image

Rider Veteran Italia Andrea Tafi Berambisi ke Paris-Roubaix di Usia 52 Tahun

Text : Adi Supriyatna | Editor: Andi Wahyudi | 19 October 2018

SPORTKU.COM

Pebalap veteran asal Italia Andrea Tafi, menyatakan ingin kembali berlomba di Paris-Roubaix di usia 52 tahun.

Tafi mengaku tengah menghubungi beberapa tim untuk mewujudkan ambisinya itu pada tahun 2019 mendatang. Saat juara, Tafi tergabung dalam Tim Mapei. Pebalap asal Tuscany itu pensiun pada tahun 2005.

“Mimpi yang mustahil untuk kembali 20 tahun setelah menang? Mungkin. Tapi saya ingin mencobanya,” kata Tafi kepada La Gazzetta dello Sport.

“Saya berlomba di Roubaix 13 kali. Saya pernah juara pertama, kedua dan ketiga. Saya selalu finish. Saya pikir, saya telah meraih gelar master dalam balapan yang menakjubkan itu,” katanya.

“Dalam 20 tahun, dunia balap sepeda banyak berubah. Saya ingin melakukannya lagi dengan semua teknologi dan pengetahuan baru. Saya seorang pria yang tertantang. Jadi mengapa menahan diri?" tambahnya.

Tafi juga mengatakan bahwa dia akan berlomba pada kategori amatir bila dia tidak mendapatkan tim yang ingin mengontraknya. Seluruh pengalamannya ingin didokumentasikan di media sosial dan dibuat menjadi film dokumenter.

Baca juga:
RIDER SWISS DAN BELANDA BERBAGI GELAR JUARA DI RED BULL PUMP TRACK WORLD CHAMPIONSHIP

“Saya memiliki beberapa kontak (untuk tim) di Italia dan Belgia, bukan tim WorldTour. Tetapi belum ada yang memberi jawaban konkret - 'OK, mari kita lakukan.' Tetapi gagasan itu tidak ditertawakan,” jelas Tafi.

“Saya masih memiliki hasrat dan dorongan yang sama seperti 20 tahun yang lalu. Saya tidak melakukan ini hanya untuk pertunjukan. Saya akan memberikan kemampuan saya 110 persen. Saya tidak takut untuk segera keluar ... Tetapi saya tidak berpikir itu akan menjadi prioritas. Saya masih mendaki 18 ribu hingga 19 ribu km setahun dan saya berbobot 79 atau 80kg,” katanya lagi.

Pada musim panas tahun ini Tafi berlomba di Hongaria dan hal itu membuatnya berpikir untuk kembali berlomba di event Klasik tersebut. Seseorang menyarankan kepadanya, “Mengapa Anda tidak membalap Roubaix lagi?” Dia sendiri tidak yakin bagaimana dia akan masuk ke dalam program race tim pada 2019.

“Saya tidak harus balapan di sepanjang musim, proyek ini untuk balapan Roubaix. Saya akan melakukan semuanya. Saya tidak berpikir saya akan membuat lelucon tentang itu. Biarkan saya bermimpi. Biarkan saya memiliki misi yang tidak mungkin ini," urainya.

Untuk diketahui, pebalap asal Australia Mathew Hayman (Mitchelton-Scott) memenangkan Paris-Roubaix pada 2016, di usia 37 tahun. Juara tertua adalah rider Prancis, Gilbert Duclos-Lassalle, yang menang sebanyak dua kali, dengan kemenangan keduanya diraih pada tahun 1993 di usia 38 tahun. Hingga saat ini, belum ada pebalap yang pernah pensiun dan kembali 20 tahun kemudian untuk kembali berlomba, apalagi menang di Paris-Roubaix.

Baca juga:
SATRIA MUDA MELAJU MULUS KE SEMIFINAL

 

 

Text : Adi Supriyatna | Editor: Andi Wahyudi | 19 October 2018

  • facebook share
  • twitter share
  • instagram connect
  • youtube connect

RELATED NEWS

Tugas Anneke Beerten di Specialized

Tugas Anneke Beerten di Specialized

RIDER
Specialized Rangkul Anneke Beerten

Specialized Rangkul Anneke Beerten

RIDER
Campenaerts Bertekad Pecahkan Rekor

Campenaerts Bertekad Pecahkan Rekor

RIDER
Agassiz Bergabung ke Evil

Agassiz Bergabung ke Evil

RIDER

QUICK NAVIGATION

Tagline

SPORTKU adalah media berita online yang menyajikan informasi seputar dunia olahraga dengan mengedepankan Action, Competition, Adrenaline dan Lifestyle. 
ACT YOURS!

GROUP OF

Mahaka Media

MAHAKA MEDIA, dengan tagline "Beyond Media Creation", merupakan perusahaan induk dari unit usaha media dan hiburan (entertainment) yang memiliki kekuatan di bidang Broadcasting, Printing&Publishing, Online dan Marketing Company