Sirkuit Balap

TOP 5
Lima Pemain Gagal Bela Timnas

Lima Pemain Gagal Bela Timnas

TOP 5
5 Pebalap Jepang di Kejuaraan Dunia

5 Pebalap Jepang di Kejuaraan

TOP 5

QUICK NAVIGATION

Image

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Image

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company