image

Geliat Arsenal di Tangan Unai Emery

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 17 October 2018

SPORTKU.COM

Arsenal di bawah asuhan Unai Emery saat ini menjelma menjadi tim yang sangat menakutkan, sembilan laga terakhir menjadi buktinya. 

Jika melihat persaingan di Premier League saat ini, pastinya banyak dari pecinta sepak bola membahas Manchester City, Chelsea, Liverpool, atau bahkan Tottenham Hotspur. Nama Arsenal seolah terlupakan padahal mereka menjadi salah satu tim besar di tanah Britania.

Sah-sah saja memang berpikiran seperti itu, pasalnya di musim-musim sebelumnya bersama Arsene Wenger, Arenal seakan menjadi tim pelengkap di posisi enam besar. Sebuah hal yang nampaknya akan kembali terulang bersama Unai Emery di musim ini.

Pasalnya, di dua pertandingan awal, mereka dua kali kalah beruntun oleh Manchester City serta Chelsea. Bertemu City di laga perdana saat itu, Arsenal harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2, padahal mereka bermain di markas sendiri. 

Sepekan berselang, The Gunners lagi-lagi bertemu lawan berat, yakni Chelsea. Bukannya bangkit, Mesut Oezil cs. kembali menelan pil pahit usai kandas 2-3. 

Seolah belajar dari kesalahan, bertemu West Ham United, Arsenal pada akhirnya meraih tiga poin pertamanya setelah memenangi laga dengan skor 3-1. Dan setelahnya, Arsenal terus menerus meraih kemenangan tanpa henti, jika ditotal kini pasukan Emery sudah meraih kemenangan sembilan pertandingan beruntun (6 Premier League, 1 Piala Liga, dan 2 Liga Europa).

Sebuah catatan fantastis tentunya, Emery kini bisa menepis segala keraguan yang ada dengan bukti nyata di dalam lapangan. Bahkan, kini Arsenal secara tidak terduga sudah duduk di urutan empat dengan nilai 18 angka, hanya terpaut dua poin dari pemuncak klasemen, Man. City. 

Memang banyak perbedaan jika melihat Arsenal yang sekarang dibanding dengan era Wenger. Selain semangat baru, peran penting Emery menjadi kunci di sini. 

Gairah Kuat Emery Bangkitkan Semangat Arsenal

Emery selalu memberi instruksi agresif di pinggir lapangan

arsenal-3661985802b9ddd.jpg

Jika dilihat dari era Wenger, ada perbedaan sangat kental. Pria asal Prancis itu dikenal lebih kalem saat di pinggir lapangan. Sangat bertolak belakang dengan Emery pastinya karena ia kerap berteriak dalam memberi instruksi kepada para pemainnya. 

Terkesan sepele, namun hal ini dipastikan bisa membangkitkan gairah para pemain yang sedang bertanding. Apalagi, Arsenal banyak dihuni pemain muda, instruksi keras dari sang pelatih pastinya sangat dibutuhkan.

Kemudian, soal taktikal. Mungkin, di sini kunci mantan pelatih Sevilla tersebut membawa Arsenal melaju mulus di sembilan laga terakhir. Emery sangat fleksibel dalam menerapkan taktik kepada timnya, meski pondasi dasarnya 4–2-3-1, Emery bisa dengan cepat mengganti formasi di tengah laga, sesuai tipe lawan.

Selain itu, Emery juga punya keberanian dalam melakukan pergantian pemain. Jika di masa Wenger pemain yang tampil buruk masih diberikan kesempatan cukup lama, hal ini tak berlaku bersama Emery. Dia tak segan menarik pemain yang kurang maksimal saat pertandingan memasuki menit 60. Contoh nyata terjadi kepada Oezil yang dengan cepat diganti saat tidak maksimal kontra Chelsea. 

Kemudian, pelatih berusia 46 tahun itu juga sering menurunkan pemain yang tak terduga. Bahkan, untuk penjaga gawang saja, Emery sering menurunkan Bern Leno dan Petr Cech secara bergantian. Meski cukup beresiko tinggi tapi sejauh ini masih berjalan lancar. 

Untuk saat ini, mungkin Arsenal sedang menikmati tren positif bersama Unai Emery karena meraih sembilan kemenangan beruntun jelas tidak mudah. Namun, melihat tolak ukur kesuksesan hanya dari sembilan pertandingan saja pastinya sangat naif karena kesuksesan sepak bola di era modern adalah raihan trofi. Apalagi, Arsenal sudah puasa gelar Premier League sangat lama, 14 tahun lamanya.

Sekarang kita harus menanti apakah Unai Emery bisa mengimplementasikan tren apik ini dengan gelar juara? Sebuah hal yang jelas sangat ditunggu para penggemar The Gunners di seluruh penjuru dunia. 

Baca Juga:
Lima Stadion Sepak Bola Terburuk di Eropa

Baca Juga:
From Prince to King, Kebangkitan Boateng Bersama Sassuolo

Text : Aga Buge Katiara | Photo / Video : Istimewa | Editor: Andi Wahyudi | 17 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Akhir Penantian Panjang Persija

Akhir Penantian Panjang Persija

TOPIC OF THE WEEK
MotoGP 2019 Mulai Bergejolak

MotoGP 2019 Mulai Bergejolak

TOPIC OF THE WEEK
Happy Birthday Emerson Fittipaldi!

Happy Birthday Emerson Fittipaldi!

TOPIC OF THE WEEK
Kisah Hidup Luka Modric

Kisah Hidup Luka Modric

TOPIC OF THE WEEK

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company